HarianBernas.com – Indra Yudadibrata menyebut bahwa proses karrinya bisa sampai menjadi seorang General Manager merupakan hasil dari kerja keras dan dari pembelajaran di lapangan. Ia memegang motto bahwa jadilah Anda sendiri dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Bila lebih, berbagilah. Bila kurang, tambahi agar selalu ingat dari mana kita mulai dan jangan sampai menjadi arogan.
?Dalam menjalani proses hidup seperti yang sekarang dijalani, kalau di bilang unik bukan sesuatu yang unik, tapi lebih tepatnya pembelajaran dalam hidup. Jangan dilihat dari akhirannya saja, tapi dari proses hidup itu sendiri. Banyak hal yang terjadi dalam proses tersebut, yang mana tidak terbayangkan saya bisa mengapai seperti sekarang karena dulu sempat jatuh bangun. Sempat dalam kekosongan, saya beralih profesi, ya hanya buang waktu kosong saja dengan berbisnis yang sama sekali jauh dari basic saya. Ya mungkin bisa di bilang unik dan hal tersebut tidak bertahan lama karena hati dan pikiran lebih enjoy di bidang yang selama ini jadi tumpuan hidup, hotelier sejati,? ungkapnya ke Bernas 11/8).
Penyuka traveling ini merupakan pribadi yang selalu mensyukuri apa yang menjadi rutinitas sehari-hari di pekerjaan dan membuat suasana menjadi enjoy. Kejujuran, low profil, dan selalu tepat waktu menjadi habit khusus yang dibangunya selama ini untuk mendukung pekerjaannya.
Dikatakannya, pengalaman unik dalam perjalanan hidupnya ketika ia mau ikut yang ketiga kalinya di kapal pesiar,USA. ?Saat itu, saya sempat masuk rumah singgah sebelum join dengan kapal dan uniknya di situ malah disatukan sama orang-orang kapal yang lagi sakit,? katanya.
Ia pun menceritakan pengalaman berkesannya dalam pekerjaannya sebagai hotelier. ?Saat itu, saya baru mulai bekerja di sebuah hotel bintang empat sebagai waiter room service. Saya bangga dengan pekerjaan saya saat itu, tapi ada kendala kalau kerja di siang hari, saya merasa minder. Kenapa, yaitu kalau ada pesanan tamu saat saya pengantaran pesanan makanan dan minuman di koridor, sepanjang kamar-kamar itu terlihat jelas oleh tetangga sekitar dan suka diteriakin kue-kue, hahahaha. Ya unik juga, dari situ, saya lebih baik mencari kerja specialis malam hari biar tidak di teriakin.Lalu, pengalaman terunik saya ketika mendapat promosi kerja dari waiter ke bartender. Pada waktu itu, tahu-tahu ada tamu bule pesan minuman campuran. Nah bingung karena saya baru dan belum familiar dengan resep-resep. Saya sempat lari ke loker buat buka buku panduan. Ya Allah ternyata yang dipesan oleh tamu hanya 2 jenis minuman saja untuk dicampur. Pengalaman unik tersebut selalu teringat sampai kapan pun,? bebernya.
Untuk alasan terus menekunin bidang pekerjaan di hotel, mantan Head Bartender di Sheraton Inn Bandung ini menjawab karena ia lulusan dari sekolah dari perhotelan. ?Sekolahku kan keren NHI (National Hotel Institute) yang ternama di kota Bandung. Di sekolah tersebut, saya didik menjadi tenaga terampil, baik teori maupun praktek. Nah mengakarlah setelah betul-betul bekerja dan mejadi sebuah profesi yang asyik. Bukan hanya keluaran sekolah perhotelannya, tapi ternyata bekerja di hotel itu, kita bisa lebih banyak mengenal berbagai kalangan dan berbagai kelas, bikin asyik saja. Sampai karir saya pun tidak hanya di dalam negeri sendiri dan sempat bekerja di kapal pesiar luar negeri di Negara Paman Sam,? terangnya.
Untuk permasalahan yang paling sering dihadapi dalam pekerjaan, General Manager ini menjawab tentang pentingnya bagaimana caranya bisa memberikan rasa nyaman dan kepuasan terhadap para tamu.?Ya kita bekerja sesuai koridor dan tetap berusaha sebaik mungkin dalam memberikan pelayanan pada para tamu. Semua proses permasalahan harus tertangani saat itu juga. Untuk menyikapinya, tidaklah sulit karena hal tersebut adalah tugas kita sehari-hari. Untuk tantangan ke depan, pasti lebih besar dan lebih maju. Mungkin bukan sebuah tantangan, tapi kita pun harus tetap terus mengembangkan diri kita sendiri dengan update perkembangan jaman dan dunia hotel. Itu tidaklah sulit. Lebih dominan untuk bagaimana meningkatkan mutu dari diri sendiri biar bisa tetap eksis dalam bidangnya, lebih peka dan lebih wise,? jelasnya.
Pemilik cita-cita masa kecil ingin menjadi Presiden ini pun meyakini bahwa bidang pekerjaan yang dilakukan ini penting dilakukan dan dibagikan ke masyarakat. ?Bidang yang saya jalani ini banyak sekali mellibatkan orang. Yang menjalani bukan hanya saya saja maka saya ingin berbagi dengan rekan-rekan seprofesi bahwasannya bidang perhotelan ini sangat baik dan akan lebih baik bila dijalani dengan rasa iklas dan bersyukur serta berusaha untuk lebih baik sehingga akan menghasilkan yang terbaik juga bagi kehidupan ataupun karirnya. Kerja di hotel, perlu dilakukan dengan penuh ketelitian serta keramah-tamahan selayaknya orang-orang yang bekerja di bidang jasa perhotelan,? katanya.
Pengagum sosok Soekarno ini pun membagikan inspirasi dan sarannya kepada orang yang membaca kisahnya ini. ?Belajarlah dari apa yang didapat dari sekolah dan saat di lapangan. Dunia kerja itu perlu ditekuni dan dicintai dunia kerjanya sehingga akan berbuah bagus. Motivasi orang untuk lebih berprestasi di bidangnya masing masing. Untuk saran, agar meraih sukses, bekerjalah sesuai bidangnya. Tekunin, jujur, bijak, dan terus belajar. Untuk sukses, kuasai pengetahuan dan skill bidang kerja Anda. Jangan pernah menjangkau yang jauh, tapi jangkaulah sesuai kemampuan, baik itu pengetahuan dan skill,? imbuhnya.
Baginya, pengaruh lingkungan sangat besar baginya, tapi kembali pada kita mau ke mana arah hidup dan karir ini. Untuk project dalam waktu dekat, ia sangat ingin bisa meraih sebuah posisi yang lebih baik lagi. Untuk impian terbesar ke depan, ingin bisa menjadi seorang muslim yang taat.
