Bernas.id – Mohamad Yunus, SE, MM menceritakan pengalaman unik dalam proses kehidupannya sampai menjadi seperti sekarang ini. Saat masih duduk di bangku SD kelas 1, ia ternyata sudah berpikir dan bertindak dalam proses belajar menggunakan metode yang berbeda dengan anak-anak SD seusianya ketika itu. Ia selalu berpikir 1 langkah ke depan dengan selalu belajar pelajaran kelas di tingkat atasnya seperti saat kelas 2 SD, ia belajar pelajaran kelas 3 dan seterusnya sampai berkuliah.
?Kegiatan cara belajar ini, saya lakukan setiap hari setiap pulang sekolah sambil menunggu warung dagangan orang tua saya di rumah. Alhamdulillah, cara dan usaha ini membuahkan hasil selalu sebagai juara kelas sampai di tingkat akhir SMEA. Buah keberhasilan ini pun berdampak menguntungkan bagi saya dengan dibebaskanya uang wajib sekolah. Di samping kegiatan rutin dengan membawa kue-kue dagangan di warung Ibu saya ke sekolah untuk dijajakan kepada teman-teman sekolah,? ungkapnya ke Bernas (11/8).
Demikian halnya di dunia pekerjaan, trainer ini senantiasa berpikir untuk menentukan target pencapaian keberhasilan di pekerjaan seperti halnya menentukan usia ke berapa saya harus berasa di posisi A atau posisi B. ?Tentunya pemikiran dan rencana ini, saya dukung dengan banyak belajar, melanjutkan kuliah DIII, SI, S2 di mana saya menyadari keterbatasan ekonomi orang tua yang mendorong dan menginspirasi saya untuk bekerja dan melanjutkan pendidikan dengan hasil usaha sendiri. Kegiatan bekerja dan kuliah yang saya jalani, saya barengi dengan kegiatan freelance sebagai trainer dengan tujuan menambah pengetahuan dan keterampilan serta penggalaman dan juga implementasi dari apa yang saya telah pelajari,? tuturnya.
Titik balik bisa menekuni pekerjaan dalam bidang SDM sampai sekarang ini, therapist ini menyebut sebuah proses transisi yang sederhana. ?Saya menekuni bidang Sumber Daya Manusia (SDM) melalui proses transisi yang cukup sederhana. Sebenarnya, bidang SDM bukanlah prioritas utama bidang yang akan saya tekuni, tapi bidang informasi dan komputer atau bidang Public Relation-lah yang lebih saya inginkan. Di awal karir sayalah yang mengubah konsentrasi pada bidang SDM. Di tempatkan di Divisi SDM Kantor Pusat Dharmala Group pada bulan Agustus 1990 membuat saya menemukan passion dan sampai akhirnya menjadi bidang yang saya sukai sekaligus saya cintai. Salah satu yang menarik bagi saya di bidang SDM ini adalah menganalisa dan membuat profil seseorang dengan berbagai tools, melakukan observasi perilaku guna kebutuhan program-program SDM, dan bagaimana mengembangkan karyawan di sebuah organisasi,? jelasnya.
Dikatakannya, pengalaman unik yang ia alami selama di dunia pekerjaan ternyata lebih banyak pada bagaimana menghadapi berbagai tipe owner dan tipe kepempinan mulai dari pimpinan expatriat sampai pimpinan lokal, tipe karyawan dengan berbagai latar belakang pendidikan, industri, budaya, demografi, geografi, serta kebiasaan, dan lainnya. ?Masing-masing dari tipe kepemimpinan, karyawan, dan industri memiliki keunikan yang berbeda dan semua bagi saya menyenangkan dan saya bisa belajar dan menambah pengalaman saya,?imbuhnya.
