HarianBernas.com – Mungkin tidak banyak orangtua yang memiliki inisiatif untuk mengajak serta anak-anaknya mendaki. Berbagai alasan banyak dilontarkan para orangtua. Ada yang beranggapan mengajak anak naik gunung itu merepotkan. Padahal, banyak manfaat yang didapat dari mengajak anak mendaki. Di antaranya melatih kemandirian dan membuat anak makin mencintai alam. Bagi orangtua yang berencana untuk mengajak anaknya mendaki, berikut tipsnya:
1. Mulai dari Usia Dini
Jeff Alt, penulis buku “Get Your Kids Hiking: How to Start Them Young and Keep It Fun” menyarankan agar membawa anak untuk melakukan kegiatan di luar rumah sedini mungkin. Tidak perlu pergi terlalu jauh atau menjadi backpacker. Orangtua cukup mengajaknya berlibur ke daerah pegunungan dan membuat kemah sederhana.
Orangtua memperkenalkan anak pada pepohonan atau membiarkan mereka menggali lubang semut misalnya, yang tentu saja ada dalam pengawasan kita.
Penelitian membuktikan bahwa menghabiskan waktu di ruang hijau terbuka dapat mengurangi stress. Untuk anak yang dibiasakan untuk berkawan dengan alam sedari kecil, mereka akan lebih mudah bersosialisasi.
2. Tidak Perlu Buru-buru
Meskipun kita adalah seorang pecinta alam atau pendaki handal, jangan pernah paksakan anak untuk mencapai puncak. Memaksakan anak hanya akan menciptakan kesan pendakian yang buruk pada anak. Menurut Jeff Alt, untuk usia balita, mereka hanya mampu menyelesaikan sekitar 45 meter.
Tugas para orangtua ketika mengajak anak mendaki adalah memberikan arahan, membiarkan mereka mengenal hal-hal baru, dan terus menyemangati mereka. Sekali lagi dengan catatan tidak ada pemaksaan pada anak. Posisikan diri kita sebagai teman dan pelindung yang menyenangkan saat pendakian.
3. Libatkan Anak-Anak
Memberikan tugas akan membuat anak semakin bersemangat, misal biarkan mereka menyiapkan kudapan ringan atau libatkan dalam mencari jalur pendakian untuk anak tertua. Kita juga bisa melakukan piknik ketika sedang beristirahat dalam pendakian. Jadikan pendakian ini seperti permainan atau petualangan yang menyenangkan bagi anak-anak. Kita sekaligus juga bisa mengenalkan tentang apa saja jenis-jenis pohon atau serangga yang terdapat dalam pendakian.
4. Gunakan Teknologi
Meskipun kita dan keluarga berkegiatan outdoor, tetap menggunakan teknologi bukanlah hal yang buruk. Kita bisa menggunakan GPS untuk mengetahui lokasi dan abadikan momen pendakian bersama anak-anak dengan kamera! Ajarkan anak untuk mengenali daerah sekitar dengan mengajarinya melihat peta.
5. Menghilangkan Rasa Takut pada Anak
Tidak semua anak akan menyukai ide untuk pergi mendaki. Mungkin salah satu penyebabnya karena rasa takut. Yakinkan anak kita bahwa pendakian akan baik-baik saja dan banyak hal baru yang bisa ditemui saat pendakian. Dengan terus mendorong anak melakukan hal-hal baru, ia akan tumbuh menjadi anak yang pemberani. Pastikan orangtua selalu berada di sampingnya dan terus mengawasi ketika mendaki.
6. Lakukan Persiapan dengan Matang
Mendaki bersama keluarga mungkin bisa jadi hal yang paling sulit dilupakan bagi sebagian orang yang menyukainya. Namun, kita juga tidak bisa menyepelekan sebuah rencana pendakian.
Mungkin bagi orangtua yang pertama kali mengajak anak-anaknya mendaki, kita bisa meminta bantuan pemandu yang berpengalaman dan tidak perlu mendaki ke tempat yang terlalu tinggi, mengingat persiapan yang harus dibawa haruslah lengkap meskipun hanya sehari pendakian.
Gunakan kompas atau GPS untuk navigasi. Bawa juga kacamata dan tabir surya, senter, perlengkapan obat-obatan, korek, peralatan mendaki, selimut, pakaian, makanan, dan minuman yang lebih.
7. Jangan Panik
Ada kalanya anak merasa tidak nyaman, takut, atau sebagainya sehingga membuat ia menangis. Para orangtua tak perlu panik mengatasi hal ini karena panik akan membuat keadaan makin buruk. Yang harus orangtua ingat, yaitu membawa anak yang baru memiliki pengalaman pertama pendakian. Kita bisa menenangkan anak-anak dengan memeluknya dan tanyakan apa yang ia butuhkan. Ciptakan energi positif pada anak selama pendakian. Jalin kerjasama antaranak dan anak dengan orangtuanya.
