Bernas.id – Yovita Hamdani menceritakan tentang kegiatan traveling yang sering dilakukan. Baginya, traveling merupakan media belajar yang menyenangkan karena ia selalu menemukan ide-ide setiap melakukan traveling.
?Bisa menemukan kemajuan dan begitu berkembangnya negara lain ketika traveling. Saya sudah hampir 18 tahun berkecimpung di dunia asuransi, mulai dari profesi seorang agen asuransi sampai konsultan dalam membangun tim di industri asuransi dan juga sebagai founder Indonesia Insurance Broker (Pasar Asuransi Digital) serta DnA Coachpreneur untuk pelatihan enterpreneurship,? ungkapnya ke Bernas.
Dikatakannya, tahun 2006, ia pernah ikut pelatihan di puncak selama berhari-hari lamanya dan ketika selesai dari pelatihan tersebut, ia keluar menjadi manusia baru. Saat itulah waktu yang menjadi titik baliknya di dunia karier bisnis asuransinya. Sejak saat itu, ia menjadi tahu siapa Yovita Hamdani tentang arah mau ke mana dirinya, dan apa kelemahan dan kekuatannya, pemahaman akan diri sendiri meningkat, dan akhirnya karier melaju pesat.
?Saya percaya dengan dream (mimpi) atau visi. Jadi selama perjalanan karier, saya banyak dream yang sudah tercapai, tapi ada juga yang belum. Saya percaya jika kita mencanangkan mimpi dan dikejar dengan kesungguhan hati dan kegigihan, pasti mimpi tersebut bisa tercapai. Kadang saya melihat kembali dream board yang sudah dibuat di awal saya berkarier bisa tergagum-kagum sendiri karena banyak yang sudah tercapai semua,? tuturnya.
Alasan terus menekuni bidang pekerjaan saat ini, Digital Insurance Practitioner ini melihat industri asuransi sangat dinamis dan berpotensi. ?Saya melihat industri asuransi ini sangat dinamis dan memiliki potensi yang luar biasa untuk itu asuransi saya jadikan core bisnis dan juga dengan berkecimpung di dunia asuransi, saya bisa terus mengasah leadership dan mental saya sebagai seorang bisnis owner dan juga memberikan edukasi mengenai pentingnya berasuransi serta membantu orang banyak dengan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia,? katanya.
Untuk permasalahan yang paling sering dihadapi dalam pekerjaannya, pengagum sosok Presiden Joko Widodo ini menyebut sebenarnya bukan masalah, tapi tantangan yang harus dihadapi. ?Contohnya ketika saya merekrut orang untuk bergabung di bisnis asuransi maka tantangannya adalah bagaimana membuat mereka bisa sukses di bisnis ini dan bagaimana mengubah mindset mereka yang dulunya seorang karyawan seketika harus menjadi seorang pebisnis yang notabene tidak ada gaji tetap. Dengan adanya tantangan, saya sadar saya sedang di proses untuk menjadi besar dan kuat maka saya terus lakukan dengan sabar dan tekun. Untuk tantangan ke depan, kita sedang memasuki Era digital. Maka, suka tidak suka kita perlu berinovasi dan mengikuti perkembangan ini khususnya di bisnis asuransi. Karena jika kita sebagai pelaku di industri ini tidak mau berubah maka lambat laun kita akan punah. Tahun lalu, saya bersama tim berhasil meluncurkan situs perbandingan asuransi online www.pasarasuransi.co.id,? jelasnya.
DnA Coachpreneur ini meyakini bidang pekerjaannya ini penting dilakukan dan dibagikan ke masyarakat. ?Menurut saya tingkat kesadaran untuk berasuransi ini belum merata di seluruh masyarakat Indonesia. Baru setelah adanya program wajib kesehatan berupa BPJS dari Pemerintah, kesadaran mulai meningkat. Saya merasa terpanggil untuk mengedukasi masyarakat Indonesia akan pentingnya berasuransi karena asuransi merupakan kebutuhan bagi setiap individu agar tidak menurunkan standar hidup seseorang dan keluarganya jika terjadi risiko di antaranya sakit, meninggal, kebakaran, kerusakan ataupun pensiun,? tukasnya.
