HarianBernas.com – Ricky Prasetya mengungkapkan pengalaman istimewanya dalam pekerjaannya sebagai agen asuransi. Ketika akan melakukan prospecting, ia pernah hujan-hujanan naik ojek dari daerah Jakarta Pusat ke Jakarta Selatan karena mengejar waktu dan tukang ojeknya tidak bawa jas hujan pula. Dikatakannya, sesampainya di lokasi, Puji Tuhan banget, calon kliennya ?kabur? dari kantornya dan tidak mau menemuinya. Ia pun tetap menyemangati diri dengan mengatakan
?Sabar saja, hari ini tidak akan menjadi lebih buruk lagi dan besok saya akan menerima rejeki berlimpah dari orang lain,? ungkapnya ke Bernas (22/5).
Ia pun melanjutkan ceritanya lagi. Di tengah perjalanan, atas berkat Tuhan, hujan pun kembali turun dengan derasnya dan tukang ojeknya pun kembali tidak punya jas hujan. Wow, amazing grace by The God indeed! ?Saya pun bilang sama tukang ojeknya, lanjutkan jalan aja Pak. Saya butuh cepat sampai di Jakarta Pusat. Alhasil, sesampainya di sebuah gedung perkantoran di Jakarta Pusat, itu sekitar jam 8 malam, baju saya basah kuyup dan karena tidak membawa baju ganti maka saya ke toilet, mencopot baju saya, dan mengeringkannya dengan hand dryer,? tuturnya.
Ketika ditanya tentang cita-cita masa kecil, Co-Founder/ Chief Marketing Offficer di Paypedia ini memiliki jawaban yang unik bahwa sampai hari ini, cita-citanya masih tetap sama, yaitu ingin membantu orang semampu saya. Ia memang akui bahwa tidak bisa membantu semua orang (I am not superman right?) dan kembali lagi ke pribadi orang masing-masing, apakah mereka ingin dibantu atau tidak.
Sejak kecil, ayahnya mengajarkan satu hal yang masih berkesan untuknya sampai hari ini, yaitu seberapapun besar berkat yang kita terima, ada sebagian kecil yang merupakan hak orang tidak mampu.
?Tentunya saya tidak hanya berbicara mengenai uang. Berkat yang saya terima tidak hanya uang, tetapi teman-teman yang luar biasa, keluarga yang amazing, perubahan karakter, dan mindset, dsb. Itulah yang saya bisa bagikan ke lingkungan saya. Quote-nya, The more we give, the more we get,? jelasnya.
Salah satu quote kesukaannya, yaitu ?Live Today Better Than Yesterday? sehingga ia pun melakukan yang terbaik setiap harinya, anggaplah hari kemarin kita belum melakukan yang terbaik dari kita. Dengan itu, kita akan tetap selalu berada dalam high spirit and high energy to do the best every day. Ia pun juga terus berusaha memengaruhi lingkungannya.
?Saya selalu membagian keceriaan saya terhadap lingkungan sekitar saya sebab energi positif akan membarikan timbal balik yang positif juga,? katanya.
Senior Unit Manager di Prudential Life Assurance ini mengungkapkan tentang alasan terus menekuni bidang pekerjaan sampai sekarang.
?Melalui asuransi, saya bisa membantu teman-teman saya dalam menyiapkan diri dalam resiko finansial yang sangat mungkin bisa terjadi di masa yang akan datang. Saya sudah sangat banyak melihat resiko finansial yang terjadi di dalam suatu keluarga yang terkena musibah sakit / kecelakaan yang sebenarnya tidak mereka inginkan. Melalui Lions Club, saya merasa bahwa ini adalah panggilan hidup saya untuk bisa selalu melayani orang tanpa memandang suku, agama, politik, dan ras. Sesuai dengan motto Lions Club, yaitu We Serve. For me it?s very very priceless to see people that we serve is being happy and thankful because we helped them. Quote-nya, The Lord stood with me and gave me strength to help people,? terangnya.
Alumni Universitas Bina Nusantara (Binus) ini memaparkan permasalahan yang paling sering dihadapi dalam pekerjaannya.
?Naik turunnya proses kehidupan paling sering saya hadapi. Hidup adalah perjalanan, hidup itu seperti roda, terkadang di atas, terkadang di bawah. Dan ketika saya berada di roda bawah kehidupan, saya berdoa kepada Tuhan saya untuk menenangkan hati saya dan mohon penguatan di saat-saat sulit saya sebab saya tidak mengtahui pesan tersembunyi apa yang Tuhan ingin berikan kepada saya di saat-saat sulit. Saya yakin dan percaya bahwa Tuhan saya tidak akan pernah menutup mataNya kepada saya, hambaNya yang penuh dosa ini. Dan ketika saya berada di roda atas kehidupan, saya mengucap syukur atas berkat yang diberikan olehNya kepada saya sampai hari ini seraya meminta kepadaNya untuk menjaga saya agar tetap rendah hati dan selalu mengingatkan saya bahwa yang namanya kehidupan itu tidak pernah akan selalu berada di atas. Quote-nya, Life is not about waiting the storm to pass, it?s about learning to dance in the storm,? paparnya.
Ia pun membangun habit khusus untuk mendukung pekerjaannya selama, yaitu 1. Wake up early in the morning, 2. Visualize my day everyday, 3. Building positive relationships, 4. Developing multiple income, 5. Avoiding wastes of time, dan 6. Repeat!. Untuk mengembalikan mood bekerja, ia melihat istri dan anaknya.
?Mereka mempunyai harapan terhadap saya untuk menjadi seorang suami dan seorang ayah yang baik bagi mereka, yang bisa selalu hadir untuk mereka, yang bisa selalu men-support mereka di saat senang ataupun susah,? katanya.
Pengagum sosok Mother Theresa ini memberikan inspirasi dan sarannya kepada orang lain yang membaca kisahnya ini. ?Saya sangat berharap kepada teman-teman yang membaca kisah hidup saya untuk selalu keep positive thinking, have a positive attitude, and always believe in God in everything we do. He is as far as Our Pray! Untuk saran, milikilah karakter yang baik sebab karakter yang baik akan membimbing kita kepada sesuatu hal yang baik pula. Saya sudah merasakan sendiri bahwa karakter yang tidak baik pada akhirnya merusak diri saya,? bebernya.
Vice President of Lions Club Centennial Jakarta Menteng Patriot ini membocorkan tentang rencana dalam waktu dekat ini dan impiannya ke depan.
?Project dalam waktu dekat ini, saya membangun sebuah startup company di bidang Fintech (financial technology) di mana saya pastinya bisa membantu masyarakat di Indonesia dalam hal timeless consuming and effective cost. Dan bisa mensupport government (dalam hal ini Bank BI dan OJK) dalam hal effective transaction in Indonesia. I want to make impact in Indonesia! Untuk impian terbesar ke depannya, ada dua hal yang merupakan impian terbesar saya. Yang pertama, saya ingin menjadi suami dan ayah yang terbaik bagi keluarga saya. Saya ingin bisa selalu men-support mereka sehingga mereka tidak berkekurangan dalam suatu apapun. Dan yang kedua, saya ingin membuat suatu perubahan (make an impact) for Indonesia, sebab saya tahu Indonesia masih punya banyak kesempatan untuk bisa menjadi jauh dan jauh lebih baik lagi dibanding saat ini,? pungkasnya.
