HarianBernas.com – Reinaldo Christianto, SE, MM menceritakan sebagai karyawan, ia sering dipindahkan tugas ke mana-mana, bahkan ke bagian yang baru.
“Role pertama saya bekerja, saya ditempatkan di bagian pajak, saya tidak memiliki background pendidikan pajak. Lalu, saya pernah ditaruh di bagian teknik (mengepalai mekanik), padahal saya pun tidak memiliki latar belakang tersebut. Yang terakhir saya ditaruh di bagian accounting, lagi-lagi saya tidak memiliki skill tersebut. Saya teringat bertemu dengan Kang Asep Ridwan, sahabat saya yang mengawali karir sebagai OB. Pada saat dia menjadi OB, dia seringkali melihat-lihat hasil printer. Beberapa orang kurang merasa nyaman dengan kondisi tersebut. Saya melihatnya kemudian memanggilnya.Ternyata, Kang Asep pernah kuliah, tapi terhenti karena masalah biaya sehingga dia memutuskan menjadi OB,” ungkapnya ke Bernas (15/5).
Baca juga: 14 Universitas Jurusan Teknik Informatika Terbaik di Indonesia
Diceritakannya, Kang Asep ini tidak putus semangat. Untuk itu, dia mencoba belajar dari melihat hasil printer tersebut.
“Saya ajari dia Excel. Hasilnya luar biasa, dia sekarang sudah menjadi analyst di tempat saya bekerja. Walau dengan keterbatasannya, dia pantang menyerah untuk belajar, tidak mengeluh, dan selalu melayani semua orang dengan Senyum dan Tulus. Yang saya pelajari dari beliau, selain ketulusannya, beliau tidak pernah pelit. Walau terbatas, pikiran dan hatinya seperti orang KAYA,” tuturnya.
Pria yang akrab disapa Aldo ini kini menekuni pekerjaan sebagai dosen di Universitas Multimedia Nusantara, tapi ia lebih menyukai kata GURU dalam profesi ini. Ia berbekal semata-mata karena memiliki kekayaan ilmu pengetahuan dari pengalamannya bekerja profesional hampir 10 tahun di sebuah perusahaan besar di Indonesia yang ingin dibagikan kepada sahabat-sahabat muda, sekaligus belajar dari mereka.
“Untuk yang profesional, menjadi tenaga profesional di sebuah perusahaan swasta (multinasional) merupakan sarana saya menimba ilmu. Yang selanjutnya pengalaman tersebut bisa saya ceritakan kepada sahabat-sahabat muda di tempat saya mengejar. Adapun bidang yang saya tekuni adalah pengembangan bisnis sebuah perusahaan. Saat ini, di industri retail F&B,” ujarnya.
Baca juga: 10 Universitas Negeri dan Swasta di Bandung serta Jurusannya
Untuk sosok yang berperan atas apa yang dicapainya saat ini, ia menyebut peran seorang Ibu yang selalu memberikan nasehatnya.
“Beliau selalu memberikan inspirasi yang luar biasa dalam hidup saya. Di saat banyak sekali anak muda yang MALU menjadi guru, beliau selau memberikan semangat bagi saya. Melalui beliau pula, pengalaman dan cerita mengenai Opa yang memilih menjadi GURU yang berpindah-pindah daerah, menjadi inspirasi bagi saya. Kalimat dari Ibu saya yang selau menjadi Pegangan Hidup saya: ‘Cara mudah belajar, adalah mengajar. Karena dengan mengajar, kita bisa banyak mendapatkan ilmu. Ilmu yang kita pelajari, ilmu komunikasi, ilmu psikologi, dan yang terpenting dan terberat, ilmu mendengarkan pendapat orang lain’. Lalu, 'Tidak ada gunanya menjadi KAYA, jika kita tidak bisa MEMBAGIKAN dan BERGUNA bagi TUHAN dan SESAMA’. Menjadi GURU adalah bagian dari iman. Karena jika kita membuka kitab suci (umat Kristiani), Para Rasul selalu memanggil YESUS (Nabi Isa) dengan sebutan GURU,” bebernya.
Alasan terus menekuni bidang pekerjaan saat ini, ia menjawab karena keyakinannya. Untuk permasalahan yang paling sering dihadapi, ia meyakini bahwa permasalahannya selalu berubah-ubah dan dari permasalahan itulah menjadi tempatnya belajar.
“Saya meyakini bahwa permasalahan saya selalu berubah dan itulah tempat saya belajar,” imbuhnya.
Baca juga: Jurusan IT: Pengertian, Mata Kuliah, dan Prospek Kerja Terbaru
Alumni Universitas Gadjah Mada ini menceritakan tentang tantangan pekerjaan ke depannya, yaitu untuk setiap masalah yang dihadapi, pertama, ia akan mencoba menenangkan diri dan meyakini bahwa ia bisa menyelesaikannya. Untuk bidang yang digeluti ini penting dilakukan dan dibagikan kepada masyarakat, ia menjawab ringan, siapa tahu ada orang yang membutuhkan inspirasi seperti dirinya.
Habit khusus yang dibangun selama ini untuk mendukung pekerjaannya, ia akan selalu bersyukur dan positive thinking. Ia yakin bisa belajar dari setiap masalah. Untuk mengembalikan mood agar kembali bersemangat bekerja, ia menjawab tidur dan berlibur. Ia memiliki spesialisasi dalam Perencanaan Kinerja Perusahaan (Planning and Analysis Controller / PDCA), Metode Balance Scorecard, Peningkatan Proses Bisnis, Manajemen Proyek, Pengembangan Bisnis Baru, Continuous Improvement, Pengembangan Organisasi, Kinerja Keuangan, Manajemen Aset, Manajemen Transportasi, Manajemen Rantai Pasokan, Analisis Pasar Tren, Product Life Cycle Analysis, Pengembangan Produk, Rencana Strategis Pemasaran, Manajemen Saluran dan Jaringan, dan Manajemen Merek dan Promosi.
Business Strategy ini membagikan inspirasi dan sarannya kepada orang lain yang membaca kisahnya ini.
”Jangan pernah merasa di zona nyaman, terus belajar. Untuk saran, Nokia tutup bukan karena siapa-siapa. Nokia tutup Karena Nokia tidak mau berubah, tidak mau belajar, dan tidak mau mengambil resiko,” jelasnya.
Baca juga: 10 Universitas Jurusan Perhotelan Terbaik dan Unggul di Indonesia
Peraih penghargaan Best Coach tahun 2015 ini menceritakan tentang bagaimana lingkungan memengaruhinya hingga menjadi seperti sekarang. Baginya, lingkungannya (Kawan, Keluarga, dll) cukup beragam posiitif dan negatif, tapi segalanya ia coba pilih sesuai dengan prinsip dan hati nuraninya. Untuk pencapaian yang paling membanggakan, ia menjawab bahwa masih diberikan kepercayaan.
”Pencapaian yang membanggakan saya, masih diberikan kepercayaan, dihargai, dan dicintai secara tulus oleh orang-orang di lingkungan saya,” terangnya.
Operation & Strategy Sr. Manager PT. Samsung Electronics Indonesia ini membocorkan rencana dalam waktu dekat dan impiannya ke depan.
“Project saya dalam waktu dekat, membuka warung kecil-kecilan, sebagai tempat nongkrong dan saling bertukar pikiran. Untuk impian terbesar untuk ke depan, bisa memberi ‘lebih’,” pungkasnya.
Baca juga: Daftar Universitas Kuliah Jurusan Bisnis Manajemen di Indonesia
