HarianBernas.com –– Apakah Anda termasuk seorang pembeli impulsif? Apa saja alasan dan tips belanja bagi pembeli impulsif?
Pernahkah Anda mengalami pengalaman ketika berada di pusat perbelanjaan kemudian tanpa Anda sadari sudah berbelanja banyak hal? Jika Anda pernah melakukan hal tersebut, maka artinya Anda telah melakukan pembelian impulsif.
Pembelian impulsif merupakan pembelian tanpa adanya rencana. Dorongan untuk melakukan kegiatan yang satu ini sangat sulit untuk ditahan. Biasanya nggak ini terjadi secara spontan Ketika Anda sedang melihat produk tertentu.
Anda harus bersikap waspada jika Anda sering melakukan hal tersebut, karena ini menyangkut urusan keuangan. Jika hal ini terjadi secara berkepanjangan dan tak segera Anda antisipasi, bukan tidak mungkin kondisi finansial Anda menjadi berantakan.
Pastinya Anda tidak ingin tujuan keuangan Anda di masa depan menjadi kacau karena Anda tak mampu mengendalikan kebiasaan belanja impulsif. Sama halnya seperti penyakit yang harus ditelusuri terlebih dahulu asal muasalnya sebelum diobati. Anda juga harus mengetahui penyebab munculnya kebiasaan impulsif ini bila Anda ingin memperbaiki nya.
Berikut ini beberapa alasan dan tips belanja bagi pembeli impulsif, seperti yang dikutip dari Liputan6.
Alasan belanja bagi pembeli impulsif:
Kebiasaan
Alasan belanja bagi pembeli impulsif yang pertama yaitu karena kebiasaan. Seperti kata pepatah yang mengatakan ?Bisa karena terbiasa?. Sesuatu yang dilakukan berkali-kali, tanpa Anda sadari dapat berubah menjadi kebiasaan. Sama halnya seperti berbelanja.
Jika Anda sekali saja melakukan pembelian impulsif, maka hal tersebut dapat menjadi kebiasaan dan keterusan. Hingga pada akhirnya Anda merasa tak ada yang salah dengan membeli barang secara impulsif, karena Anda sudah terbiasa melakukannya.
Merasa hidup ada yang tak lengkap
Alasan belanja bagi pembeli impulsif yang kedua yaitu bahwa hidup hidup ada yang tak lengkap tanpa berbelanja. Orang yang merasa ada sesuatu yang tak lengkap dalam hidupnya atau merasa Hampa, cenderung melampiaskan rasa tersebut dengan berbelanja. Mereka merasa kekosongan yang ada di dalam hidupnya dapat diisi dengan membeli barang-barang.
Perasaan terpenuhi yang diperoleh setiap berbelanja itulah yang pada akhirnya mendorong mereka untuk lebih sering melakukan pembelian impulsif.
Sebagai pembuktian jika Anda “mampu”
Alasam belanja bagi pembeli impulsif yang ketiga yaitu bahwa berbelanja sebagai bukti jika Anda “mampu”. Tidak jarang diantara Anda yang tanpa sadar menjadi impulsif buyer hanya karena ingin membuktikan kepada diri Anda sendiri bahwa Anda mampu membeli barang tertentu.
Rasa puas akan Anda dapatkan sesudah Anda berhasil membawa pulang bareng belanjaan tersebut. Padahal mungkin barang tersebut akhirnya hanya akan Anda letakkan di gudang.
Meningkatkan status sosial atau rasa percaya diri
Alasan belanja bagi pembeli impulsif yang keempat yaitu adanya rasa ingin meningkatkan status sosial atau percaya diri. Masih banyak orang yang merasa harus meningkatkan status sosial mereka supaya dapat diterima di sebuah kalangan tertentu. Demi mencapai tujuan tersebut, segala hal akan ia lakukan, termasuk dengan menjadi impulsive buyer.
Nah, sesudah Anda mengetahui alasannya, Kemudian Anda dapat mengendalikan kebiasaan belanja impulsif. Berikut ini beberapa tips belanja bagi pembeli impulsif:
Mulai sekarang jangan malas untuk menyusun daftar belanjaan. Susun berdasarkan skala prioritas. Mulai dari belanja harian, mingguan, hingga bulanan.
Hindari situasi yang dapat memicu hasrat berbelanja impulsif
Perbanyak aktivitas untuk pengembangan diri Anda
Belajar menunda sebelum Anda memutuskan membeli sesuatu, dapat menyelamatkan diri Anda dari pengeluaran yang sebenarnya sia-sia atau hanya pemborosan belaka.
Habiskan waktu lebih banyak dengan teman-teman dan keluarga Anda
Sisihkan uang untuk “me time”
Mintalah bantuan Ketika Anda benar-benar merasa tidak dapat mengatasi kebiasaan belanja impulsif Anda sendiri.
