HarianBernas.com – Ery Prasetyawan, ST, PMP, SICPM, Mpar memiliki pendangan yang istimewa tentang kebahagiaan, kesuksesan, dan materi. Baginya, tigal hal itu tidak bisa dikejar, tapi hanya bisa ditarik. ?Banyak pola pikir yang keliru dipersepsikan oleh banyak orang bahwa kebahagiaan, kesuksesan dan materi bisa dikejar. Mungkin iya, tapi kurang efektif. Jika ingin efektif, ubahlah strategi dari mengejar menjadi menariknya. Menjadikan diri kita magnet kebahagiaan, kesuksesan, dan materi. Apa yang bisa menjadi magnet kebahagiaan, kesuksesan,dan materi? Yaitu, kepantasan dan pengetahuan. Semakin pantas dan berpengetahuan Anda, semakin kuat magnet Anda menarik itu semua,? ungkapnya ke Bernas (17/4).
Kini, penulis buku 6 Steps How To Become World Class Project Manager ini menekuni berbagai bidang pekerjaan seperti businessman, trainer, consultant, book author, dan business coach. Ia pun menceritakan tentang pengalaman unik yang menjadi titik balik kehidupannya.?Keterikatan dan ketergantungan terhadap ruang dan waktu semakin lama semakin meningkat. Tercaplok Bethara Kala. Kehidupan saya semakin lama semakin sulit, bukan semakin mudah. Beban pekerjaan sebagai karyawan yang menekan dan menyiksa. Mengurangi, bahkan merampas kebebasan yang saya cita-citakan,? tuturnya.
Mantan Senior Account Manager, PT Ericsson Indonesia ini membagikan pengalaman menariknya di pekerjaan. Ia sering, bahkan selalu menjadi yang pertama dalam mendapatkan kesempatan seperti merencanakan dan mengimplementasikan teknologi telekomunikasi yang paling baru, paling mutakhir, dan paling komplek pada saat itu. Dan selalu berhasil menjadi yang terbaik, bahkan dari semua negara di mana perusahaan tempat saya bekerja beroperasi.
Alasan terus menekuni bidang pekerjaan yang saat ini sampai sekarang, ia menjawab karena memberikan tantangan yang sesuai keingannya, sekaligus memberikan kesempatan akan kebebasan dan privasi yang diinginkan. ?Memberikan apa yang saya ketahui, yaitu sharing knowledge terbaik. Karena knowledge is power, share it is empower,? imbuhnya.
Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengungkapkan permasalahan yang paling sering dihadapi dalam pekerjaan, yaitu mengalahkan kemalasan dan penundaan dari dalam diri sendiri. Untuk menyikapi, ia menetapkan impian/tujuan untuk memotivasi dan mengalahkan kemalasan dan penundaan. Mengambil keputusan, menetapkan urgensi, prioritas dan melakukan kebiasaan produktive setiap hari.
Untuk tantangan pekerjaan ke depan, penulis buku From Debt To Millionaire ini menjelaskan dalam dua hal. ?Tantangan eksternal, menjadikan lebih banyak orang Indonesia peduli akan pengembangan diri secara terus-menerus dan seumur hidup. Melakukan prinsip ?Work Harder On Yourself Than Your Job? serta ?Learn Before You Earn?. Sikap saya, menjadi trainer, baik online maupun offline, sebanyak mungkin menjangkau seluruh pelosok Indonesia. Membagikan knowledge-knowledge terbaik dan meng-empower mereka menjadi pembelajar yang mandiri dan konsisten. Tantangan internal, memahami dan menerapkan hukum-hukum kesuksesan: law of vibration, law of attraction, law of nature, law of being, dan law of attention. Sikap saya,melakukan kebiasaan secara konsisten untuk menerapkan hukum-hukum kesuksesan tersebut setiap saat, setiap hari,? terangnya.
Alumni Universitas Trisakti ini menerangkan bahwa bidang yang digeluti saat ini penting dilakukan dan dibagikan kepada masyarakat. ?Indonesia akan maju dan dipandang dunia dari kualitas sumber daya manusianya bukan dari sumber daya alamnya. Indonesia sudah memiliki sumber daya alam yang melimpah, tapi sumber daya manusia masih sangat perlu untuk ditingkatkan kualitas dan kinerjanya. Kemajuan, harkat, dan martabat sebuah bangsa ditentukan oleh integritas dan kemampuan orang-orangnya memberikan pengaruh (influence) bagi bangsa/orang lain. Semakin baik integritas orang-orang dan semakin bermanfaat pengaruhnya maka semakin berguna hidup ini untuk orang lain dan semesta,?urainya.
Pengagum sosok Jim Rohn, entrepreneur ini membangun kebiasaan khususnya untuk mendukung bidang pekerjaannya. ?Secara fisik, saya berolahraga setiap hari. Secara mind/pikiran, saya membaca buku dan melihat video orang-orang sukses setiap hari. Saya melatih pikiran saya setiap hari, baik concious terutama sub-concious mind saya. Secara spiritual, berdoa membuat keterhubungan dengan alam semesta dan saya melakukan priming baik mental/emosi dan spiritual saya setiap hari. Melakukan meditasi setiap hari. Menarik, mengelola memancarkan energi baik setiap hari,? bebernya.
Penulis buku 3 Langkah Sukses Dipanggil Wawancara Kerja ini memberikan inspirasinya kepada orang yang membaca kisahnya ini. ?Hidup itu harus bermanfaat bagi banyak orang. Harus bisa mempermudah kehidupan sebanyak mungkin orang lain. Semakin banyak orang yang bisa hidupnya dimudahkan maka semakin sukses hidup seseorang tersebut dan semakin bahagia. Mengapa ada orang yang bisa sukses dan ada orang yang tidak/belum sukses? Hampir setiap orang sukses dan bisa mencapai keinginan-keinginan mereka. Orang sukses karena mereka bisa menggunakan tidak hanya pikiran sadarnya saja yang kemampuanya sangat terbatas, tapi juga bisa menggunakan pikiran bawah sadar yang kemampuanya hampir tidak terbatas. Orang yang belum sukses hanya menggunakan dan mengandalkan pikiran sadarnya saja,? jelasnya.
Baginya, orang sukses melatih pikiran baik pikiran sadar ataupun bawah sadar setiap hari. Mempergunakan keduanya untuk lebih produktif dalam setiap aspek kehidupanya. Bagaimana cara melatih dan mempergunakan pikiran bawah sadar? ?Dua langkah sederhana saja. Pertama, pahami hukum-hukum kesuksesan dan lakukan, termasuk di dalamnya melatih pikiran (train your mind). Kedua, Rise Your Standard. Dari 8 aspek kehidupan yang membentuk roda kehidupan Anda menjadi bulat dan bisa berjalan cepat, yaitu fisik, mind, spriritual, metari, sosial, keluarga, pengetahuan, dan leisure, rise them all everyday,? terangnya.
The Most Inspire Person dalam International Business Coach Certification di Las Vegas, US ini membocorkan projectnya dalam waktu dekat dan impiannya ke depan. ?Untuk project, mengembangkan dua bisnis baru retail, mengembangkan bisnis edukasi dan training (online course dan offline training), dan membuat sistem dan mendirikan digital bisnis institute Indonesia. Untuk impian terbesar ke depan, menjadi sumber dan rujukan pengembangan diri yang holistik dan terbaik,? pungkasnya.
