Bernas.id – Muhammad Imran menceritakan bahwa Almarhum Ayahnya menjadi sosok yang berperan atas apa yang dicapainya saat ini karena telah memberikan basis ilmu pengetahuan dan bisnis kepadanya sejak usia SD. Kala itu, dengan ayahnya, ia sering diajak diskusi mengenai dinamika perekonomian dan bisnis, baik dengan materi dari koran, majalah, atau berita televisi. Bahkan, titik balik proses kehidupannya juga berasal dari perjalanan bisnis sang Ayah sehingga menjadi seperti sekarang ini. ?Kebangkrutan bisnis Alm Bapak membuka mata saya bahwa dinamika bisnis bergerak sangat cepat sekali. Siapa yang tidak bisa berubah mengikuti roda jaman, akan digilas oleh jaman. Ayah saya bangkrut di tahun 1997, 1 tahun sebelum krisis moneter Indonesia,? ungkapnya ke Bernas (9/8).
Saat ini, pengagum sosok Mohammad Hatta ini menekuni pekerjaan sebagai CEO dari Data Driven Asia, CEO dari Samudera Resources Indonesia, dan Chief of Data dari Evotek. Tak disangka, ia dulu pun pernah bekerja sebagai pelayan cafe di kampusnya ketika masih kuliah dan menjadi pengalamanberkesannya dalam perjalanan hidupnya. ?Sewaktu saya kuliah di UGM, saya nyambi jadi pelayan restoran & Cafe UC UGM. Pengalaman uniknya, kadang saya harus membawakan makanan pesanan yang di pesan oleh temen kuliah saya sendiri atau kadang membawakan makanan yang di pesan oleh dosen saya. Ada rasa minder, tapi percaya diri sajalah,? tuturnya.
Dikatakannya, alasan terus menekuni bidang IT (Information and Technology) sampai sekarang ini karena suka dengan data. Dinamika data sungguh menarik untuk dianalisa dan dibuat benang merahnya dari satu dinamika data ke dinamika data lainnya. Tak selalu berjalan mulus, ia juga sering menemui permasalahan yang paling sering dihadapi dalam pekerjaannya, yaitu kekurangan tenaga IT/Developer. ?Seringkali, sebuah proyek IT penyelesaiannya tertunda karena kekurangan tenaga IT. Menyikapi hal ini, saya kadang meng-outsource sebuah pekerjaan ke India atau Vietnam. Untuk tantangan ke depan, saya akan menghadapi serbuan perusahaan-perusahaan ASEAN. Untuk meyikapi hal tersebut, saya memperkuat team divisi R & D agar bisa menghasilkan produk yang sesuai dengan tantangan bisnis,? jelasnya.
Peraih #1 WINNER INDOSAT IWIC 2011 untuk Best Mobile App for Mobile Commerce Platform ini mejelaskan bahwa bidang pekerjaan digeluti ini penting dilakukan dan dibagikan kepada masyarakat. ?Data science penting untuk di kuasai. Dengan penguasaan terhadap data science, kita bisa memetakan masalah dan tangtangan dengan lebih detail dan menciptakan solusis-solusi yang sesuai. Yang termasuk ke dalam data science adalah Big Data, Machine Learning, Artificial Intiligence. Bidang ini menjadi sebuah tantangan sekaligus peluang. Tantangan untuk di kuasai oleh Indonesia dan peluang bagi Indonesia untuk membangun produk-produk berbasis data science,? terangnya.
