YOGYAKARTA, HarianBernas.com ? Masyarakat DIY mulai hari ini, Sabtu (29/7), bakal disuguhi gelaran olahraga terbesar berupa Porda. Gaung Porda DIY XIV ini memang terasa kurang semarak, layaknya pesta olah raga pada umumnya. Tidak ada kemeriahan umbul-umbul di jalan-jalan utama kota Yogyakarta.
Porda DIY XIV tahun ini memang dipusatkan di stadion Sultan Agung, Bantul. Pesta olah raga bagi warga DIY ini digelar secara berkala setiap dua tahun. Sebelumnya, Porda DIY dikenal dengan nama Porprov (Pekan Olah Raga Provinsi) DIY.
Ada tiga tujuan pokok digelarnya Porda DIY. Pertama, mendorong masyarakat untuk mengadakan kegiatan pengembangan dan pembinaan cabang-cabang olahraga secara merata di seluruh kabupaten/kota dalam wilayah Provinsi DIY. Kedua, meningkatkan motivasi dan partisipasi KONI Kabupaten/Kota, stakeholder olahraga di DIY dan instansi terkait lainnya untuk secara simultan memberikan kontribusi terhadap penggalangan potensi Provinsi DIY dalam rangka menghadapi PORDA DIY. Ketiga, sebagai titik kulminasi pembinaan olahraga di Provinsi DIY, menjaring atlet-atlet potensial DIY yang selanjutnya akan dibina dalam pelatda DIY sebagai persiapan menghadapi PON.
Melalui gelaran Porda DIY ini, diharapkan pengurus KONI Kabupaten/Kota memiliki dorongan dan motivasi untuk meningkatkan frekuensi kegiatan cabang-cabang olahraga dan membentuk organisasi olahraga di daerah masing-masing. Selain itu, meningkatkan pembinaan di seluruh kabupaten/kota dalam wilayah provinsi DIY.. Disamping itu, melalui Porda DIY ini diharapkan terjadi kompetisi yang sehat di antara kabupaten/kota dalam membina atlet berprestasi. KONI kabupaten/Kota juga diharapkan memiliki motivasi untuk mencari bibit-bibit olahragawan berbakat, baik melalui kejuaraan-kejuaraan cabang olahraga maupun melalui penyelanggaraan Pekan Olahraga Kabupaten/Kota.
Bagi Kabupaten/Kota, Porda DIY ini diharapkan menjadi arah dan jenjang yang jelas dan pasti menuju prestasi. Melalui pembinaan yang dilakukan KONI Kabupaten/kota, KONI Provinsi DIY nantinya akan mendapatkan atlet-atlet yang siap pakai untuk Pekan Olahraga Nasional.
Porda DIY XIV tahun 2017 ini diikuti 3,041 atlet yang berasal dari empat kabupaten dan satu kota di DIY. Perinciannya adalah Kota Yogyakarta (628 atlet), Sleman (766 atlet), Bantul (805 atlet), Gunungkidul (589) dan Kulonprogo (253 atlet).
Mereka akan berlaga dalam 36 cabang olah raga dan memperebutkan total medali emas sebanyak 340 buah. Ke-36 cabang olah raga yang dipertandingkan dalam Porda DIY XIV kali ini adalah Aeromodeling, Anggar, Angkat Besi/Angkat Berat/Binaraga, Atletik, Balap Sepeda, Billiar, Bola Basket, Bola Voli/Voli Pasir/Pantai, Bridge, Bulutangkis, Catur, Dansa, Dayung, Drum Band, Golf, Gulat, Hockey Outdoor/Hockey Indoor, Judo, Karate, Kempo, Menembak, Panahan, Panjat Tebing, Pencak Silat, Renang, Senam, Sepak Bola/Futsal, Sepak Takraw, Sepatu Roda, Taekwondo, Tarung Derajat, Tenis Lapangan, Tenis Meja, Tinju, Wushu, dan Yongmoodo.
Porda DIY XIV tahun 2017 ini bertema Bersinergi Mendulang Prestasi dengan logo resmi berupa Kuda Lumping dan Tugu. Maskot dan Logo PORDA DIY 2017 secara resmi diluncurkan oleh ketua umum KONI DIY, Hadianto Ismangoen, di kantor KONI DIY, Selasa (6/6) siang.
Menurut Kabid Promosi dan Marketing, Sasongko Iswandaru, makna logo Porda DIY XIV berupa bangunan Tugu yang diselimuti dengan logo Keraton Yogyakarta yang menjadi identitas keistimewaan DIY pada bagian atas tugu, serta bentuk gunungan wayang kulit pada bagian tengah yang selama ini menjadi sarana hiburan bagi masyarakat khususnya DIY. Wayang kulit ini merupakan seni pertunjukan tradisional yang menunjukkan sinergi antara senimannya seperti dalang, sinden, hingga pemusik karawitan.
Sedangkan maskot Porda DIY XIV berupa Kuda Lumping, menurut Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Bantul, Sapto Priyono, mengacu pada bentuk latihan prajurit pada zaman dahulu. Kuda Lumping dimanfaatkan untuk mengelabui penjajah Belanda supaya tidak dicurigai, kemudian dikemas menjadi suatu kesenian tari yang dikenal dengan nama kuda lumping.
“Maskot ini kesannya kuat, tegas, perkasa, ksatria, dan sebagainya, yang diharapkan dapat memberikan motivasi dan semangat kepada atlet yang akan berlaga di PORDA DIY XIV 2017. Kami berterimakasih maskot kuda lumping bisa diterima,” kata Sapto.
Perolehan medali sementara hingga pukul 15.00 WIB, Jumat (28/7), adalah :
1. Bantul: emas (1), perak (2), perunggu (1)
2. Sleman: emas (2), perak (1), perunggu –
3. Yogyakarta: emas (1), perak (1), perunggu (1)
4. Gunung Kidul: emas (3), perak (2), perunggu (3)
5. Kulon Progo –
Pada Porda DIY XIII tahun 2015, kontingen Kabupaten Bantul menjadi juara umum dengan mengantongi 125 medali emas, 105 medali perak, dan 132 medali perunggu. Kemudian disusul kontingen Kabupaten Sleman dengan 125 medali emas,105 perak,dan 129 perunggu. Disusul kemudian kontingan Kota Yogyakarta dengan 112 emas, 117 perak, dan 129 perunggu. Peringkat berikutnya adalah kontingan Kabupaten Kulonprogo dengan 23 emas, 39 perak, dan 74 perunggu. Kemudian kontingen Kabupaten Gunungkidul berada di posisi terbuncit dengan 21 emas, 40 perak, dan 53 perunggu.. Gelar juara umum untuk Kabupaten Bantul kian lengkap dengan gelar atlet terbaik Porda XIII 2015 yang jatuh pada pemanah kakak beradik Rahmat Sulistyawan dan Titik Kusuma Wardani. Keduanya mempersembahkan total 11 emas bagi Kabupaten Bantul pada ronde Nasional, 6 emas disumbang Rahmat Sulistyawan dan 5 emas disumbang Titik Kusuma wardani yang juga pemanah andalan DIY di PON Jawa barat.
Hari ini, Sabtu (29/7), sekitar pukul 14.00, Porda DIY XIV tahun 2017 akan dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur DIY, Paku Alam X, di Stadion Sultan Agung, Bantul.
