HarianBernas.com-Sebagai Cyber Busines Coach, Otniel Kowandi menceritakan pengalaman uniknya di pekerjaan. Dikatakannya bahwa banyak murid-muridnya yang awalnya tidak punya bisnis, bahkan tidak punya ide bisnis, tapi saat mengikuti pelatihannya, mendadak punya bisnis.
?Dan salah seorang di antara mereka adalah Ibu Amanda, pemilik Craftdale di mana saat itu sama sekali tidak punya bisnis. Saat ikut pelatihan, tercetuslah ide untuk membuat celemek. Hingga saat ini, pesanan Beliau datang dari seluruh penjuru Indonesia dan sudah punya rumah produksi sendiri dengan omset puluhan sampai ratusan juta per bulan,? ungkapnya ke Bernas.
Penulis buku Cyberpreneur ini memberikan mottonya kepada orang yang membaca kisahnya ini, yaitu The Quality of Your Question is the Quality of your Action. Baginya, banyak orang yang salah bertanya, baik kepada dirinya sendiri maupun kepada orang lain.
?Contoh, ada orang yang bertanya, bagaimana bertahan hidup dengan gaji 3 juta sebulan? Namun, ada yang bertanya, bagaimana 3 juta bisa saya dapatkan dalam satu minggu atau lebih cepat? Dengan pertanyaan yang berbeda, keluar jawaban yang berbeda maka kualitas dari pertanyaan itu sangat menentukan kualitas jawabannya,? tuturnya.
Tentang alasan terus menekuni bidangnya sampai sekarang ini, ia menjawab bahwa saat ini industri kreatif sedang sangat berkembang.
?Industri ini banyak sekali membuat anak muda menjadi sangat sukses luar biasa. Saya percaya juga bahwa sebenarnya banyak orang-orang yang kreatif di Indonesia. Hanya saja mereka tidak sadar ataupun tidak punya sarana untuk menjual ide-ide mereka. Nah, melalui internet dan pelatihan saya, saya berusaha membantu mereka untuk mengeluarkan ide-ide kreatif mereka sekaligus memasarkannya,?ujarnya.
Pria kelahiran Tanjung Balai, Sumatra Utara ini pun menerangkan bahwa bidang yang digeluti saat ini penting dilakukan dan dibagikan kepada masyarakat.
?Karena melalui internet, kita bisa melakukan pemasaran secara masif. Dalam jumlah yang banyak dengan biaya yang kecil dan waktu yang relatif singkat. Terbukti mereka yang merasa bisnisnya baik-baik saja tanpa masuk ke internet, saat ini pasarnya mulai tergerus. Hanya mereka yang paham dengan situasi dan kecepatan perubahan saat inilah yang akan bertahan. Dan semoga itu Anda yang membaca ini,? terangnya.
Trainer ini pun menceritakan permasalahan yang paling sering dihadapi dalam bidang profesinya.
?Banyak peserta saya yang terlalu baik hati. Maksudnya, sudah bayar training mahal-mahal namun ilmunya tidak dipraktekkan. Jadi, istilahnya hanya nyumbang ke saya, hehehe. Begitulah, sukses tidak untuk semua orang. Saya menyikapinya dengan berusaha memberikan wadah bantuan kepada mereka berupa group whatsapp dan facebook khusus. Juga pertemuan-pertemuan di mana kita bisa lebih santai untuk ngobrol dan bertukar ide,? jelasnya.
Untuk tantangan pekerjaan ke depan owner KakiLeema.com ini memiliki jawaban tersendiri.
?Jujur saya tidak tahu karena buat saya tantangan yang dibayangkan bisa benar terjadi. Jadi, saya memilih untuk membayangkan yang baik-baik dan sukses saja supaya saya menarik sukses dan nasib baik ke dalam kehidupan saya. Tantangan pasti ada, tapi saya juga percaya bahwa Tuhan sudah menyiapkan jalan keluarnya nanti,?katanya.
Mantan Digital Strategist di ScaleUp.id ini membangun habit khususnya selama ini untuk mendukung pekerjaannya. Kebiasannya, yaitu belajar, bekerja, dan analisa hasilnya. Ia begitu percaya bahwa Hard Work Will Always Pay. Baginya, selama kita belajar caranya, mencoba dengan mengerjakannya, dan menganalisa hasilnya maka kita bisa meningkatkan ataupun menguranginya. Untuk mengembalikan mood agar kembali bersemangat bekerja, ia menjawab bahwa mood itu enggak ada.
?Apapun yang terjadi pada kita tidak akan berarti apa-apa sampai kita yang memutuskan artinya. Kalau kita merasa bad mood, pertanyaannya, kenapa kita ?memutuskan? untuk bad mood? Kalau lagi sedih, kenapa kita memutuskan untuk sedih? Ada berapa banyak manusia di dunia ini yang memutuskan untuk bahagia walaupun sedang dalam situasi yang tidak mengenakkan. Semuanya tergantung kita,? bebernya.
Pengagum sosok Tung Desem Waringin ini membagikan inspirasi dan sarannya kepada pembaca yang membaca artikel ini.
?Siapapun Anda, entah Anda laki-laki, perempuan, tua, muda, cantik, merasa jelek, langsung, gemuk. Siapapun Anda, market tidak akan perduli. Mereka akan tetap membeli dari Anda selama Anda dapat memenuhi kebutuhan mereka. Mengetahui dan menguasai market Anda, itulah yang terpenting. Untuk saran, kalau Anda masih muda, sabar! Miliki impian yang tinggi dan mulai dari apa yang Anda bisa. Jangan ragu ganti bisnis apabila bisnis tersebut tidak bisa membawa Anda menuju impian Anda. Karena bisnis itu hanya kendaraan untuk mencapai impian Anda,? ucap urainya.
Tentang bagaimana lingkungan memengaruhinya hingga menjadi seperti sekarang, ia rupanya memilih lingkungannya. Ia lebih memilih untuk bergaul dengan orang-orang yang lebih sukses, lebih kaya, dan lebih banyak pengetahuan daripada saya. Itu yang membuat saya menjadi seperti sekarang ini. Untuk pencapaian yang paling membanggakan, ia menjawab saat peserta kelasnya bisa mempraktekkan ilmunya, menghasilkan, dan memiliki bisnisnya sendiri.
?Nilai tersebut lebih dari sekedar uang,? imbuhnya.
Penyuka hobi membaca ini membocorkan project dalam waktu dekat dan impiannya ke depan.
“Untuk project, membangun KakiLeema.com menjadi sekelas tokopedia dan sejenisnya. Membangun Digital Media yang dapat membantu membuatkan strategi digital marketing buat bisnis yang belum online. Untuk impian ke depan, omset 1 milyar untuk KakiLeema.com dan membantu 10 bisnis untuk sukses di online,? pungkasnya.
