Bernas.id – Sofian Hadiwijaya menyebut tentang beragam aktivitasnya dalam pekerjaannya saat ini. Sekarang, ia menduduki posisi sebagai salah satu co-founder dari pinjam.co.id dan juga sebagai advisor di nodeflux.io. Selain itu, juga aktif menjadi ambasador Intel Corp sebagai Intel Software Innovator untuk IoT (Internet of Things) dan juga AI (Artificial Intelligent).
Ia pun menceritakan pengalaman unik ketika menjalani pekerjaannya. ?Untuk pekerjaan, ada cerita menarik dari pekerjaan formal pertama saya sebagai seorang instruktur. Ketika mau masuk, sebenarnya saya tidak terlalu kompeten di bidang itu, namun dengan hasil jerih payah, saya bisa mendapatkan penghargaan sebagai instruktur terbaik,? ungkapnya ke Bernas (14/8).
Untuk titik balik sehingga bisa menjadi seperti sekarang ini, ia menceritakan sebuah pengalaman yang berkesan di mana saat itu kondisi keuangan keluarganya sedang mengalami keterbatasan dan ia harus berusaha sendiri mencukupi kebutuhannya. ?Pengalaman unik saat keuangan keluarga mengalami hambatan. Saya harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan pribadi di Jakarta, baik itu kuliah maupun kebutuhan sehari-hari,? imbuhnya.
Untuk sosok yang memiliki peran atas apa yang dicapainya, ia tentu tak lupa dengan dukungan keluarga dan Istrinya. Baginya, mereka sudah mempercayakan dan memberikan support atas setiap keputusan yang diambilnya, baik keputasan yang akhirnya salah maupun keputusan yang membuahkan hasil yang sangat bagus. Ketika ditanya tentang cita-cita atau impian masa kecilnya, ia menjawab bahwa sewaktu masih kecil sebenernya ingin menjadi professor. ?Inget sekali pada saat kecil, saya mendengerkan lagunya Josua, namun bukan untuk pesawat terbang, melainkan lebih ke robot,? tambahnya.
Untuk alasan terus menekuni bidang pekerjaan di bidang IT sampai sekarang, ia menjawab bahwa sejak sekolah dasar sudah menyukai komputer. ?Sejak SD sudah ada kecintaan terhadap komputer. Saat kelas 6 SD, saya dibelikan komputer oleh ayah saya dan sejak itu pula muncul kecintaan terhadap bidang teknologi informasi, namun sayangnya saat menduduki bangku SMA malah mengalami kendala dalam bidang teknologi informasi, lalu semua itu bangkit lagi di saat teman satu kost ternyata kuliahnya tentang teknologi informasi,? jelasnya.
Untuk permasalahan yang paling sering dihadapi dalam pekerjaan, ia menyebut sulitnya mengontrol emosi. ?Emosi, terkadang agak sulit untuk mengontrol emosi kita. Namun, selama ini untuk menyikapi itu, saya selalu kembalikan kepada yang di Atas. Untuk tantang pekerjaan ke depan, akan selalu ada tantangan dalam berbisnis, terutama untuk selalu membuat inovasi agar bisnis kita tetap berkembang. Untuk menyikapinya, saya selalu mempelajari hal hal baru dan juga tidak ada salahnya untuk coba berkunjung ke negara lain untuk mempelajari apa yang terjadi disana,? bebernya.
Penyuka game Dota ini pun meyakini bahwa bidang pekerjaan yang digeluti ini penting dilakukan dan dibagikan kepada masyarakat. ?Dengan adanya teknologi informasi akan sangat membantu kehidupan masyarakat, baik untuk kehidupan mereka sehari hari, misalnya mendekatkan keluarga yang jauh dengan teknologi video call, dan juga dalam berniaga, misalnya orang bisa jualan di sosial media ataupun menggunakan e-commerce. Selain itu, sekarang zamannya teknologi, jangan sia-siakan momentumnya. Jika kita lihat, banyak sekali perusahaan yang mulai tergerus bisnisnya karena hanya karena mereka tidak mau menerima kalau bisnis mulai berpindah ke ranah teknologi yang membuat sebuah bisnis bisa lebih efisien,? tukasnya.
Technology Advisor ini rupanya terus membangun habit khususnya untuk mendukung pekerjaannya dengan membaca. ?Saya selalu suka membaca, walaupun membaca bukan hobi saya. Saya selalu penasaran dengan hal-hal baru. Untuk itu, tidak ada jalan lain selain membaca dan menghadiri seminar-seminar. Untuk mengembalikan mood agar kembali bersemangat bekerja, ketika saya menjadi bawahan, saya selalu memikirkan keluarga saya atau bisa menjadi costumer dari dagangan. Dan ketika jadi atasan, saya selalu memikirkan orang orang yang bergantung hidupnya terhadap perusahaan. Mereka adalah aset yang besar bagi perusahaan. Jadi, saya selalu ingin menampilkan yang terbaik agar mereka semua tetap termotivasi,? paparnya.
Pengagum sosok Habibie ini memberikan inspirasi dan sarannya kepada orang lain yang membaca kisahnya ini. ?Kalau kita lihat banyak sekali orang-orang yang bisa jadi tidak diperhitungkan sebelumnya malah menjadi seorang yang sangat sukses. Nah kenapa demikian, karena orang ini tidak pernah menyerah dan selalu gigih memperjuangkan mimpinya. Untuk saran, kata sukses itu punya arti yang berbeda untuk setiap orang. Menurut saya, proses itu lebih penting dari hasil akhir. Mari kita fokus akan proses menuju setiap goal yang sudah kita set sebelumnya agar kita bisa meraih setiap step kecil untuk meraih goal tersebut,? ucapnya.
Lingkungan diakuinya memengaruhinya hingga menjadi seperti sekarang dan menjadi faktor penentu. Baginya, lingkungan Ini faktor yang sangat penting. Ia merasa sangat beruntung mempunyai teman-teman yang sangat mengispirasinya dan juga memacu saya untuk selalu memberikan yang terbaik. Untuk pencapaian yang paling membanggakan, ia menyebut baru-baru ini diundang sebagai keynote di acara Bekraf Developer Day di Palembang. ?Saya sangat bangga bisa memberikan inspirasi di depan kurang lebih 800 orang di Palembang kota kelahiran saya, di mana orang tua saya juga hadir diacara tersebut. Untuk penghargaan khusus yang diterima selama ini, salah satunya menjadi instruktur terbaik di binus center tahun 2009. Terus juga menjadi pemenang Blackberry Jam Hackathon di Indonesia dan Asia. Terakhir, mendapatkan penghargaan sebagai Developer Hero diajang Rice Bowl Startup Awards,? urainya.
Intel Innovator Program ini membocrokan rencana dalam waktu dekatnya dan impiannya ke depan. ?Dalam waktu dekat lebih banyak ingin sharing tentang pengalaman dan juga technologi yang saya pelajari selama ini agar kesalahan kesalahan terhadulu yang saya lakulkan tidak kejadian di orang lain. Untuk impian terbesar ke depan, impian saya menjadi salah satu pengambil keputusan yang bias membantu orang banyak, misalnya menjadi kepala daerah, atau siapa tau bias menjadi gubernur,? pungkasnya.
