HarianBernas.com ? Sudah menjadi pengetahuan umum kalau orang-orang yang sudah berusia tua hanya memiliki waktu tidur yang pendek dan sering terbangun di tengah malam. Selama ini tidak ada yang tahu secara pasti mengapa fenomena tersebut bisa terjadi. Namun hasil penelitian ini mungkin bisa membantu menjawab alasan di balik pendeknya waktu tidur orang-orang tua.
Menurut Charlie Nunn dari Duke University di AS, pendeknya waktu tidur yang dimiliki oleh orang tua ada kaitannya dengan hasil evolusi perilaku manusia selama beberapa ribu tahun. Pendapatnya tersebut dibuat setelah ia bersama para rekannya melakukan penelitian kepada suku tradisional Hadza yang mendiami Tanzania utara.
Penduduk suku Hadza dipilih sebagai subyek penelitian karena pola hidup mereka masih didominasi oleh aktivitas berburu dan meramu. Aktivitas yang selama ini diidentikkan dengan cara hidup masyarakat prasejarah.
Dalam penelitian ini, sebanyak 33 pria dan wanita suku Hadza yang berusia antara 20 hingga 60 tahun diminta memakai semacam gelang pemancar sinyal. Gelang tersebut digunakan untuk memantau pergerakan mereka ketika malam sudah tiba. Pengamatan kepada para anggota suku Hadza dilakukan selama 20 hari.
Pengamatan yang dilakukan oleh Nunn dan rekan-rekannya menemukan bahwa selama pengamatan dilakukan, hampir selalu ada anggota suku yang terbangun di tengah malam untuk melakukan bermacam-macam aktivitas. Dari 220 jam waktu pengamatan, hanya sebanyak 18 menit seluruh anggota suku tidur secara bersama-sama.
Tim peneliti pimpinan Nunn juga menemukan bahwa penduduk berusia 50 tahun ke atas cenderung pergi tidur dan bangun lebih awal dibandingkan penduduk yang berusia di bawah 40 tahun. Individu yang berusia muda cenderung lebih sering terjaga pada malam hari. Sementara individu yang berusia tua lebih banyak terjaga ketika fajar menyingsing.
David Sampson yang juga terlibat dalam penelitian ini lantas berpendapat bahwa fenomena ini timbul sebagai cara agar suatu kelompok masyarakat senantiasa berada dalam kondisi waspada meskipun hari sudah gelap. Perilaku tidur dengan waktu yang selang-seling tersebut kemudian ikut diturunkan dan sisa-sisa perilakunya masih dapat dijumpai pada generasi modern yang sudah berusia senja.
