Bernas.id – Irene Corry memutuskan untuk sukses ketika umur 13 tahun ketika sosok ayahnya meninggal dunia. Karena kondisi ekonomi, ia pun bertekad untuk rajin belajar cepat lulus kuliah agar bisa bekerja mendapat penghasilan.
?Yang ada dalam pikiran saya adalah saya harus berhasil, saya belum tahu ingin menjadi apa, yang ada hanya satu kata yaitu Sukses. Itu yang menjadi motivasi pendorong saya,? ungkapnya ke Bernas.
Untuk sosok yang berperan atas apa yang dicapainya saat ini, pengagum sosok Papa ini menyebut dirinya sendiri dan sosok suaminya.
?Pertama tentu dari saya sendiri dalam mencapai apa yang saya inginkan, goal dan tujuan hidup saya, dan untuk mencapai itu saya disupport oleh suami saya. Suami saya sangat mendukung bisnis yang sedang saya jalankan ini. Dulu pertama kali saya terjun di bisnis training tahun 2005, ketika saya menyampaikan ke suami saya bahwa saya ingin membangun bisnis training, dia langsung membelikan laptop dan projector, saya begitu surprised dan so happy. Ketika saya belajar mengambil training di luar negeri, diapun selalu mengizinkan, dan itu menurut saya support yang sangat besar buat saya,? tuturnya.
Diceritakannya tentang titik baliknya, ?Ketika saya resign tahun 2005, saya berkunjung ke salah satu klien saya waktu saya masih kerja. Ketika kita sedang ngobrol-ngobrol, tiba-tiba klien saya tanya, apakah saya ada kenalan yang bisa memberikan training kepada team salesnya, secara spontan saya bilang, saya saja pak. Bapaknya tanya balik, emang kamu bisa? Kamu biasa jualan asuransi ketemu customer yang berpakaian dasi dan rapi, ini sales saya jualan sepatu safety lho. Lalu saya bilang, jualan asuransi barang yang tidak kelihatan saja bisa, apalagi jualan sepatu barang yang kelihatan. Akhirnya saya dipercaya untuk memberikan training selama 3 bulan kepada seluruh team salesnya dan hasilnya jualannya langsung naik, hehehe. Itu pengalaman unik yang akhirnya saya memutuskan untuk fokus menjalankan bisnis training,? bebernya.
Untuk pengalaman unik di pekerjaan, pengidola sosok Steve Jobs ini memaparkan bahwa banyak memberikan training dalam bentuk camp kepada anak-anak.
?Saya banyak memberikan training dalam bentuk Camp kepada anak-anak dan setiap kali camp selalu ada pengalaman yang unik, yang lucu, yang kalau teringat bisa tertawa sendiri. Camp anak-anak kan mulai dari umur 9 tahun, ada yang belum bisa bersihin bab-nya sendiri, ada yang belum bisa ikatin tali sepatunya, ada yang nanggis kangen sama orangtuanya, ada yang suka melucu, ada yang suka bikin kita tertawa, dll. Buat saya setiap kali training selalu ada pengalaman unik karena pada dasarnya manusia itu unik ya,? ucap ceritanya.
Ketika ditanya permasalahan yang sering dihadapi dalam pekerjaannya, baginya, setiap orang memiliki masalahnya masing-masing. Yang membedakan adalah bagaimana merespon dan memberi makna pada masalah yang dihadapi.
?Ketika kita bisa memberi arti terhadap masalah yang kita hadapi, maka secara total akan mengubah cara pandang kita dan cara kita merespon terhadap masalah itu akan berbeda. Fokus pada solusi daripada fokus pada masalah. Saya memiliki satu quote yang selalu saya katakan, yaitu saya berterimakasih dengan setiap kesalahan yang saya lakukan, karena dari kesalahan itulah saya belajar dan bertumbuh menjadi lebih baik,? paparnya.
Dikatakannya, tantangan yang dihadapi dalam bisnis training dan coaching adalah memberikan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya belajar terus menerus untuk mengembangkan diri kita, baik untuk personal, keluarga, maupun pekerjaan.
?Masih banyak orang yang belum tahu apa itu coaching? Mengapa perlu coaching? Masyarakat kita lebih berani mengeluarkan uang untuk leher ke bawah, untuk mempercantik diri secara fisik atau membeli barang mewah, tapi untuk urusan leher ke atas, artinya memberikan nutrisi ke otak dengan belajar mengikuti training masih menganggap mahal. Jadi tugas kitalah yang memberikan edukasi secara terus menerus,? jelasnya.
Penyuka hobi travelling ini pun meyakini bidang pekerjaannya penting dilakukan dan dibagikan kepada masyarakat karena NLP (Neuro Linguistic Programming) merupakan tools yang sangat bermanfaat dan telah banyak membantu jutaan manusia di dunia, baik dalam keluarga, parenting, kesehatan, bisnis, leadership, pekerjaan, politik, olahraga dll.
?Bisa dikatakan NLP adalah fondasi kehidupan, aplikasi NLP mencakup di semua bidang kehidupan. apapun bidang pekerjaan Anda, di keluarga dan masyarakat. Bahkan client saya mengatakan seharusnya setiap orang belajar NLP sebelum belajar yang lain. NLP merupakan tools untuk membantu mencapai impian Anda. Karena manfaatnya yang sangat besar dan sebagaimana visi saya membantu orang-orang menciptakan kehidupan yang lebih baik, maka untuk mengakomodir mereka yang ingin belajar NLP namun dengan biaya yang terbatas, maka tidak perlu jauh-jauh belajar keluar negeri. Mereka bisa belajar di Indonesia dengan sertifikasi dari Amerika, artinya biaya lokal tapi berkualifikasi dengan standard internasional,? imbuhnya.
Coach ini memberikan inspirasi dan sarannya kepada orang lain yang membaca kisahnya ini.
?Sukses itu pilihan. Sukses itu dimulai dari sebuah keputusan, temukan alasan mengapa Anda mesti mencapai itu. Ketika Anda sudah memutuskan Sukses Anda, fokus untuk mencapai itu. Dalam perjalanan untuk mencapai sukses tentu banyak rintangan, keep going saja. Kalau sukses itu benar-benar Anda inginkan, saya yakin Anda pasti bisa melewati segala rintangan yang datang. Nikmati saja prosesnya. Yang penting lakukan dengan konsisten. Untuk saran, miliki mind set positif. Dengan mind set yang positif, kita tahu cara bagaimana merespon segala sesuatu, bagaimana kita bertindak. Untuk mendapatkan hasil yang diinginkan, harus ada tindakan. Tindakan harus dilakukan secara konsisten. Inilah yang membedakan, banyak orang melakukan tindakan tapi belum tentu konsisten. Dan juga memiliki komitmen, integritas, mau belajar terus menerus dan melatih diri,? paparnya.
Founder NLP Institute Indonesia ini membocorkan rencana dalam waktu dekat dan impiannya ke depan. ?Untuk project, ICC Indonesia (International Coaching Community) adalah sebuah komunitas non profit, saya merencanakan untuk melakukan coaching gratis kepada guru-guru dengan target sekolah yang tidak mampu secara financial. Bagaimanapun guru adalah pendidik anak bangsa sehingga bisa membantu membentuk karakter anak. Coaching ini akan melibatkan para coaches ICC Indonesia. Untuk impian terbesar ke depannya, jika diizinkan Tuhan, saya ingin membangun panti asuhan,? pungkasnya.
