HarianBernas.com – Fikri C Wardana saat ini menekuni bidang pekerjaan sebagai konsultan sales dan marketing, terutama dalam hal pelatihan. Dikatakannya, ia bukan motivator, tapi sebagai trainer untuk meningkatkan keterampilan dalam bidang penjualan ataupun pemasaran, baik pelatihan untuk level ujung tombak maupun di level sales manager.
Rupanya, jauh sebelum pensiun dari manager perusahaan multinational, ia ternyata sudah merencanakan menjadi trainer di masa tua. ?Jadi tidak ada pengalaman yang unik. Selain menjual ilmu yang kita miliki, kita juga sekaligus menjual pengalaman. Akan lebih mantap sebagai trainer yang telah berpengalaman di bidang yang disampaikan daripada yang tidak pernah mengalaminya sendiri,?ungkapnya ke Bernas (29/4).
Selain sebagai trainer, ia juga menulis buku. Sejak 2005 sampai sekarang, sudah 12 buku manajemen (sales & marketing) diterbitkan. Untuk pengalaman unik di pekerjaan, ia menjawab bahwa dengan hanya berbekal ijazah asisten apoteker, ia pernah dipromosi menjadi product manager ethical di perusahaan farmasi multinational yang berasal dari USA. ?Dalam tugas saya waktu itu, termasuk menjawab pertanyaan dokter (bahkan yang spesialis) atau mencarikan referensi untuk pertanyaannya. Alhamdulillah Allah memberikan bimbingannya hingga sekitar 3 tahun menjalaninya tanpa kesulitan yang berarti. Saya menganggap unik karena bercita-cita menjadi dokter, tapi tak kesampaian namun dengan pendidikan menengah harus menjawab pertanyaan dokter tentang obat/ kedokteran,? tuturnya.
Alumni Sekolah Menengah Farmasi (SMF) Depkes RI Yogyakarta ini menjelaskan tentang alasan terus menekuni bidang profesinya sampai sekarang ini.?Saya berpengalaman lama di bidang pemasaran dan penjualan. Jadi, saya sedikit menguasai ilmu menjual ataupun pemasaran. Jika ilmu pengetahuan yang didapat dari pendidikan digabung dengan pengalaman kemudian dibagikan kepada orang lain, tentu akan sangat bermanfaat bagi sesama. Apalagi bagi insan sales and marketing yang belum banyak wawasan dan pengalaman, rasanya mereka memerlukannya,? jelasnya.
Untuk permasalahan yang paling sering dihadapi, ia menjawab bahwa sering kurang ?dianggap? dibandingkan nama besar trainer apalagi dari luar negeri, meskipun trainer nama besar tersebut tidak berpengalaman di bidang yang diajarkan. ?Saya jalani dengan santai saja dan tidak perlu ngotot mendapatkan order. Jika ada yang memerlukan saya, saya siap berkolaborasi dan jika tiada yang memanggil, saya teruskan menulis buku yang sedang saya kerjakan,? imbuhnya.
Untuk tantangan pekerjaan ke depannya yang akan dihadapi, S1 Administrasi Niaga ini menjawab bahwa banyak perusahaan yang sadar bahwa pelatihan itu perlu untuk SDM-nya. Namun, mereka masih belum menyiapkan dana untuk investasi peningkatan keterampilan dan wawasan karyawannya. ?Meski jika ditanya, saya juga memiliki tarif yang harus diajukan, tapi menghadapi banyak perusahaan yang terbatas dana pelatihannya. Jika perlu, saya dengan senang hati menginfakkan pengetahuan dan pengalaman saya bagi karyawan mereka. Sayangnya, ada juga beberapa perusahaan yang setelah mengetahui tarif resmi, kemudian mundur teratur tanpa ?menawar? jasa pelatihannya,? ujarnya.
Ketika ditanya, apakah bidang yang digeluti ini penting dilakukan dan dibagikan kepada masyarakat, ia menjawab bahwa pekerjaannya ini sesuai dengan misinya untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat Indonesia. ?Saya merasa senang dan puas jika para trainee dapat menguasai ilmu yang saya transferkan sehingga keterampilan mereka meningkat begitu pula wawasannya,?imbuhnya.
Master Manajemen ini membangun habit khususnya untuk mendukung pekerjaannya. ?Saya memberikan training hingga tuntas, terlebih saat in-house training sehingga tidak segan-segan saya ataupun trainee harus pulang setelah Salat Maghrib karena materi yang disampaikan melebihi jam kerja biasa apalagi jika sedang banyak yang bertanya sekaligus konsultasi,?ucapnya.
Ia pun memiliki pandangan yang berbeda ketika disinggung tentang cara mengembalikan mood agar kembali bersemangat bekerja. ?Berangkat pergi untuk memberikan training saja sudah memberikan kebahagiaan bagi saya. Tentu saja, selalu bersemangat menghadapi undangan pertemuan, terlebih untuk melatih. Selalu menjaga kesehatan dengan berolahraga rutin, istirahat yang cukup, dan beribadah,?jelasnya.
Penyuka hobi membaca ini menceritakan tentang pencapaian yang membanggakannya.?Saya berhasil meraih posisi The Best Three saat ujian asisten apoteker se-DIY yang dari lebih kurang 250 peserta yang lulus tidak lebih 100 siswa. Waktu itu ujian negara secara nasional. Saya pernah selalu menjadi penerima insentif terbanyak se-Indonesia saat menjadi medical representative di Bristol Myers Indonesia.Sejak menjadi trainer pernah dikontrak selama setahun diperusahaan farmasi multinational dan mengajar di Jakarta dan keliling ke beberapa kota se-Indonesia,? bebernya.
Mantan Group Product Manager Warner Lambert Indonesia -Pfizer Indonesia ini memberikan inspirasi dan saran kepada orang lain yang membaca kisahnya ini. ?Mengerjakan pekerjaan yang memang disukai, bukan karena uangnya, namun karena senang melakukannya dan memang dapat mengerjakannya. Jangan terima pekerjaan yang kita tidak dapat mengerjakannya karena dunia akan rusak jika bukan ahlinya yang mengerjakan. Untuk saran, jangan mudah menyerah, berusahalah terus dan terus. Yang tidak boleh dilupakan adalah bekerja harus selalu disertai doa kepada Yang Maha Kuasa,?katanya.
Pengagum sosok Nabi Muhammad SAW ini menceritakan tentang situasi lingkungan yang memengaruhinya hingga menjadi seperti sekarang. Baginya, lingkungan sangat berpengaruh seolah lingkungan membimbingnya ke arah yang dikehendaki. ?Saat sekolah di SMF Depkes RI, kami dididik dengan sangat keras. Tidak ada waktu untuk bersantai setiap saat harus selalu menghafal. Entah sedang sendirian ataupun bersama teman, ada atau tiada partner selalu melatih hafalan itu sehingga bagi kami merasa aneh jika melihat pelajar tidak mau belajar,? tukasnya.
Penyuka hobi olahraga ini membocorkan project dalam waktu dekat dan impiannya.?Untuk project, bersama seorang kenalan akan memberikan pelatihan persiapan pensiun bagi para karyawan baik PNS, BUMN maupun dari swasta. Untuk impian ke depan, bisa selalu memenuhi permintaan pelatihan dari perusahaan-perusahaan besar yang saat ini tidak pernah tergerak untuk menghubungi saya. Apapun jenis pelatihan yang diperlukan,? pungkasnya.
