HarianBernas.com – Ivandhana pernah berada di satu bidang pekerjaan yang kurang disukai, yaitu di bidang keuangan sebelum akhirnya menekuni profesi di bidang trainer yang baginya terasa benar-benar enjoy. Walaupun pekerjaan di bidang keuangan menjanjikan materi yang mencukupi, tapi di tempat itu, akhirnya ia menyadari bahwa hidup ini bukanlah sekedar tentang materi.
?Materi memang penting, namun bagi saya alasan manusia dilahirkan ke dunia itu bukanlah untuk mengejar materi, melainkan untuk berbagi manfaat dan kontribusi pada lingkungan di sekitarnya. Materi adalah salah satu alat yang bisa kita gunakan untuk berbagi manfaat, namun tidak selayaknya menjadi tujuan utama,? ungkapnya ke Bernas (12/4).
Setelah beberapa tahun bekerja di bidang yang tidak terlalu diminatinya itu, akhirnya ada tawaran untuk masuk ke bidang yang disukainya, yaitu di dunia pengembangan diri. ?Kala itu saya langsung menyanggupi walaupun secara materi nominalnya tidak seberapa. Karena saya merasa bahwa nominal yang tidak seberapa itu akan tergantikan dengan kenikmatan ketika bekerja di bidang yang memang saya benar-benar minati,? tuturnya.
Saat ini, ia akhirnya mengetahui bahwa keputusan yang diambilnya dikala itu bukanlah merupakan sebuah kesalahan. ?Karena di bidang yang saya sukai ini, saya justru mendapatkan banyak hal yang tidak bisa diukur secara materi seperti pembelajaran, kesempatan untuk mengenal banyak karakter, serta kesempatan untuk mendapatkan sahabat dan saudara baru,yaitu para peserta training yang saya bawakan,? ujarnya.
Ia pun membagikan cerita ketika awal-awal beraktivitas di bidang pengembangan diri atau sebagai trainer. ?Saya pernah diminta untuk membawakan sesi training di depan para peserta yang levelnya lebih senior dan berpengalaman puluhan tahun di lapangan ketimbang saya. Melihat pembicara di depan mereka yang tampak lebih muda, saya kemudian diminta untuk segera menyelesaikan sesi training ketika saya bahkan belum berada di panggung dan belum berbicara sama sekali. Namun, setelah saya meminta izin mereka untuk membawakan beberapa menit sesi training, akhirnya trainingnya tetap berjalan secara full 4 jam karena para peserta ternyata antusias dan penasaran dengan materi yang saya bawakan. Bagi saya itu adalah pengalaman yang unik dan tidak terlupakan hingga saat ini karena dari situlah kemudian saya berusaha keras untuk belajar lebih banyak terutama di bidang pengembangan pribadi,? bebernya.
Dalam perjalanannya, penulis di Motivasiku.net ini tidak pernah merasa bahwa di depannya ada sebuah masalah. Baginya itu hanyalah tantangan yang harus dilewati untuk meningkatkan kualitas diri kita sendiri. Untuk itu, ia selalu menikmati munculnya setiap kendala di depan karena disitulah sesungguhnya tempatnya belajar dan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik. Ia pun memiliki alasan tersendiri untuk menekuni bidang pekerjaannya sampai saat ini. ?Saya yakin bahwa bidang yang saya geluti saat ini bukan hanya sekedar pekerjaan tempat saya bisa mendapatkan nafkah, melainkan tempat saya bisa berbagi manfaat kepada orang lain di sekitar saya. Saya selalu percaya bahwa pahala yang didapatkan melalui ilmu yang mengalir itu adalah termasuk pahala yang tak pernah terputus nilainya,? ujarnya.
Associate Trainer of Oriza Training & Consulting ini pun menerangkan bahwa bidang yang digelutinya ini penting dilakukan dan dibagikan kepada masyarakat. ?Agar masyarakat memiliki kesadaran yang sama bahwa profesi pendidik pada dasarnya adalah profesi yang melekat pada setiap manusia siapapun dirinya. Karena nantinya setiap orang akan menjadi ibu atau ayah yang memiliki tanggung jawab untuk mendidik anaknya agar mampu menjadi pribadi yang mampu meneruskan tongkat estafet kepemimpinan negeri ini,? katanya.
