Bernas.id – Galau, kata ini tentu saja sudah tidak asing lagi di telinga kita. Bukan hanya remaja labil saja yang sering mengalaminya, tapi orang dewasa pun tak jarang mengalami hal ini. Contoh kasusnya ialah seperti saat seseorang ditinggal nikah, kehabisan uang, ada masalah dengan teman ataupun pasangan, tidak bisa mengerjakan tugas dengan sebaik-baiknya, atau ketika putus dengan pasangan. Duh, hal tersebut pasti saja berujung dengan kegalauan.
Ini nih yang biasanya mengalami galau yakni remaja yang masih mencari jati diri. Mengapa bisa? karena, mereka belum bisa membawa nafsu dan akalnya dengan benar. Maka tak ayal, mereka menjadi sosok yang mudah sekali mengalami galau, walaupun itu adalah masalah yang sepele dan tidak patut dipergalaukan. Tetapi, bukan artian remaja saja lho yang bisa mengalaminya, orang dewasa pun bisa. Seperti pada saat mereka tak memiliki uang, tapi bedanya, orang dewasa cenderung bisa mengontrol dirinya agar tidak terlalu jatuh dalam kegalauan seperti anak muda.
Kembali lagi pada arti Galau. Apa sih galau itu? Masyarakat tentunya sering menggunakan kata ini saat mereka sedang bersedih hati. Tapi apakah kita mengetahui apakah arti dari Galau yang sebenarnya? Ya, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), galau adalah kacau, tidak keruannya (pikiran). Sedangkan kegalauan sendiri bermakna sifat (keadaan hal) galau. Dapat kita pahami dari arti tersebut, bahwa galau adalah situasi saat manusia tidak karuan pikirannya. Tetapi, sebagian dari kita kini mengkaitkan galau dengan situasi seseorang yang sedang bersedih hati. Mungkin yang berpendapat seperti ini mengirakan bahwa galau identik dengan kesedihan seseorang.
Berbicara tentang galau, sebagian dari kita tentu saja bisa melihat apakah seseorang itu sedang galau atau tidak, hanya dengan melihat ekspresi wajah. Misalkan saja saat seseorang terlihat murung, tidak bersemangat, lesu, sulit diajak berbicara, tidak mood melakukan apapun, bahkan jika sudah galau tingkat tinggi, orang tersebut sampai-sampai tidak mau makan. Tentulah kita bisa menafsirkan bahwa orang tersebut pasti sedang mengalami kegalauan. Duh, sangat berbahaya sekali bukan?
Melihat dari fakta tersebut, sangat miris sekali jika seseorang sedang dilanda galau. Orang yang mengalami hal tersebut tentulah secara perlahan sedang menghambat potensi yang dimiliknya. Mengapa bisa? Orang yang sedang dilanda kegalauan tentunya tak memiliki semangat untuk melakukan apapun, padahal dalam faktanya ia bisa melakukan hal yang positif walaupun ia sedang galau. Seperti membuat cerita pendek, berkumpul dengan teman, mengembangkan bakat ataupun hal yang lainnya.
Tak hanya itu, orang yang sedang galau cenderung membuat orang sekelilingnya menjadi kesal. Karena seperti yang kita ketahui, orang yang sedang mengalami kegalauan tentulah sulit untuk menerima pendapat orang lain, karena pikirannya sedang kacau. Padahal itu bermanfaat bagi dirinya sendiri. Hal ini terkadang membuat temannya yang lain jengkel akan sifatnya pada saat itu.
Dari segi agama, galau pula diperintahkan oleh Allah agar dijauhi. Lho, memangnya ada dalilnya? Begini, galau yang berlebihan terkadang membuat manusia jatuh dan terjerumus dalam kesedihan. Sedangkan, dalam firman-Nya, Allah mengatakan, ?Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang beriman.? (Q.S Ali-Imran: 139)
Dari ayat tersebut, dapat kita pahami bahwa Allah melarang kita terlalu lemah dan terpuruk dalam kesedihan, sebab manusia diciptakan oleh Allah paling tinggi derajatnya. Lantas, mengapa kita lemah karena hal yang sepele dan larut dalam kesedihan? Jadi, jauhilah jalan menuju kesedihan yang berkepanjangan apabila kita ingin menjadi orang beriman di mata Allah Swt.
Tidak patutlah bagi kita untuk bergalau, karena banyak sekali dampak negatif saat kita mengalami hal tersebut. So, semangatlah dan jalani hidup yang indah ini tanpa galau yang melanda. Tidak enak dipandang juga bukan apabila kita selalu terlihat galau? apalagi karena masalah sepele, yang sepatutnya kita serahkan pada Allah agar diberi jalan keluar, bukannya terus dipergalaukan dan dimasukkan ke hati. Itu sangat tidak baik dan tidak berfaedah bagi hidup.
