HarianBernas.com – Nur Muhammadian saat menjadi karyawan di salah satu perusahaan penyedia jasa telekomunikasi dan jaringan telekomunikasi di Indonesia, hampir setiap tahun harus membesarkan hati teman-teman dalam timnya yang diberhentikan karena habis masa kontrak kerjanya. Mereka banyak yang galau karena dengan usia lebih dari tiga puluh tahun merasa kesulitan mencari kerja di perusahaan lain.
Ia selalu menyarankan untuk berwirausaha sesuai passion mereka dengan segala kalimat-kalimat motivasi bahwa berwirausaha adalah pilihan terbaik dan bermanfaat untuk diri sendiri dan orang banyak. Namun, sampai suatu saat, ada yang menjawab dengan pertanyaan, Bagaimana dengan Bapak? Apa yang sudah Bapak lakukan terhadap passion Bapak dengan berwirausaha?
?Saya seperti ditampar dan ditegur keras tentang tanggungjawab terhadap panggilan jiwa. Saya merasa diingatkan untuk tidak menjadi orang munafik, yang kata-katanya tidak sesuai dengan perbuatannya. Sejak saat itu, saya serius mengambil sikap untuk berubah dan menyusun langkah. Langkah pertama saya adalah menyampaikan rencana dan meminta restu/dukungan dari Ibu dan Istri, Alhamdulillah mereka memberikan restunya, membuat saya semakin yakin dan kuat untuk berubah,? ungkapnya ke Bernas.
Setelah tidak menjadi karyawan, ia kini menekuni bidang pekerjaan sebagai trainer, penulis profesional, dan coach. Tiga peran itu dilakoninya dalam tiga wadah. Pertama, Cahaya Selaras Insani, wadah untuk melakukan perubahan dan menawarkan solusi dalam masyarakat, khususnya untuk masalah emosi, mental, dan pola berpikir.
Baginya, biang masalah dalam masyarakat adalah kegagalan mengelola mental, emosi dan pola berpikir.Kedua, Job Hunting Center, yaitu wadah untuk berbagi kepada para profesional yang memilih untuk berkarir dalam perusahaan, khususnya dalam keterampilan komunikasi mulai dari mencari pekerjaan, sukses berkarir, sampai pensiun dengan bahagia. Ketiga, Jasa Ghost Writer, wadah untuk membantu orang yang ingin berbagi dalam bentuk tulisan, tapi mengalami kesulitan dalam menuliskannya.?Sebagai ghost writer saya hanya membantu memilih kata kemudian merangkainya menjadi kalimat yang indah dan nyaman dibaca, menggunakan data mereka. Hasil dalam bentuk artikel, essai, materi presentasi, makalah, dan biografi,? imbuhnya.
Untuk pengalaman unik, pada pertengahan tahun 2012, ia meluncurkan buku berjudul ?Keripik untuk Jiwa, Renyah Dibaca-Bergizi dan Gurih Maknanya?. Ia pun gencar melakukan promo melalui media sosial. Gambar sampul bukunya, ia desain persis seperti penampakan bungkus keripik buah apel. Gara-gara desain itu, ternyata banyak orang yang menghubunginya, tetapi memesan keripik buah apel yang sebenarnya karena hanya melihat gambarnya.
?Saya pun berpikir. Dengan adanya permintaan yang besar di pasar terhadap keripik buah maka tidak ada ruginya bila sekalian saja menawarkan keripik buah melalui media sosial. Alhamdulillah, di akhir 2012 saya berhasil memenuhi permintaan pelanggan dari Malaysia berupa satu ton keripik buah. Gara-gara orang keliru melihat gambar buku, saya jadi eksportir keripik buah,? tuturnya.
Alasan terus menekuni bidang pekerjaan saat ini sampai sekarang, ia menjawab karena merasakan kebahagiaan dan semangat yang sangat besar bila melakukan pekerjaan yang merupakan passion (panggilan jiwa).
?Saya dulu pernah iri kepada artis yang bisa bersenang-senang dan dibayar. Sekarang, saya bisa merasakannya. Sekarang, saya bisa bersenang-senang membantu orang menjadi lebih baik dengan layanan konsultasi/terapi, berbagi ilmu, dan menulis, sekaligus mendapatkan penghasilan dan materi. Kebahagiaan yang jauh lebih besar saya dapatkan saat mendapatkan informasi bahwa orang-orang yang saya bantu melalui training, tulisan maupun terapi/coaching merasa puas dan berhasil berubah menjadi lebih baik dan bahagia,? terangnya.
