Bernas.id – Seno Wibowo memiliki pengalaman sebagai trainer selama lebih dari 30 tahun. Memulai karirnya pada tahun 1992 sebagai Marketing Executive dan berhasil mengembangkan sebuah departemen baru bernama Agency Training and Education pada tahun 1994 ketika itu di tempatnya bekerja di Bringin Life.
Pada tahun 1997, ia juga berhasil mengembangkan organisasi itu menjadi tim yang kuat dengan didukung 14 staff lengkap dengan kurikulumnya untuk Agency Sales.
Pada tahun 1999 hingga 2012 ia juga pernah mengabdi di Cigna Life dan Commonwealth Life hingga akhirnya ia memilih bekerja sebagai pelatih lepas dan konsultan untuk Kursus Perencanaan Keuangan, Pelatih Eksklusif untuk Markplus Institute of Marketing dan, Fasilitator untuk Pelatihan Outbound atas nama Kumbolo. Total, dia sudah memimpin pelatihan untuk 10.000 peserta pelatihan.
Pada bulan Januari 2015, ia juga membangun dan mengembangkan CALL Enterprise sebagai Founder and General Partner, serta merangkap karir baru sebagai Subject Matter Expert and Senior Instructur yang Ditunjuk oleh Avatar Global Consult sejak Februari 2015. Ketika ditanya Bernas bidang profesi yang ditekuni, ia menyebut sejumlah bidang profesi seperti Sales Trainer, Public Speaker, Motivator, Financial Planner, Outbound Facilitator, dan Konsultan Manajemen khususnya di Bidang Asuransi Jiwa.
Pemilik cita-cita ingin menjadi arsitek ketika masih kecil ini menyebut bahwa tim yang mampu secara efektif merealisasikan penugasan dan atasan yang memberikan delegasi wewenang dan kebebasan berkreasi merupakan pihak-pihak yang berperan atas apa yang dicapainya saat ini. Untuk titik baliknya menekuni pekerjaan trainer, ia menjawab Ketika memimpin kegiatan OPSPEK (Orientasi Program Studi dan Pengenalan Kampus) di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia tahun 1988 dan menjadi Ketua Seksi Acara. ?Pada momen tersebut saya merasa berbicara di depan publik merupakan hal yang sangat menyenangkan dan membangggakan,? imbuhnya.
Untuk pengalaman unik selama menekuni pekerjaan sebagai trainer, Founder CALL Enterprise ini menyebut bahwa ia mengajar di kelas di Surabaya dengan pesertanya yang memiliki pengalaman tahunan sebagai sales. ?Pada situasi ketika pertama kalinya mengajar di kelas tahun 1993. Dari dua dua puluh lima (25) orang peserta, tujuh belas (17) di antaranya sudah berpengalaman sebagai sales asuransi dan satu di antaranya sudah berpengalaman 17 tahun. Sangat menantang melayani dan berbagi untuk orang yang lebih senior,? katanya.
Kesukaannya bertemu banyak orang dan berbagi pengalaman serta ilmu menjadi alasannya terus menekuni bidang pekerjaan sampai saat ini. Untuk permasalahan yang sering dihadapi, ia menyebut bahwa komplain dari trainee ketika di kelas mengajar. ?Komplain kepada perusahaan dari peserta di kelas training. Kiatnya, direspons secara wajar karena mereka butuh didengarkan dan diakomodir opininya. Untuk tantangan ke depan dalam pekerjaan, era globalisasi, perkembangan teknologi digital, perilaku dan gaya hidup generasi Millinea. Kiatnya, menyiapkan E-Learning dan menerapkan metode pelatihan yang disesuaikan dengan gaya kelompok Millennial, yaitu cepat, mudah, praktis, dan kemudahan akses,?jelasnya.
Financial Planner ini pun meyakini bahwa beragam bidang pekerjaannya penting dilakukan dan dibagikan kepada masyarakat. ?Membagi ilmu dan keterampilan pada gilirannya akan mendatangkan value bagi banyak orang, antara lain kesejahteraan dan kemakmuran. Untuk habit khusus yang dibangun untuk mendukung pekerjaan, selalu tepat waktu, bekerja berdasarkan prioritas, pantang menunda pekerjaan, dan life balancing,? tukasnya.
Fasilitator ini membagikan inspirasi dan sarannya kepada orang yang membaca kisahnya ini. ?Untuk inspirasinya, Learning is Never Ending Process. Untuk saran, belajarlah dari siapa saja tanpa batas usia, bahkan kepada anak kecil sekalipun. Suatu kali anak saya yang ketika itu masih berusia 5 tahun mengingatkan saya untuk tidak makan/minum sambil berdiri! Dan dari hasil googling, saya peroleh informasi tentang bahayanya minum sambil berdiri,? bebernya.
Berbagai macam aktivitas seperti refreshing dengan travelling, musik dengan bermain gitar, dan olahraga misal futsal, bilyar, dan renang menjadi pilihannya untuk mengembalikan mood agar kembali bersemangat bekerja. Untuk sosok yang diidolakan dan membuat termotivasi, ia menjawab sosok Alm Ayahnya. ?Almarhum ayah kandung, sebab beliau ulet, sabar, disiplin, pantang menyerah, workaholic, dan bertanggungjawab,? imbuhnya.
Lingkungan pun diakuinya mempengaruhinya hingga membuatnya dirinya menjadi seperti sekarang ini. ?Lingkungan bisnis asuransi jiwa membentuk kepribadian dan karakter positif antara lain jiwa kompetitif. Lingkungan ini juga mendukung perkembangan diri saya dan menjadi tempat untuk menyalurkan hobi sekaligus pekerjaan sebagai trainer, konsultan dan public speaking. Untuk pencapaian yang membanggakan, pernah membangun sesuatu yang belum ada menjadi ada, antara lain membangun dan mengembangkan Bagian Diklat di Bringin Life pada tahun 1993 dan mengembangkan staf hingga memperoleh jenjang karir yang bahkan jabatannya (di perusahaan lain) melebihi saya saat ini,? terangnya.
Dikatakannya, hobi sepak bolanya mengajarkan kepada dirinya tentang team work dan survival, lalu bilyar mengajarkannya untuk tekun, sabar, dan fokus, serta renang mengajarkannya balancing dan koordinasi. Ia pun membagikan mottonya untuk pembaca Bernas. ?Penting memahami ketidaksempurnaan orang lain secara sempurna. Alasannya, memahami orang lain penting untuk mengembangkan hubungan yang baik sehingga pada gilirannya menghasilkan value, yaitu friendship, trust, engagement, dan team work,? imbuhnya.
Untuk penghargaan yang pernah diperoleh, ia menyebut pernah meraih International Trip Qualifier ke Hongkong dan LA, yaitu award dari Cigna Life tahun 2001 karena melebihi target penjualan tahun 2000. Untuk project dalam waktu dekat, ia ingin meneruskan pekerjaan sebagai konsultan. ?Meneruskan pekerjaan sebagai konsultan ketika pensiun dari BNI Life pada tahun 2021 dan membuka usaha kecil untuk menciptakan lapangan kerja. Untuk impian, terbesar ke depan, membuka kelas pendidikan untuk anak yatim,? pungkasnya.
