HarianBernas.com ? Di internet, tidak sedikit orang-orang yang merahasiakan identitas pribadinya karena beragam alasan. Namun selalu ada celah yang bisa dimanfaatkan untuk mengorek identitas pribadi orang lain. Salah satunya melalui teknik yang digunakan oleh tim peneliti asal Jerman ini.
Tim peneliti beranggotakan dua orang tersebut berhasil mengumpulkan informasi pribadi dari 3 juta pengguna internet Jerman sekaligus. Bukan melalui teknik yang rumit seperti peretasan akun. Melainkan dengan cara membuat situs perusahaan pemasaran dan situs lowongan kerja palsu.
Supaya terlihat semakin menyakinkan, mereka juga mendandani situs palsu tersebut dengan klaim bahwa pihaknya sudah mengembangkan algoritma yang bisa membuat objek pemasarannya bisa sampai ke target dengan lebih efektif. Mereka juga menautkan situs tersebut dengan situs media sosial LinkEdIn.
?Kami menulis dan menghubungi hampir seratusan perusahaan, dan meminta kepada mereka apakah kami bisa meminta data mentah mengenai yang diklik orang-orang,? kata salah satu anggota tim peneliti yang bernama Svea Eckert. Mereka berkilah ingin menguji algoritmanya tersebut di wilayah Jerman.
Dengan bermodalkan data itulah, mereka bisa memperkirakan identitas seseorang dan seleranya di dunia maya. Sebagai contoh, mereka bisa mengetahui alamat rumah atau tempat kerja seseorang dengan melihat alamat jaringan internet pihak-pihak yang mengakses suatu situs secara konsisten, lalu membandingkannya dengan data pengakses situs lain.
Hasil penelitian Svea Eckert dan Andreas Dewes ini diumumkan pada tanggal 1 Agustus lalu dalam acara Def Con. Konferensi berskala internasional yang digelar di Las Vegas dan membahas masalah keamanan di dunia maya.
