HarianBernas.com – Taufan Teguh Akbari, MSi bercerita bahwa dulu sering sekali membaca buku terkait cerita perjuangan para pendiri bangsa dalam membangun serta mempertahankan negeri ini dari segala ancaman. Melalui perenungan yang panjang, akhirnya ia sadar bahwa anak muda harus berjuang dan berkontribusi sesuai dengan kondisi zamannya dan disesuaikan dengan kekuatan diri masing-masing.
Perubahan nyata perlu dilakukan dengan tindakan nyata yang dilakukan secara fokus dan konsisten. ?Ketika itu, tahun 2010, saya diajak oleh salah seorang sahabat saya Billy Boen (Founder Komunitas Young On Top) untuk membangun komunitas Young On Top Campus Ambassador. Komunitas ini memiliki komitmen kuat untuk membentuk dan memperkuat karakter generasi muda Indonesia. Di sana, saya bermanuver dan berkarya untuk akhirnya menemukan talenta anak muda terbaik bangsa yang berasal dari lintas bidang. Setelah itu, saya sempat berkontribusi di komunitas Perhumas Muda Jakarta. Tahun 2013, sempat menerbitkan buku tentang kepemudaan yang berjudul Proud and Rise hingga akhirnya mengambil kajian kepemimpinan muda sebagai topik dari disertasi dan penelitian akhir. Semua proses tersebut menjadikan saya semakin mantap untuk berjuang dikajian kepemudaan, kepemimpinan, pendidikan dan komunitas,? ungkapnya ke Bernas (19/6).
CEO & Founder Inspirasi Dosen ini menjelaskan tentang alasan terus menekuni bidang pekerjaan sampai sekarang ini. ?Pendidikan, kepemudaan, dan kepemimpinan merupakan bidang yang saya suka, bisa dibilang ini passion saya. Kenapa? Melalui bidang ini, saya bisa terus belajar, ketemu berbagai anak muda hebat, mendapat inspirasi, serta energi positif setiap saat. Melalui bidang ini, saya dapat menikmati dan menemukan arti hidup yang sebenarnya. Hal ini disebabkan karena adanya ruang pembelajaran tanpa batas. Selain itu, saya juga percaya bahwa kunci kualitas peradaban suatu bangsa dan negara di masa yang akan datang ada di pundak para pemuda masa kini yang sedang berjuang,? tuturnya.
Untuk permasalahan yang paling sering dihadapi dalam pekerjaan, Initiator & Co-Founder Rumah Millennials ini menyebut tentang permasalahan internal dan time management terkait berberapa kegiatan. Cara menyikapinya, tetap tenang dan fokus, serta menyusun daftar prioritas dan valuasi kegiatan yang dihadapi. ?Permasalahan eksternal, beberapa kali menemukan partner kolaborasi yang tidak berkontribusi maksimal dan ketidakkonsistenan komitmen anggota organisasi karena bersifat kerelawanan. Cara saya menyikapinya dengan terus perform dan membuktikan bahwa suatu karya hanya bisa dihasilkan dengan komitmen yang kuat dan proses yang natural. Walk the talk and just perform!? jelasnya.
Untuk tantangan pekerjaan ke depan, penulis buku ?Proud and Rise? ini menyebut terkait kemajuan teknologi, kecepatan kualitas dalam bekerja, dan produk kecerdasan buatan yang akan banyak menggantikan peran dan fungsi manusia dalam berbagai hal. ?Cara menyikapi dengan menjadi Lifetime Student, mempergunakan setiap waktu dan kesempatan yang ada untuk belajar dan beradaptasi terhadap pembaharuan gaya hidup ala digital dan sharing economy,? imbuhnya.
Master Corporate Communication ini meyakini bahwa bidang yang digeluti ini penting dilakukan dan dibagikan kepada masyarakat. ?Pendidikan, Kepemudaan, dan Kepemimpinan merupakan fondasi sebuah kondisi bangsa untuk bisa berubah ke arah yang lebih baik. Isu pendidikan perlu terus dibicarakan agar dapat mencetak para generasi muda yang lebih produktif dan berkualitas. Isu kepemudaan, bagaimana letak nasib suatu bangsa dilihat dari apa yang para pemuda lakukan di masa mudanya dan faktor kualitas kepemimpinan yang baik dapat menentukan arah kiblat keadaan menjadi lebih baik atau sebaliknya. Masyarakat perlu turut serta dan turun tangan dalam ketiga hal ini apabila Indonesia ingin terus lebih baik dari saat ini,? bebernya.
Sarjana Komunikasi ini membangun habit khusus selama ini untuk mendukung pekerjaannya. ?Mencari teman baru dan diskusi yang konstruktif melalui berbagai kegiatan di akhir pekan. Menggunakan waktu luang untuk belajar diberbagai pelatihan yang diselenggarakan lembaga non formal atau informal. Rajin datang ke berbagai seminar dan pelatihan untuk menambah pengalaman, wawasan dan teman baru,?jelasnya.
Pengagum sosok Barack Obama ini membagikan inspirasi dan sarannya kepada orang yang membaca kisahnya ini. ?Untuk mencapai kehidupan yang baik dan berkualitas, semuanya butuh pengorbanan (materi, waktu dan perasaan), kerja keras, fokus, konsisten, dan pantang menyerah. Tidak ada yang instan apabila ingin mendapat kehidupan yang baik. Orang lain tidak ada menjamin masa depan yang baik untuk kita, mereka tidak akan memberikan panggung dan kesempatan begitu saja kepada kita. Kita yang mengusahakan agar dapat kehidupan sesuai versi yang kita inginkan. Zaman semakin kompetitif, semuanya harus diusahakan dengan perjuangan yang kuat. No pain, No Gain! Untuk saran, pastikan Anda tahu apa yang sedang dilakukan, apa tujuannya, kenapa melakukan hal tersebut, siapa yang bersama Anda, dan siapa yang akan merasakan manfaat/dampak dari apa yang Anda lakukan saat ini. Ibarat kita melakukan sebuah perjalanan selain mengetahui kemana kita akan menuju, kita juga harus tahu kenapa kita kesana dan bagaimana cara menuju ke sana. Dengan mengetahui alasan kenapa kita harus sukses, biasanya motivasi internal akan senantiasa terjaga dan semangat pantang menyerahlah yang akan mengantar kita menuju kesuksesan,? ucap urainya panjang.
Kandidat Doktor dari Universiti Sains Malaysia ini membocorkan project dalam waktu dekat dan impiannya ke depan. Untuk project, segera menuntaskan program studi doktoral. Mempublikasikan paper ilmiah (jurnal) dan pengabdian masyarakat mengenai kajian Youth Studies & Leadership. Membangun Rumah Millennials melalui berbagai program dan kegiatan positif bagi pemuda/ Indonesia. Membuat kampanye #MillennialsProject2020 sebagai kegiatan utama dari Rumah Millennials di tahun 2020. Untuk impian terbesa ke depannya, membangun Yayasan Pemberdayaan dan Sekolah Kepribadian bagi pemuda yang bermanfaat bagi keberlangsungan generasi muda di Indonesia. Membuat film dan bertindak sebagai produser film yang memproduksi berbagai film yang bernuansakan kepemudaan, optimism, dan perjuangan hidup,? pungkasnya.
