JAKARTA, HarianBernas.com – Peringatan hari pendidikan nasional mengingatkan Ketua DPR Setya Novanto akan masa susahnya dahulu kala. Berjibaku dalam mengarungi kerasnya kehidupan tak menyurutkan Setnov muda untuk dapat bersekolah memasuki perguruan tinggi.
?Sejarah Ki Hadjar Dewantara lah yang mengispirasi dan menggerakkan saya untuk tetap maju dan berjuang agar tetap sekolah di tengah himpitan ekonomi keluarga saya saat itu,? ujarnya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (2/5/2017).
Setnov, mengaku nekat memasuki perguruan tinggi di kota Surabaya Jawa Timur puluhan tahun silam. Demi memenuhi biaya pendidikan di perguruan tinggi, Setnov bekerja serabutan. Antara lain bekerja sebagai sopir dan pembantu. Tujuannya agar tidak perlu membayar kos dan tetap mendapatkan gaji untuk membiayai sekolahnya.
Ketua Umum Partai Golkar itu mengatakan kala itu, ia pun mengisi waktu luangnya dengan berjualan beras di pasar. Bahkan sempat menjalani sebagai tukang cuci mobil di sebuat dealer kendaraan roda empat di Surabaya. Pekerjaan itu dilakoninya hingga menyelesaikan kuliahnya.
?Saya juga mengisi waktu luang saya untuk berjualan beras di pasar lalu menjadi tukang cuci mobil di sebuah dealer mobil di Surabaya hingga menyelesaikan kuliah,? ujarnya.
Menurutnya, pemilik dealer kendaraan roda empat sedari awal mengetahui dirinya kuliah di perguruan tinggi dengan jurusan akuntasi. Singkat cerita, pemilik dealer pun memberikan kepercayaan sebagai ketua penjualan mobil Indonesia bagian Timur.
?Sampai akhirnya menjadi pengusaha nasional dan Ketua DPR RI,? ujarnya.
Menurutnya jabatan yang didapatnya tak lepas dari pendidikan dan semangat kerja kerasnya, hingga keadaan hidupnya berubah. Terlepas dari namanya disebut dalam kasus dugan korupsi e-KTP, Setnov mengimbau agar mengedepankan pendidikan
?Jangan takut melangkah, apalagi untuk melanjutkan pendidikan setinggi-tingginya,? pungkasnya.
