JAKARTA, HrianBernas.com – Operasi membran yang dilakukan tim dokter di sebuah Rumah sakit di Singapura terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan, selesai dilakukan. Operasi tersebut berjalan dengan baik sesuai rencana.
“Operasi membran ini dilakukan mulai Pukul 08.00 – 11.30 waktu Singapura. Saat ini pasien sudah dalam keadaan sadar dan butuh waktu istirahat untuk recovery setelah operasi,” terang Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di Jakarta Kamis (18/05/17).
Untuk menjaga sterilisasi mata Novel pasca operasi, dokter melakukan penutupan mata selama beberap waktu. Selain, itu, dokter juga menyarankan agar mata Novel tidak boleh terkena air selama 1 bulan.
“Dokter akan melakukan observasi hari demi hari untuk mengamati perkembangan pasca operasi,” imbuhnya.
Sementara itu atas bantuan ataupun dukungan, baik moril maupun spirituil yang diberikan masyrakat dan pemerintah, pihak KPK mengucapkan terima kasih.
Dilain pihak, terkait adanya pernyataan Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang menyebut adanya terduga pelaku lagi yang dicurigai, KPK berharap hal ini memberikan kemajuan dalam proses penyelidikan perkara penyiraman air keras Novel.
“Pernyataan dari Kapolri yang mengatakan telah menemukan petunjuk terkait pelaku penyerangan Novel dan sikap serius yang diperlihatkan tersebut, kami harap menjadi langkah lebih baik ke depan utk mengungkap teror ini,” harapnya. Lebih lanjut terkait dengan penanganan perkara dugaan koruspi e-KTP, Febri menegaskan, penanganan perkara ini tetap berjalan meskipun tanpa Novel.
“Terkait dengan kasus e-KTP yg pernah dipimpin Novel, sedang terus ditangani secara intensif oleh tim penyidik KPK yang telah ditugaskan untuk memproses lebih maksimal. Persidangan 2 orang terdakwa, penyidikan terhadap 1 tersangka dan pengembangan perkara untuk menemukan pelaku lain juga terus dilakukan,” tukasnya.