Pria kelahiran Malang ini membangun habit khusus selama ini untuk mendukung pekerjaannya. ?Saya selalu percaya bahwa setiap manusia memiliki waktu yang sama di dalam kesehariannya. Namun, yang membuat hasil yang didapatkan manusia berbeda-beda adalah dari bagaimana dia mengisi waktu yang dimilikinya. Setiap hari, saya berusaha mengisi waktu saya agar tetap produktif, bahkan ketika orang lain menganggap itu adalah waktu yang seharusnya tidak produktif. Saya bangun lebih awal di pagi hari untuk beribadah dan menyempatkan diri untuk membaca buku sebelum bekerja. Sepulang bekerja, saya kembali mengisi waktu saya dengan membaca untuk menambah keilmuan dan kemudian menulis hingga pukul 00.00. Setelah menulis, barulah saya beristirahat. Di hari Sabtu dan Minggu, saya gunakan untuk menambah jaringan dan berdiskusi dengan orang-orang baru. Bagi saya kebiasaan di atas bukanlah kebiasaan yang khusus, melainkan kebiasaan yang memang harus rutin dilakukan oleh orang-orang lainnya dalam rangka meningkatkan karir dan kualitas dirinya sendiri,? urainya panjang.
Founder of Inspiring Youth Educators ini membagikan inspirasinya kepada orang yang membaca kisahnya ini. ?Jangan berhenti belajar dan berusaha. Karena kesuksesan itu bukan ditentukan oleh bakat ataupun kemampuan, melainkan ditentukan oleh kemauan diri kita untuk terus memperbaiki diri yang disertai dengan konsistensi diri untuk berusaha menjalankan proses yang dibutuhkan. Saya beberapa kali bertemu dengan mereka yang telah benar-benar sukses di bidangnya. Dan ketika saya menanyakan resep keberhasilan mereka, jawabannya selalu sama. Tidak ada yang mengatakan dia berhasil karena dirinya pintar, kebanyakan justru menyatakan bahwa keberhasilan tersebut dapat diraih karena mereka siap untuk berproses dan berusaha. Jadi, jangan berhenti berusaha,? terangnya.
Pengagum sosok orangtua ini menjelaskan tentang pencapaian yang paling membanggakan baginya. ?Ketika saya bertemu kembali dengan para peserta training saya dan melihat kualitas kehidupan mereka telah meningkat jauh semenjak mengikuti training yang saya bawakan. Ada yang telah menjadi leader di kantornya, ada yang sudah berhasil membangun bisnisnya, ada yang berhasil meningkatkan kualitas hubungannya dengan orang lain,? paparnya.
Penyuka hobi menulis dan membaca ini membocorkan project dalam waktu dekatnya. ?Dalam waktu dekat ini, saya berencana untuk membuat kelas mentoring public speaking khusus untuk para generasi muda agar lebih berani dan percaya diri dalam menjemput impiannya. Saya juga berencana untuk membuat program pelatihan untuk para pendidik muda di seluruh indonesia. Karena saya selalu percaya bahwa pendidikan adalah tanggungjawab kita semua, bukan hanya para guru,? katanya.
Trainer bersertifikasi dari PT BFI Finance Indonesia Tbk ini membeberkan impian terbesar untuk ke depannya. ?Saya selalu percaya bahwa kemajuan sebuah bangsa terletak di tangan para pemudanya. Dan cara terbaik untuk mengembangkan para pemuda adalah melalui pendidikan. Itu sebabnya impian terbesar saya ke depannya adalah membuat sebuah sekolah atau universitas di mana pengembangan karakter dan kepemimpinan menjadi fokus utamanya. Hal ini bertujuan untuk mempersiapkan pemimpin-pemimpin indonesia di masa depan,? pungkasnya.