Untuk permasalahan yang paling sering dihadapi dalam pekerjaannya, coach ini menyebut tiga faktor. ?Permasalahan yang paling sering saya hadapi adalah masalah komitmen, supporting, dan integritas pimpinan terhadap kinerja perusahaan dan gaya kepemimpinan yang diterapkannya di organisasi. Ketiga hal tersebut menurut saya sangat penting, tetapi justru hal ini sering menjadi masalah karena ketigas unsur bagi pemimpin tersebut kurang direspon serius, yang semestinya mereka menjadi role model dan sebagai nahkoda yang membawa kapal menuju arah yang diinginkan perusahaan atau sebaliknya. Menyampaikan dan berdiskusi secara personal maupun internal kepada pimpinan untuk proses moving paradigm dan tentunya dengan fakta, data, konsep, ide, dan rencana project yang menghubungkan peran yang sinergis pimpinan dan project. Masalah kedua yang sering terjadi, sebagian besar dari karyawan tidak mudah untuk mengelola manajemen perubahan yang ada di organisasi, yang semestinya berjalan dinamis dan fleksibel menghadapi berbagai perubahan yang terjadi dalam dunia industri dan bisnis. Pentingnya peran para manager dan penyelia untuk membantu proses transformasi perubahan yang ada di organisasi menjadi lebih mudah dan sesuai yang diharapkan perusahaan. Peran ini terkadang kurang berjalan dengan baik dan perlu diperbaiki sistem, cara dan proses implementasinya,? urainya panjang.
Untuk tantangan pekerjaan ke depan, konsultan ini menyebut era globalisasi dan disrub innovation. ?Persaingan dalam dunia bisnis dan industri berdampak terhadap persaingan SDM. Teknologi yang cepat sekali berubah mengakibatkan pola SDM pun mengalami perubahan tren, Generasi Y Millenial adalah buah dari perubahan teknologi dan era globalisasi. Sebagai praktisi HR, tentu saya harus mengubah cara ataupun pendekatan SDM yang menyesuasikan dengan situasi saat ini. Tren hi-jack dan masalah employee Engagement yang terjadi pada generasi Y dan Millenial ini pun harus disikapi dan direspon dengan positif dengan melakukan berbagai perubahan baik dalam komunikasi, sistem, kebijakan, dan sebagainya,? bebernya.
Dosen ini pun meyakini bahwa bidang pekerjaan yang digeluti penting dilakukan dan dibagikan kepada masyarakat. ?Bidang yang saya geluti ini penting karena bidang ini membantu masyarakat untuk berkarya dengan kompetensi dan bakat yang dimilikinya melalui kontribusi yang diberikan untuk organisasi ataupun perusahaan. Bidang ini turut membantu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi masyarakat (karyawan) secara berkesinambungan. Bidang ini membantu karyawan untuk dapat bekerja guna mendapatkan penghasilan untuk diri dan keluarganya. Bidang yang saya geluti ini pun bagaimana membangun hubungan kemasyarakatan yang sinergis dan saling ketergantungan antara perusahaan, organisasi, atau instansi dalam berbagai bentuk kegiatan dan tujuan yang menguntungkan keduanya,?paparnya.
Master Manajemen ini memberikan inspirasinya kepada orang lain yang membaca kisahnya ini. ?Kesuksesan atau keberhasilan yang kita raih baik dalam kehidupan dan pekerjaan merupakan sebuah PILIHAN. Apapun yang saya pikirkan, saya ucapkan, dan saya lakukan pada akhirnya hasilnya pun saya akan lihat, akan saya peroleh, dan akan saya rasakan. Saya terus menggali potensi dan kemampuan diri yang mungkin belum termanfaatkaan dengan baik dan maksimal. Saya berusaha untuk menjadi seseorang yang bermanfaat untuk orang banyak dan memberikan banyak inspirasi guna orang lain mencapai impian dan tujuannya. Bagi saya tidak ada sesuatu yang tidak mungkin karena kita tidak pernah tahu sampai dimana batasan yang kita miliki. Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik,?tukasnya.
Praktisi HRD ini membocorkan rencana dalam waktu dekat dan impiannya ke depan. ?Dalam waktu dekat, menangani project-project training di beberapa perusahaan, sharing knowledge di beberapa komunitas profesi HR, dan menjadi dosen tetap di salah satu perguruan tinggi. Untuk impian ke depan, merealisasikan cita-cita waktu kecil, yaitu menjadi guru di SD dan SMP guna berpartisipasi dalam membangun masa depan generasi bangsa Indonesia,? pungkasnya.
