HarianBernas.com – Ketut Mudi bercerita tentang pengalaman berada pada keluarga yang kurang mampu pada masa kecil memberikan dorongan yang sangat kuat untuk menjadi lebih baik dan berhasil tanpa melihat kekurangan diri. Ia pun hanya berfokus pada kelebihan diri dan pengembangan diri yang tidak pernah berhenti.
Baginya, kelahiran tidak bisa dipilih. Hal itu yang selalu ada dalam pikirannya karena terlahir pada keluarga yang kurang mampu sehingga sekolah sampai ke jenjang universitas rasanya sangat tidak mungkin. Namun, dengan ketekunan dan kerja keras tanpa melihat latar belakang keluarga, ia akhirnya menyelesaikan gelar sarjana meski waktu kecil ia hanya berfikir bisa hidup dengan layak saja sudah lebih dari cukup tanpa berpikir ke jenjang yang lebih tinggi.
?Saat baru lulus sarjana beberapa tahun yang lalu, saya bekerja di sebuah biro perjalanan yang mana saya hanya menjadi karyawan terbawah dengan gaji hanya cukup untuk beli makan selama setangah bulan. Tentunya, saya tidak pernah merasa percaya diri apalagi berhadapan dengan para senior yang menurut kaca mata saya mereka itu cukup menunjukan keangkuhan. Di situlah saya menantang diri saya untuk cepat berkembangan dan menguasai beberapa keahlian sehingga kepercayaan diri saya tumbuh secara perlahan. Hal itu saya terus pupuk dengan bekerja di beberapa perushaan secara part time sehingga ketrampilan saya bertumbuh tanpa saya sadari,? ungkapnya ke Bernas (8/8).
Director of Human Resources di The Legian Bali ini telah menekuni dunia Human Capital sejak 13 tahun yang lalu. Baginya, bidang yang ditekuni menuntut kemapanan jiwa dan menyenangi orang lain. Hal itu ternyata ada pada dirinya sehingga pekerjaan ini ditekuninya selama bertahun-tahun selain mengisi waktu saya dengan mengajar, sebagai motivator sekaligus sebagai trainer juga.
Sekarang, ia mengelola usaha kecilnya sendiri yang mana masih tetap bergerak pada people development. ?Jadi saya banyak mengembangkan diri pada pelatihan sehingga saya sekarang mengembangkan diri pada Training Consultant. Training consultant yang saya kembangkan sejak 2 tahun yang lalu adalah Bali Training Consultant yang mana saya sebagai creatornya sekaligus sebagai pengajar utama,? tuturnya.
Untuk permasalahan yang paling sering dihadapi, motivator ini menjawab bahwa menurut pandangannya, hidup ini identik dengan masalah sehingga setiap saat wajar saja kalau kita akan berhadapan dengan masalah.
?Kalau saya berhadapan dengan masalah berarti saya berhadapan dengan hidup saya, jadi tidak usah panik, nikmati dengan kenikmatan. Percaya semua masalah akan selesai. Untuk tantangan ke depan, saya pasti masih akan tetap mengembangkan diri saya pada jalur yang saya tekuni. Tantangan pasti ada, tetapi saya tidak pernah menghayal apa itu tantangan yang akan datang, yang penting kita siapkan diri dengan selalu menjaga kualitas diri,? paparnya.
Ia pun meyakini bahwa bidang yang digeluti ini penting dilakukan dan dibagikan kepada masyarakat. ?Karena saya menekuni masalah manusia dan pengembangan mereka, baik secara personal dan professional, tentunya hal ini penting sekali karena setiap orang perlu berkembang untuk mencapai posisi tertinggi pada bidangnya. Tentunya dalam perkembangan mereka butuh bantuan berupa bimbingan, motivasi, konseling, dan sebagainya. Hal itulah yang saya tekuni karena dengan menekuni hal tersebut secara tidak langsung kita juga beribadah, membantu sesama yang mmembutuhkan,? katanya.
Trainer ini pun membangun habit khusus untuk mendukung pekerjaannya. ?Siapa kita? Pertanyaan tersebut sangat identik dengan apa yang kita lakukan secara berulang-ulang dalam jangka waktu yang panjang. Untuk itu, kebiasaan yang saya bangun saat ini adalah berbuat untuk manusia dan pengembangan mereka. Untuk mengembalikan mood bekerja, bersyukurlah kita bisa bekerja. Itulah hal yang sangat penting yang perlu kita ingat sehingga saat kita mengalami kelelahan, baik fisik maupun mental akan cepat bisa pulih jika kita selalu ingat dengan bersyukur. Kecenderungan yang sering terjadi adalah manusia cenderung mengeluh, bukan bersyukur sehingga mereka akan sering mengalami bad mood,? terangnya.
Pendidik ini membagikan inspirasinya kepada orang lain yang membaca kisahnya ini. ?Sebuah inspirasi kecil, jangan pernah memandang kita adalah mahkluk tidak sempurna. Kita adalah makhluk sempurna sehingga kita akan selalu menuntut diri kita menjadi sempurna. Artinya, kita akan selalu menuntuk diri kita ada pada kualitas dan performa terbaik. Untuk saran, setiap orang berhak untuk sukses di bidangnya. Kalau ada orang gagal pada bidang yang ditekuni pasti ada yang salah, yaitu mereka tidak bener-bener menekuni atau malah kurang fokus. Jadi, siapa saja yang ingin sukses harus tekun, fokus, dan berinovasi,? tukasnya.
Terkait lingkungan memengaruhinya hingga menjadi seperti sekarang, pendiri Bali Training Consultant ini menjawab bahwa lingkungan sering dijadikan kambing hitam bila orang tidak sukses dalam menjalani kehidupannya. Baginya, lingkungan tidak banyak berpengaruh. Yang terpenting, kita tahu diri kita. Artinya, kita tahu potensi kita yang harus kita kembangkan. Untuk pencapaian yang paling membanggakannya, saya hampir tidak pernah melihat pencapaian yang paling membanggakan buat saya karena saya melihat pencapaian saya setiap hari. Artinya, di akhir hari, saya sering menanyakan pada diri saya, apa pencapaian saya hari ini,? ucapnya.
Untuk yang memiliki peran atas apa yang dicapai saat ini, penyuka hobi berkebun dan menanam ini menyebut banyak rekan-rekan baiknya dari kalangan professional atau rekan business yang sangat inspiratif sehingga hal itu menggugahnya untuk selalu berpikir kreatif dengan memanfaatkan potensi diri. Ia pun membagikan motto hidupnya, yaitu Menjadilah Inspirasi bagi Orang Lain. ?Karena bila kita bisa menginspirasi orang lain berarti kita sudah melakukan ibadah tertinggi,?imbuhnya.
Pengagum sosok Soekarno ini membocrokan rencana dalam waktu dekatnya dan impiannya ke depan. ?Rencana jangka pendek saya adalah mengembangkan dan membesarkan Bali Training Consultant yang saya kreasikan sejak 2 tahun yang lalu dan sekarang sedang bertumbuh dan berkembang dengan baik. Untuk impian terbesar ke depannya, sampai saat ini saya bermimpi untuk bisa mencapai financial freedom segera sehingga saya bisa berhenti bekerja,? pungkasnya.
