HarianBernas.com – Dennys Satrya menyebut dirinya sebagai orang yang penuh gairah dengan banyak gagasan, disiplin tinggi, multitasking, dan mampu bekerja di bawah tekanan. Semua karakter itu dimilikinya dalam pribadinya saat ini. Tujuannya untuk mampu bekerja di perusahaan yang sedang berkembang dengan berbagai tantangannya, tanggung jawabnya, serta peluang untuk pertumbuhan profesionalnya.
Ia pun memiliki kemampuan untuk bekerja, baik dalam kelompok atau secara individu. Keinginannya adalah semakin meningkatkan tanggung jawab karena inisiatif pribadi dan dedikasi karir. Dua hal itu menjadi aset yang dapat dibawanya ke sebuah perusahaan.
Bidang profesi yang ditekuninya saat ini adalah sebagai customer care trainer di salah satu perusaahaan ecomerce Shopee di Indonesia. Ia pun tak melupakan sosok yang memiliki peran atas apa yang dicapai saat ini. ?Banyak orang yang memiliki peran penting dalam membantu saya hingga mencapai karir hingga saat ini, dimulai dari Ibu saya yang mendidik saya untuk memiliki pemikiran yang terbuka dalam menerima perbedaan dan hal baru. Atasan saya di perusahaan sebelumnya Bapak Wasudewan (country manager rumah.com) yang menjadi panutan saya dalam memimpin,?ungkapnya ke Bernas (18/4).
Sarjana Sastra Inggris ini menceritakan pengalaman uniknya yang menjadi titik baliknya ketika berproses sehingga menjadi seperti sekarang ini. ?Pengalaman unik dan paling berkesan yang membuat saya menjadi seperti ini adalah saat saya dipercaya untuk membentuk proses training dari awal secara otodidak tanpa pengalaman dan bimbingan, di mana modal awal saya hanya berdasarkan hasil pencarian di internet, serta keahlian komunikasi yang saya miliki,? tuturnya.
Dikatakannya, kesempatan bisa bertemu dan mengenal banyak orang, serta bisa mempelajari setiap karakter peserta training menjadi pengalaman uniknya dalam pekerjaan. Ia pun ternyata masih ingat dengan cita-cita atau impian masa kecilnya. ?Cita-cita saya saat kecil mungkin terdengar klise/ tidak jauh dari cita-cita anak desa pada dasarnya,yaitu menjadi guru,?ujarnya.
Customer Care Trainer di PT Tokpedia ini pun menjelaskan tentang alasan untuk terus menekuni bidang pekerjaan sampai saat ini. Baginya, mengajar menjadi jiwanya. Ia percaya bahwa ada nilai yang tidak bisa dihitung dengan membantu orang lain untuk mengetahui hal baru. Untuk permasalahan yang paling sering dihadapi dalam pekerjaannya, ia menjawab tentang sulitnya menyatukan perspektif dalam tim trainer.?Permasalahannya yang kerap saya temui adalah menyatukan perspektif dalam tim trainer itu sendiri dikarenakan sebagai pengajar yang lebih bannyak menghabiskan waktu di lapangan sedikit sulit mengatur waktu bagi tim trainer dalam menyamakan persepsi penyampaian materi training,?jelasnya.
Mantan Business Development Executive di Rumah.com ini memaparkan tantangan pekerjaan ke depannya.?Ke depannnya tantangan yang akan saya hadapi adalah dapat menjadi mengelola proses traning yang lebih besar dan membuat program program training yang lebih bervariasi. Untuk mempersiapkan hal tersebut, saya masih harus banyak belajar baik secara otodidak maupun bertukar pikiran dengan ahlinya,? terangnya.
Mantan anggota Paskibra ini menyebut bahwa bidang yang digeluti ini penting dilakukan dan dibagikan kepada masyarakat karena setiap orang adalah calon pemimpin, di mana pada hakikatnya pemimpin lahir dari para pengajar yang tepat. Ia pun membangun habit khusus selama ini untuk mendukung bidang pekerjaannya.?Disiplin, gigih, dan berpikir secara terbuka (menerima perbedaan/perubahan) adalah 3 hal yang selama ini membantu saya dalam mengambil setiap keputusan,? ucapnya.
Senior Customer Care Trainer ini membagikan inspirasi dan sarannya kepada orang yang membaca kisahnya. ?Sukses adalah saat Anda bisa melakukan apa yang Anda inginkan. Untuk saran, percayalah bahwa Anda bisa mencapai kesuksesan dan gigilah dalam berusaha,? katanya.
Apakah lingkungan memengaruhinya hingga menjadi seperti sekarang, ia menjawab bahwa lingkungan sangat mempengaruhinya dalam bekerja karena kita benar-benar harus beradapatasi dalam setiap kondisi apapun. Untuk pencapaian yang membanggakan, ia menjawab saat dirinya bisa membuat proses training tanpa pengalaman apapun, tapi akhirnya seluruh materi dan ilmu yang diberikan digunakan sebagai proses training customer care di perusahaan tempatnya pernah bekerja, bahkan hingga ia sudah tidak bekerja di sana, ilmunya masih digunakan di sana (PT. Tokopedia).
Trainer ini pun meraih beberapa penghargaan di tempat bekerjannya seperti Top Sales in November 2012 and September 2013 di PT All Property Media- Rumah.com dan Best Perfomer in November 2014, Januari 2015, dan April 2015 di PT Tokopedia, serta Rising Star 2014 PT Tokopedia. Ia pun memilki cara tersendiri untuk mengembalikan mood bekerjanya. ?Berfikir positif adalah kunci semangat saya setiap harinya,?ucapnya.
Ia pun bercerita tentang hobi di sela waktu luangnya, yaitu suka menonton film dalam genre apapun. Baginya, hal tersebut selain bertujuan lebih kepada sarana hiburan, bisa dimanfaatkan untuk mempelajari kebudayaan atau kebiasaan negara lain. Ia pun membagikan quote atau mottonya yang dipakainya untuk menyemangati dirinya kepada pembaca. ?When You Feel Like Quitting , Think About Why You Started. Yaitu, banyak orang mudah menyerah akan suatu tanpa mengingat alasan mereka memulai hal tersebut,? bebernya.
Alumni Universitas Pamulang ini membocorkan project dalam waktu dekat ini dan impiannya ke depan. ?Project dalam waktu dekat ini masih melakukan proses training di perusahaan tempat saya bekerja. Untuk impian ke depannya, menjadi head of trainer,? pungkasnya.