Untuk permasalahan yang paling sering dihadapi dalam pekerjaan saat ini, penyuka film kungfu ini menjawab tentang godaan mudah berpuas diri atas suatu pencapaian. Godaan ini menjadi masalah besar karena sangat menghambat proses peningkatan kualitas dirinya.
?Masalah lainnya adalah tergoda untuk melakukan aktifitas lain yang menjanjikan keuntungan lebih besar dan sangat menggiurkan. Saya harus selalu fokus pada target tentang kebahagiaan dan kemuliaan. Saya selalu berbagi dan melibatkan seluruh anggota keluarga dalam visi dan misi hidup sehingga mereka bisa selalu mengingatkan saya,? tukasnya.
Dikatakannya, untuk tantangan pekerjaan ke depan, menjadikan bisnisnya menjadi lebih rapi secara manajemen sehingga bisa terus berkembang dan berlanjut terus meskipun dirinya sudah tiada kelak. ?Untuk itu, saya harus terus belajar dan menimba ilmu kepada rekan-rekan yang jauh lebih berpengalaman dan banyak membimbing anak-anak muda yang berpotensi menjadi kader penerus termasuk anak sulung saya yang menunjukkan minat ke arah itu,? katanya.
Penyuka hobi membaca ini meyakini bidang yang ditekuninya penting dilakukan dan dibagikan kepada masyarakat. ?Dengan berkembangnya teknologi, khususnya teknologi digital komunikasi, masalah mental dan emosi semakin mudah menjangkiti masyarakat. Indikasinya terlihat jelas dengan meningkatnya jumlah perceraian, kejahatan seksual, penyalahgunaan obat-obatan, dan penyakit sosial lainnya. Perlu banyak orang yang bersedia terjun membantu dan membimbing dalam masyarakat untuk langkah preventif maupun korektif. Saat ini, banyak trainer dan motivator yang mencurahkan energinya untuk membangkitkan dan mengembangkan bidang kewirausahaan, suatu hal yang positif. Namun, tidak semua generasi muda memiliki passion dan bisa dipaksa menjadi wirausahawan. Mereka merasa bahagia menjadi karyawan dan mereka juga butuh dibimbing untuk sukses. Karena itu, slogan Job Hunting Center: Boost Your Success Through Your Own Way, setiap orang berhak dibimbing untuk sukses sesuai pilihannya masing-masing,? tuturnya.
Trainer ini pun membocorkan inspirasi dan sarannya kepada orang lain yang membaca kisahnya ini. ?Jangan ragu untuk fokus pada passion atau panggilan jiwa, apapun itu. Semua hal yang positif bila ditekuni dengan serius pasti bisa menghasilkan materi untuk menopang hidup, dan pasti membahagiakan diri sendiri bila hal itu adalah panggilan jiwa. Untuk saran, dalam sebuah sesi pelatihan ada seorang peserta yang bertanya, apa definisi sukses bagi Bapak dan apakah Bapak merasa sudah sukses?. Jawaban saya, sukses adalah ketika Anda berhasil melakukan sesuatu yang mulia dengan bahagia dan bangga. Jadi, Anda bisa simpulkan sendiri, apakah saya sudah pernah sukses. Orang yang ingin meraih sukses harus mengenali diri sendiri sehingga tahu hal mulia apa yang pada saat melakukannya merasa bahagia dan bangga dan segera bertindak memulainya. Komitmen dan integritas mudah dibangun ketika ada kebahagiaan dan kebanggan dan itu modal utama menuju sukses,? bebernya.
Coach ini pun membocorkan project dalam waktu dekat dan impiannya ke depan. ?Dalam waktu dekat, saya sangat ingin mendirikan atau bergabung bila sudah ada pada sekolah untuk para calon pengantin. Menurut saya, perubahan masyarakat menjadi lebih baik harus dimulai dari pendidikan para calon orang tua sehingga mampu mendidik anak-anak mereka dengan lebih efektif. Kegagalan menghasilkan generasi yang unggul melalui pendidikan formal selama ini karena tidak diimbangi kemampuan mendidik para orang tua di rumah. Untuk impian terbesar ke depannya, memiliki sekolah gratis yang berbasis impian masing-masing siswa, serta menekankan pada pendidikan mental dan moral,? pungkasnya.
