HarianBernas.com – Dalam menghadapi berbagai hal dan pergumulan, seringkali kita mendengar orang percaya berkata, ?percaya aja, kehendak Tuhan pasti terbaik buat kamu?. Mungkin kita sendiri juga meyakini bahwa kehendak Tuhan itu yang terbaik. Tapi saya pun merenung, sebenarnya kehendak Tuhan itu seperti apa sih?
Kapan kehendak Tuhan itu dinyatakan dalam hidup saya? Karena ada orang-orang di sekitar kita yang berkata percayalah kepada kehendak Tuhan namun orang yang mengatakan hal tersebut justru tampak berusaha dengan sangat agar kemauannya itu disamakan dengan kehendak Tuhan. Atau ada juga yang benar-benar percaya kehendak Tuhan, namun ketika kehendakNya menjadi nyata orang tersebut malah kecewa. Kenapa? Karena kehendak Tuhan tidak sama dengan apa yang diharapkan. Lalu, kalau seperti apa sebenarnya kehendak Tuhan itu?
Ketika Yesus berdoa di taman Getsemani menjelang detik-detik Ia ditangkap, Ia berkata pada Bapa ??Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” Yesus mengalami beban yang sangat berat dan tekanan yang tak mudah. Ia memohon kepada Bapa, sekiranya mungkin hal itu dilalukan dari padaNya. Namun Yesus ingat bahwa kedaulatan Bapa diatas segalanya. Ia diutus ke dunia untuk melewati hal itu, penyaliban. Tapi pada akhirnya saat kehendak Bapa benar-benar dinyatakan, ada kemenangan untuk setiap umat manusia. Keselamatan terjadi, Yesus dimuliakan.
Di kitab Matius 7 : 21 ? 23 berisi tentang peringatan bahwa bukan setiap orang yang berseru kepadaNya, Tuhan! Tuhan! yang akan masuk dalam kerajaan sorga, melainkan yang melakukan kehendak Bapa di sorga. Kehendak Tuhan pada konteks ini adalah bicara soal kehendak Tuhan yang bisa dilanggar atau tidak ditaati oleh manusia. Nah, dari beberapa ulasan singkat ini, kita merenungkan, ada kehendak kedaulatan Tuhan yang memang benar-benar kedaulatan Tuhan, yang tidak bisa diubah oleh kita, dan ada kehendak perintah Tuhan yang bisa saja tidak dilakukan, atau kita gagal melakukannya namun ada akibat yang harus ditanggung. Kedua hal ini penting kita pahami.
Seorang gadis mengeluh mengalami kekerasan fisik yang dilakukan oleh pacarnya. Padahal pacarnya adalah orang yang seiman dengan gadis tersebut, sehingga gadis itu sulit melepaskan pria ini. Lalu, apakah hubungan mereka berdua ini merupakan hubungan yang dikehendaki Tuhan? Pertama yang perlu kita perhatikan, orang yang seiman belum menjadi jaminan untuk kebahagiaan sebuah hubungan.
Kedua, Allah dengan kedaulatannya secara tidak langsung mengingatkan kepada gadis ini bahwa pria ini bukan orang yang tepat. Ya, memang si gadis telah melakukan ?kehendak perintah Allah? dengan berhubungan dengan orang yang seiman, namun ?kehendak kedaulatan Allah?memberinya peringatan mengenai sosok pria yang merupakan pacarnya.
Dari ilustrasi ini, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa sebenarnya, kedua kehendak Allah ini saling berkaitan. Jika kita memahami hal ini, maka kita tidak akan merasa lagi kecewa jika keinginan kita tidak dijinkan Tuhan dan kita tidak berusaha memaksakan kehendak kta untuk menjadi kehendakNya.
Buka link video berikut untuk membuat kamu semakin mengerti: bit.ly/percayaaja
By His grace,
Oleh: Ave
(Content Writer, Cupcake Lover, Interior Designer – Less of me, more of HIM)