Penyabet #1 WINNER IN ESSAY ENTREPRENEURSHIP MEKARBIZ membangun habit khusus selama ini untuk mendukung pekerjaannya. ?Rutin membaca setiap hari dan rutin mengolah data-data skala besar di setiap weekend. Dengan rutin membaca setiap hari, saya bisa mendapatkan asumsi dari peristiwa yang terjadi dan setiap weekend saya menguji asumsi tersebut via analisa data-data. Salah satu asumsi yang saya uji adalah penyebab mengapa akhir-akhir ini ada angapan daya beli menurun? Saya menguji asumsi dari Pak Rhenald Kasali ( Ekonom UI ), yaitu telah terjadi perubahan pola belanja masyarakat dari offline ke online dan asumsi kedua dari Pak Tony A Prasetiontono (Ekonom UGM) yang mengatakan bahwa masyarakat sedang menahan uang atau memilih menabung. Saya menguji dua asumsi tersebut dengan menggunakan data-data dari BPS, Statista dan lain-lain,? urainya.
Chief of Data EVOTEK ini memberikan inspirasinya kepada orang lain yang membaca kisahnya ini. ?Dengan Ilmu, integritas dan kerja keras, apapun impian kita bisa dicapai. Saya waktu SMP, bisnis orang tua bangkrut, waktu SMA Ibu saya meninggal, dan waktu kuliah bapak saya meninggal. Saya tidak tahu, tekanan apalagi yg lebih keras dari 3 hal itu. Namun, saya Alhamdulilah berhasil bangkit dan keluar dari lingkaran kemiskinan. Waktu kuliah di UGM, saya dalam dua hari bisa bekerja di 3 tempat demi bisa membayar kost dan makan. Saya sering merenung dan berkeluh kesah, ya Allah kenapa derita hidup saya sepedih ini, Ibu meninggal, bapak meninggal, dan harus bekerja keras siang malam. Lalu, saya teringat dengan satu ayat Al Quran , Surat Al Baqorah 288: Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya. Ayat itu yang membuat saya mampu bekerja keras dan berjuang hingga cuma tidur tiga atau empat jam per hari,? bebernya.
CEO dari Samudera Resources Indonesia ini tak lupa memberikan saran kepada orang yang ingin meraih kesuksesan seperti yang dicapai saat ini. ?Kerja keras tidak menjamin kesuksesan, tapi tidak ada kesuksesan tanpa kerja keras. Jika sudah sukses, janganlah pula kita sombong, mengubah pola hidup jadi hedon karena dinamika bisnis berubah dengan cepat dan pesaing baru bisa datang kapan saja darimana saja. Kita harus tetap belajar, rutin membaca, dan rendah hati. Jangan pernah menipu atau berbohong dalam upaya menggapai kesuksesan. Kesuksesan yang didapat dari menipu, tidak akan bertahap dengan lama,? tukasnya.
Founder Of DATA DRIVEN ASIA ini mengungkapkan bahwa ia suka bergaul dengan orang-orang yang lebih cerdas darinya agar bisa menimba ilmu kepada mereka secara langsung atau tidak langsung. Ia pun memiliki pencapaian yang paling membanggakan yang istimewa. ?Saya sukses tidak pernah sama sekali merokok satu batang rokok pun hingga detik ini. Alm bapak saya tidak pernah sekalipun saya lihat merokok dan beliau melarang anak-anaknya untuk merokok. Kadang ada orangtua melarang anak-anaknya merokok, tapi dirinya sendiri merokok. Nah komitmen dan ketegasan Alm Bapak saya untuk tidak merokok dan melarang anak-anaknya untuk merokok sungguh saya kagumi. Dan saya bisa mempertahankan kepercayaan Alm bapak saya untuk tidak merokok,? paparnya.
Senior Data Analyst ini membocorkan rencana dalam waktu dekat dan impiannya ke depan. ?Saya ingin ekspansi ke market Filipina dan Thailand untuk Fintech saya dan market Eropa serta Timur Tengah untuk perikanan saya. Untuk impian terbesar ke depan, mendirikan sekolah dan rumah sakit gratis bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu. Saya ingin agar anak-anak yang berasal dari yatim piatu atau kurang mampu, bisa memperbaiki masa depan kehidupannya dengan pendidikan yang berkualitas. Karena saya percaya bahwa untuk memperbaiki masa depan seseorang, kita harus memberikan dia pendidikan yang bagus,? pungkasnya.
