HarianBernas.com – Bahari Antono, ST, MBA sejak tahun 2004 mendirikan HRD Forum, sebuah lembaga konsultan dan pelatihan. HRD Forum memiliki spesialisasi di bidang HR dan People Development.
?Saya sebagai Founder HRD Forum bertugas mengarahkan, mengelola, dan memastikan bahwa HRD Forum dapat terus berkontribusi bagi peningkatan kualitas HR dan SDM di Indonesia. HRD Forum sendiri saat ini dimanajemeni oleh seseorang yang saya angkat sebagai direktur sehingga jika ditanya apa profesi saya, saya adalah pemilik lembaga pelatihan dan Konsultansi HR yang bernama HRD Forum, juga sebagai HR Consultant sekaligus Trainer. Terkadang juga diminta untuk menjadi coach saat ada klien yang meminta saya memberikan coaching buat karyawannya,? ungkapnya ke Bernas (29/5).
HR Consultant ini juga menekuni bidang kepenulisan meski baru saja dilakoni.
?Saya baru saja menulis buku berjudul 1 Miliar Rupiah Pertama dari Bisnis Training yang sudah diterbitkan PT.Gramedia Pustaka Utama dan buku ini sudah dapat ditemui di toko-toko buku Gramedia. Buku ini berisi informasi, tips, strategi bagaimana memulai dan mengelola bisnis seminar, bisnis pelatihan dan bisnis training agar mampu bertahan, tumbuh dan menguntungkan bagi pelakunya juga manfaat positif bagi seluruh pesertanya. Saya tuliskan dari pengalaman saya mengelola HRD Forum selama 13 tahun sejak tahun 2004, tuturnya.
Sarjana Teknik Sipil ini menceritakan titik balik kehidupannya sehingga menjadi seperti sekarang ini. Selepas wisuda S1, ia diterima bekerja di sebuah perusahaan otomotif terbesar di Indonesia dan berkantor di Jakarta.
?Pekerjaan yang tidak sesuai dengan jalur pendidikan saya tentunya. Sekian tahun di perusahaan tersebut, saya keluar. Selepas keluar dari perusahaan tersebut, saya mencoba bekerja di Lembaga Teknologi Fakultas Teknik Universitas Indonesia, mencoba untuk kembali ke jalur profesi yang sesuai dengan pendidikan. Saya menjadi Konsultan Sipil , tetapi hanya untuk beberapa saat karena ternyata saya merasakan passion saya bukan di sini. Selanjutnya, saya keluar lagi lalu masuk bekerja di perusahaan otomotif lainnya. Di perusahaan otomotif inilah saya memiliki kesempatan menjadi praktisi HR. Tantangan baru, ilmu baru dan semangat baru. Di perusahaan inilah keinginan untuk belajar HR begitu besar,? terangnya.
Untuk itu, di tanggal 21 Maret 2004, ia putuskan membuat HRD Forum dan fokus di sana hingga saat ini.
?Saya memulainya pun setahap demi setahap, dimulai dengan membuat grup diskusi HR, beberapa bulan kemudian mulai mencoba pertemuan sharing session dan terus berlanjut, hingga kini menjadi pelatihan, konsultasi, pendampingan kepada banyak klien di seluruh Indonesia,? katanya.
Alumni Universitas Indonesia ini membeberkan pengalaman uniknya di pekerjaan.
“Banyak sekali pengalaman unik yang saya temui, mulai dari yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan atau menyedihkan. Pengalaman unik yang cukup menyenangkan buat saya, yaitu saat memberikan pelatihan, ternyata yang hadir di kelas adalah seorang yang bergelar Dr, bahkan ada yang bergelar Profesor. Bagaimana rasanya? Tentu deg-degan, ha ha ha? tetapi menyenangkan. Pengalaman unik yang cukup menyedihkan, pernah suatu kali kami diundang oleh klien untuk datang ke perusahaannya. Tanggal dan jam sudah ditentukan. Satu hari sebelum tanggal tersebut team HRD Forum sudah menghubungi kembali sebagai reminder bahwa besok kami akan datang meeting ke perusahaannya, yang bersangkutan pun mengiyakan dan dia pun kembali menyebutkan alamat perusahaannya agar kami tidak salah alamat. Pagi-pagi saya dan tim pun berangkat menuju kantornya. Di tengah jalan, seperti biasa saya meminta salah satu staf saya untuk menghubungi sang klien untuk mengabarkan bahwa Kami sudah jalan menuju ke kantornya. Tetapi, jawaban yang kami terima sungguh sangat menyedihkan, yaitu bahwa beliau meninggal dunia pagi itu,? bebernya.
