JAKARTA, HarianBernas.com – Pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan, yang dilakukan pihak kepolisian dinilai lamban. Atas kelambanan tersebut, sejumlah pegiat anti korupsi mendesak agar presiden membentuk tim independen.
Menanggapi adanya desakan tersebut, juru bicara KPK Febri Diansyah akan mempertimbangkan masukan dari para pihak tersebut. Kendati demikian, sebelum melakukan langkah hukum tersebut, KPK akan membicarakan terlebih dahulu dengan pihak kepolisian yang menangani perkara Novel.
“Sebelum kita bicara tentang tim pencari fakta(TPF) tim independen atau tim khusus atau tim dalam nama apapun, tentu saja kita akan kordinasi dan bicara lebih lanjut dengan Polri dan internal, bahas kembali apa saja dukungan yang diberikan KPK, tentu saja sesuai kewenangan KPK,” kata Febri di Jakarta Selasa (16/05/17).
Terkait adanya bukti foto terduga pelaku penyerangan, yang diberikan Novel kepada penyidik kepolisian, dan sempat menjadi acuan polisi menangkap seseorang, Febri meminta agar hal tersebut tidak dijadikan polemik. Namun, hal yang terpenting, pihak kepolisian harus bisa menangkap pelaku penyerang Novel tanpa harus memeriksa atau meminta bukti dari mantan Kasatreskrim Polresta Bengkulu tersebut.
“Saya kira lebih baik mencari siapa pelakunya, dibanding mencari tahu dari mana informasi foto didapatkan. Karena sejak hari awal Novel dan keluarga sudah memberikan informasi – informasi awal pada Polri, seperti foto – foto yang didapatkan terhadap orang-orang yang diduga berada di rumah Novel beberapa hari sebelum penyerangan tersebut,” imbuhnya.
