Bernas.id – Heru Gunadi kini memutuskan bekerja di bidang pekerjaan yang menggabungkan kreativitas unik dan talenta setelah lebih dari 17 tahun ia bekerja di sebuah korporat, mulai dari Astra, Philips, AXA, dan Zurich. Ia kini menjabat sebagai CEO Timberpix Indonesia. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2013 dan telah menghasilkan lebih dari 100 video untuk agensi dan klien korporat. Perusahaan ini memang bertujuan untuk menggabungkan kreativitas unik dengan talenta guna memenuhi kebutuhan kliennya, yaitu memberikan hasil dengan kualitas terbaik. ?Sejak 2016 lalu, saya memutuskan untuk fokus di usaha yang bergerak di bidang produksi film (iklan, digital content, dan layar lebar) dan juga jasa konsultansi merek,? ungkapnya ke Bernas (14/8).
Dikatakannya, pengalaman unik yang menjadi titik baliknya ketika berproses sehingga menjadi seperti sekarang ini, yaitu saat menjadi karyawan ia akan mendapatkan gaji secara ?otomatis?, sedangkan saat menjadi pengusaha, harus aktif mencari sendiri. ?Satu minggu sebelum gajian merupakan hari yang berat karena harus menata keuangan secara lebih baik,? tuturnya.
Untuk pengalaman unik di pekerjaan, ia menceritakan bahwa banyak sekali peritiwa yang unik. ?Banyak, terutama jika harus berada di tiga tempat yang berbeda dalam 1 hari. Paling parah, jam 08.00 (delapan pagi) harus di Medan, lalu jam 14.00 (dua siang) di Surabaya, dan makan malam jam 19.00 (tujuah malam) di Jakarta,? ucapnya.
Lulusan New York University dalam bidang Digital Marketing, Digital Communication and Media/MultimediaIa ini ternyata memiliki jawaban tersendiri ketika ditanya apakah masih ingat cita-cita atau impian masa kecilnya, yang ternyata berbeda sekali dengan pekerjaan yang ditekuninya saat ini. Ia menjawab ingin menjadi Insinyur Elektro. Untuk alasan terus menekuni bidang yang digeluti sampai sekarang ini, ia menjawab bahwa passionnya memang berada di bidang marketing dan kreatif.
Untuk permasalahan atau kendala yang paling sering dihadapi dalam bidang pekerjaannya, ia menjawab bahwa bidang pekerjaannya selalu terkait dengan berbagai hal kreatif. ?Perusahaan kreatif selalu berurusan dengan orang-orang kreatif (artisan), yang most likely tidak pernah taat timeline. Padahal, klien2 kita adalah korporat yang terjadwal. Untuk tantangan ke depan yang akan dihadapi dalam pekerjaan, persaingan dari bidang usaha sejenis. Ya, perkuat hubungan baik dengan klien,? jelasnya.
Alumni Binus International ini pun membagikan tentang motto hidupnya yang juga yang ingin dibagikan kepada pembaca, yaitu Learn the Rules Like a Pro, Break Them Like an Artist.?Orang yang sukses kebanyakan adalah orang tahu aturan main itu seperti apa dan membuatnya (dengan cara merusaknya, mungkin) demi menjadikan kehidupan lebih bai,? tukasnya.
Master Bisnis Adminitrasi ini pun meyakini bahwa bidang pekerjaan yang digeluti ini penting dilakukan dan dibagikan kepada masyarakat. ?Film atau iklan yang saya hasilkan merupakan media yang baik untuk menyampaikan pesan dari perusahaan-perusahaan. Sebagai contoh, saat saya membuat iklan sebuah perusahaan energi yang menyampaikan tentang pesan edukasi tentang berhemat energy. Secara teori, 1 menit film iklan yang saya buat akan menyampaikan 1.8 juta kata. Dan saya membuat film berdurasi 5 menit,? terangnya.
Sebagai pekerja kreatif yang sibuk, ia tak lupa membangun habit khusus untuk mendukung pekerjaan dan kehidupannya selama ini. Ia menjawab bahwa Respect, saling menghormati terhadap siapapun dan Giving Back, jangan lupa memberi atau membantu kepada yang membutuhkan menjadi kebiasaan yang dibangunnya. Sebagai manusia, dalam rutinitas pekerjaannya, ia juga mengalami rasa jenuh dan bosan yang sering menghinggapinya. ?Untuk mengembalikan mood agar kembali bersemangat bekerja, main musik, motret, dan jalan-jalan,? imbuhnya.
CEO ini pun tak lupa memberikan inspirasi dan sarannya kepada orang lain yang membaca kisahnya ini. ?Keberhasilan harus diperjuangkan, tidak ada yang gratis dan mudah. Dan saat kita menjalani prosesnya ataupun saat sudah berhasil, jangan lupa membantu kepada yang membutuhkan bantuan kita. Untuk saran kepada orang yang ingin meraih kesuksesan, jangan mudah menyerah, determinasi tinggi, dan konsisten,? jelasnya.
Untuk sosok yang diidolakan dan yang membuat termotivasi, ia menjawab bahwa tokoh masyarakat Cak Nun atau Emha Ainun Nadjib menjadi motivatornya. Baginya, beliau selalu mampu melihat sesuatu dari banyak sisi sehingga bisa mengajari orang tanpa perlu mengintimidasi. Untuk apakah lingkungan memengaruhi dirinya hingga menjadi seperti sekarang, ia menjawab sangat besar, terutama saat masih kecil. ?Lingkungan mengajarkan saya cara bertanggung jawab,? imbuhnya.
Untuk pencapaian yang paling membanggakan baginya, ia menjawab bahwa dalam usia 39 sudah pensiun sebagai karyawan dan kini sudah membangun usaha sendiri. ?Biasanya orang Indonesia akan melakukannya saat usia sudah kepala 5. Untuk penghargaan khusus yang pernah terima selama ini, meraih Great Marketer 2015 dari majalah Marketing,? tukasnya.
Ketika ditanya tentang sosok-sosok yang memiliki peran atas apa yang dicapai saat ini, ia menjawab bahwa keluarganya yang selalu mendukung dirinya dalam kondisi apapun, terutama saat ia memutuskan untuk usaha sendiri. Baginya, keputusan itu tidak mudah karena saat ia bekerja di korporat, istilahnya ia akan mendapat gaji ?otomatis? setiap bulan, tapi saat usaha sendiri, ia yang harus lebih aktif. Hobinya dalam hal musik dan memotret pun diakuinya memberikan pengaruh kepada kesuksesannya yang dicapai saat ini. ?Musik dan motret, iya sangat berpengaruh memberikan sentuah seni dalam setiap karya saya,? tambahnya.
Entrepreneur ini pun membocorkan tentang rencana dalam waktu dekat dan impiannya ke depan. ?Membuat platform bagi klub-klub bola Indonesia untuk mampu memiliki revenue stream yang bervariasi. Untuk impian terbesar ke depannya, menjadi duta besar,? pungkasnya.