Alumni Universitas Tarumanagara ini membeberkan tentang habit khususnya untuk mendukung pekerjaannya. ?Sampai saat ini, disiplin dengan menggunakan Google Calendar untuk semua aktivitas saya. Bangun pagi sekitar jam 4.30, membuat artikel di sosmed, dan mencoba untuk menghindari makanan gorengan dan berlemak. Awalnya memang sangat sulit, tapi setelah menjadi habit semua tidak terasa jalan dengan sendirinya jika tidak melakukan habit tersebut seperti ada yang kurang. Kadang sebagai manusia normal ada kalanya kita down dan tidak bersemangat, namun saat-saat seperti itu biasanya saya kembali melihat tujuan dan goal-goal yang sudah ditulis dan juga berdiskusi dengan orang-orang positif di sekeliling saya. Beruntung saya selalu dikelilingi orang-orang positif yang ingin maju serta satu visi dengan saya,?bebernya.
National Business Development Consultant ini memberikan inspirasi dan sarannya kepada orang yang membaca kisahnya ini. ?Ketika lahir kita semua terlahir kaya, namun kekayaan tidak datang begitu saja, tapi harus diusahakan dengan ketekunan dan kegigihan. Ulasan mengenai ini ada di buku yang saya tulis di tahun 2012 dan diterbitkan ulang di tahun 2016. Buku tersebut berjudul Anda Terlahir Kaya. Silakan datang ke toko buku Gramedia dan baca bukunya maka Anda akan terinspirasi. Untuk saran, tetapkan goal/ dream sesuai dengan passion dan bidang Anda. Kejar impian tersebut walaupun tantangan selalu ada, baik yang datang dari luar maupun dari dalam. Jika Anda lakukan dengan fokus dan gigih, hanya tinggal masalah waktu Anda akan sukses. Jangan lupa pakai Sistem, Strategi dan Taktik untuk mencapainya seperti yang diulas di metode DNA Coachpreneur yang saya selalu ajarkan untuk para enterpreneur yang mau sukses,? paparnya.
Lingkungan pun diakuinya memengaruhi dirinya sehingga menjadi seperti sekarang ini. ?Sekali lagi beruntung, saya berada di lingkungan yang positif dan memang saya yang menciptakan lingkungan tersebut. Saya senang bergaul dan bertemu dengan orang-orang yang memberikan energi positif sehingga kita bisa bersinergi untuk membuat kesuksesan bersama. Untuk pencapaian yang paling berharga buat saya, ketika berhasil membuat para enterpreneur-enterpreneur baru yang awalnya tidak memiliki mindset enterpreneur akhirnya berhasil dan mereka bisa mendapatkan impiannya dan bersaksi di hadapan orang-orang rasanya menjadi kepuasan tersendiri buat saya,? ucapnya.
Ia pun menyebut motto favoritnya, ?Pelajari Diri Sendiri Dulu sebelum Mempelajari Orang Lain?. Baginya, hidup ini seperti cermin, yaitu apa yang Anda lakukan terhadap orang lain itu yang akan Anda dapatkan. Kesadaran diri adalah hal yang terpenting untuk seseorang meraih kesuksesan. Peraih penghargaan sebagai Inspirasi Wanita Indonesia tahun 2012 ini membocorkan project dalam waktu dekat dan impiannya ke depan. ?Saat ini sebagai digital practisioner, saya sedang memperdalam ilmu Digital Insurance dan juga sedang membuat training Entrepreneurship dalam bentuk online. Saya memiliki mimpi untuk mengambil porsi terbesar untuk Bisnis Insurance Digital di Indonesia dengan memiliki tim yang Handal tersebar di seluruh Indonesia,? pungkasnya.
