Bernas.id – Franz Dirgantoro saat ini menekuni pekerjaan sebagai founder dan CEO di sebuah startup bidang teknologi bernama HiredToday Recruitment Solutions (Hiredtoday.com), sebuah iklan rekrutmen online & SaaS di Indonesia yang merupakan kelanjutan dari Careerbuilder Indonesia sejak Desember 2015, serta sebuah bidang Human Resources khususnya di bidang recruitment, headhunter, executive search, dan business process outsourcing.
Dalam membangun perusahaannya, ia banyak memetik pelajaran dari pengalamannya selama bekerja. ?Menjadi karyawan di perusahaan, kita bisa banyak belajar banyak, terutama dari segala bidang mulai dari keuangan, produksi, marketing, kultur perusahaan, manajerial. dan lain-lainnya. Tapi, banyak hal yang dirasakan lambat. Menjadi enterpreneur bisa melakukan apa yang kita rasa baik dengan cepat tanpa birokrasi. Untuk pengalaman unik, salah satunya memimpim sebuah unit, langsung setelah lulus kuliah dari ITB. Waktu itu, membuat software pendidikan untuk diterbitkan dan dijual di toko buku. Sangat challenging,? ungkapnya ke Bernas.
Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) ini telah berada di pasar portal kerja sejak tahun 2000 dengan pengalaman dalam pengembangan JobStreet.com Indonesia dari awal sampai dengan perusahaan dotcom yang menguntungkan sebelum dia meninggalkan perusahaan itu di tahun 2008. Untuk alasan menekuni bidang pekerjaan sampai sekarang, ia berpandangan bahwa bekerja itu harus bermakna menolong orang lain sehingga dapat menolong orang memperoleh pekerjaan itu nikmat rasanya.
?Bekerja itu mempunyai makna menolong orang lain atau perusahaan. Dengan teknologi, banyak penghematan dan percepatan yang bisa dicapai di sisi perusahaan. Apalagi bidang yang bisa menolong orang untuk bisa memperoleh pekerjaan yang diidamkan atau mencarikan kerja untuk yang belum bekerja. Kepuasannya sangat tinggi,? jelasnya.
Dikatakannya, permasalahan yang paling sering dihadapi dalam pekerjaannya, ia menyebut bahwa persoalan SDM merupakan tantangan bagi negara. ?Masalah SDM merupakan salah satu tantangan di Indonesia ini. SDM kita kuat, maka Negara ini akan menjadi kuat dan sustainable. Untuk itu, kita perlu membuat rancangan program sertifikasi yang diakui minimal di ASEAN sehingga SDM kita dapat bekerja di Negara-negara ASEAN dan tidak sebaliknya, justru pekerja dari negara lain dengan mudah dapat bekerja di Indonesia. Selain itu, nation branding merupakan hal yang mendesak. Kita kuat di mana? Sebagai contoh, India terkenal akan IT-nya, atau Philipines di Heatlhcare. Indonesia mau ke mana? Apakah SDM di pariwisata, engineer di bidang minyak, atau IT. Hal ini perlu dirumuskan,? bebernya.
Untuk tantangan pekerjaan ke depannya, ia mengungkapkan tentang pengintegrasian networking dan business menjadi perusahaan kelas dunia. ?Tantangan ke depan, mengintegrasikan networking dan business menjadi perusahaan berkelas dunia. Perbanyak networking dan partnership di seuruh dunia. Contohnya, saat ini kami sudah bekerjasama dengan LINE, Lumesse dan Linkedin. Hal demikian sangat penting karena sendirian di bisnis sudah tidak bisa lagi di masa depan,? terangnya.
Ia pun membangun habit khusus yang dibangun selama ini untuk mendukung aktivitasnya sehari-hari, yaitu sportivitas. ?Sportivitas sangat penting untuk mengakui kelemahan atau kekalahan kita sekaligus mengapresiasi atau bersyukur atas keberhasilan kita. Untuk mengembalikan mood agar kembali bersemangat bekerja, banyak cara di antaranya refreshing dengan keluarga, jalan dan main dengan anak. Ini membuat semangat lagi,? katanya.
Baginya kawan, saudara, keluarga, karyawan, dan partner adalah aset utama kita dan perlakukan mereka sebaik mungkin. Kita tidak bisa hidup sendiri. Keberhasilan kita merupakan andil dari orang-orang yang kita kenal. Untuk sosok yang memiliki peran atas apa yang dicapainya saat ini, peran keluarga sangat berkontribusi dalam perjalanan hidupnya. ?Keluarga khusunya istri sangat mendukung passion yang saya miliki dengan cara mendukung apa yang saya kembangkan dengan segala konsekuensi yang ada. Perannya cukup besar dengan tidak menyalahkan di kala gagal dan menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang ada,? tukasnya.
Ketika ditanya apakah hobi memiliki pengaruh kepada kesuksesan yang dicapai saat ini, ia menjawab bahwa olahraga melatihnya untuk bisa menerima kekalahan dan kemenangan. ?Hobi olahraga khususnya tenis lapangan. Olahraga melatih kita menjadi sportif, bisa menerima kekalahan dan kemenangan. Juga melatih berkompetisi dan berprestasi menjadi pemenang dengan latihan dan perjuangan yang keras. Sedangkan bermusik dengan bermain gitar, melatih dari sisi hati terutama kepekaan,? ucapnya.
Diungkapkannya, sosok ayah ternyata menjadi tokoh yang diidolakan dan membuatnya termotivasi. ?Tentu ayah saya menjadi idola saya. Yang dikejar bukan pangkat dan jabatan, tetapi lebih menjunjung tinggi integritas dan keluarga. Untuk orang luar tentu saja Bill Gates, Steve Jobs yang bisa mengubah dunia dengan terobosan-terobosan pemikirannya dan idenya. Untuk cita-cita atau impian masa kecil, cita-cita masa kecil berubah-ubah. Mulai dari pilot, ABRI, dan terakhir memimpin perusahaan teknologi. Akhirnya tercapai juga cita-citanya,? bebernya.
Diakuinya, lingkungan pun memengaruhi hingga menjadi seperti sekarang ini. ?Keluarga dan orangtua menjadi role model dan sangat mempengaruhi menjadi kita sekarang. Pendidikan dan heterogenitas juga sangat penting. Berpikir demokratis dan tidak fanatik buta, saya dapat dari keluarga dan masa kecil saya yang tinggal di Austria. Untuk pencapaian yang paling membanggakan, bisa menjadi entrepreanur merupakan kebanggan kita. Karena saya bukan dari keluarga yang sangat berada dan memberikan modal usaha. Tanpa modal besar hingga bisa menjadi entrepreneur merupakan hal yang membanggakan,? paparnya.
CEO ini membocorkan rencana dalam waktu dekat dan impian terbesar ke depan. ?Untuk project, meningkatkan profitabiltas perusahaan dan mensejahterakan karyawan merupakan cita-cita yang terus ada. Untuk impian terbesar ke depannya, memiliki perusahaan yang mendunia,? pungkasnya.