Master Bisnis Adminitrasi ini menjelaskan tentang alasan menekuni bidang pekerjaannya sampai sekarang ini.
?Ternyata bidang ini sesuai dengan passion diri saya. Di bidang ini, saya banyak bertemu orang-orang baru sehingga setiap hari mendapatkan teman dan sahabat baru. Ilmu tak akan habis walaupun setiap hari saya berikan kepada banyak orang. Malah sebaliknya yang saya dapati, ilmu saya justru semakin banyak, yang justru saya dapatkan dari peserta training yang hadir dalam kelas-kelas pelatihan saya. Sebagian orang sering membisikkan kepada saya bahwa ini pekerjaan yang juga diganjar dengan PAHALA karena membuat orang menjadi lebih pintar,? jelasnya.
Untuk permasalahan yang paling sering dihadapi, alumni Institut Teknologi Bandung ini menjawab bahwa permintaan klien-klien, apakah inhouse training ataupun pendampingan dari berbagai daerah memakan waktu yang tidak sedikit.
?Katakan ada permintaan dari klien di Indonesia Timur. Katakan permintaan inhouse training, durasi dua hari pelatihan maka waktu yang kita konsumsi adalah empat hari. Satu hari digunakan untuk menuju ke sana, satu hari lagi untuk kembali ke Jakarta. Kadang terpikir untuk menyiapkan trainer dan konsultan di setiap daerah, tetapi ini yang masih belum bisa saya lakukan,? ujarnya.
Untuk tantangan pekerjaan ke depan, penyuka hobi bermain catur ini menjawab berubahnya tren teknologi yang begitu cepat.
?Siapapun harus mencermatinya, begitu pun Saya harus terus mencermati perubahan teknologi yang begitu cepat. Jika bicara persaingan, tentu persaingan itu selalu ada, dan kita harus siap untuk itu. Menyikapi hal tersebut, saya selalu mempelajari hal-hal baru terkait pergerakan dan perkembangan teknologi informasi, setidaknya saya tidak tertinggal informasi-informasi terbaru,? tukasnya.
Trainer ini meyakini bahwa bidang digeluti ini penting dilakukan dan dibagikan kepada masyarakat.
?Indonesia masih banyak membutuhkan tenaga kerja yang kompeten yang harus mampu memberikan kontribusi positif kepada perusahaan, organisasi ataupun kepada Negara kita Indonesia tercinta ini? ucapnya.
Founder HRD Forum ini memberikan inspirasi dan sarannya kepada orang lain yang membaca kisahnya ini.
?Saya ingin semua orang memiliki semangat dan pantang menyerah. Action! Action! Action! Jika menginginkan sesuatu, mulailah dari sekarang juga, jangan menunda. Tetapkan tujuan, lalu raihlah. Untuk saran, perlu kejelasan tujuan, tahu apa yang ingin dan harus dilakukan. Selanjutnya, take action. Belajar dari orang yang dianggap ahli itu penting. Setidaknya kita akan mendapatkan tips dan strategi dari orang-orang yang telah lebih dahulu melakukan dan mengalaminya,? bebernya.
Coach ini membocorkan rencana dalam waktu dekat dan impiannya ke depan.
?Buku saya yang berjudul 1 Miliar Rupiah Pertama dari Bisnis Training telah terbit dan dapat ditemui di toko menjadi bagian dari rencana saya, yaitu memberikan dan membagi pengalaman saya dalam mengelola bisnis pelatihan kepada sebanyak mungkin orang. Dari buku akan saya lanjutkan dengan membuka kelas pelatihannya. Semoga dikemudian hari semakin banyak bermunculan anak-anak muda yang mampu membangun bisnis pelatihan di Indonesia bahkan kelas dunia. Untuk impian ke depan, saya ingin sekali menjadi katalisator dalam peningkatan kompetensi SDM di Indonesia dan hal ini sudah saya lakukan dan perankan sejak tahun 2004 hingga saat ini. Impian terbesar, ingin bisa lebih berkontribusi positif bagi bangsa dan Negara Indonesia,? pungkasnya.
