Bernas.id – Pernikahan merupakan ikatan suci dari dua insan yang berniat untuk hidup bersama. Di dalam islam, menikah dikatakan separuh dari agama, sehingga siapa yang ingin menyempurnakan agamanya maka menikahlah. Keluarga bahagia itulah tujuan utama dalam pernikahan. Tentunya diperlukan banyak perjuangan dan usaha untuk menggapai tujuan mulia tersebut.
Di dalam hidup berumah tangga, berbagai halangan, ujian akan terjadi. Untuk itu dibutuhkan kerjasama yang kuat antara suami dan istri dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Salah satu pondasi untuk membangun keluarga yang harmonis di antaranya adalah kesetiaan. Jika suami istri saling setia maka akan tercipta kepercayaan uang kuat antar keduanya. Namun bagaimana jika kepercayaaan itu harus ternodai oleh pihak ketiga? Duh, rasanya ingin membelah lautan. Eits tunggu dulu itu hanya bisa dilakukan oleh nabi Musa atas izin Allah lho..
Ya, dikhianati itu rasanya sakit banget. Apalagi jika kita sudah tulus berkorban demi orang yang kita cintai. Lebih-lebih jika pengkhianatan itu dilakukan pasangan kita dengan orang yang kita percaya. Rasanya menusuk deh. Tenang dulu, semua itu adalah bagian dari ujian dari Allah untuk kita bisa memperoleh derajat yang tinggi. Nabi Ibrahim saja diuji dengan harus berpisah dengan istri yang dicintai, setelah itu diuji lagi untuk menyembelih putra yang dicintai. Maka kita manusia biasa tentulah juga bisa saja diuji dengan orang yang kita cintai yaitu pasangan kita.
Kita tentu akan mengeluh dan kecewa akan pengorbanan, kesetiaan dan kasih sayang kita terbayar dengan sebuah perselingkuhan. Apalagi jika kita sudah berusaha menjadi istri yang salehah dan tulus mengabdi sesuai dengan aturan yang ditetapkan Allah. Rasanya itu tidak adil banget lho.. Tapi bumi teruslah berputar. Yakinlah bahwa Allah mempunyai kebaikan untuk kita lewat ujian itu. Dan sesungguhnya Allah tidak akan menguji diluar batas kesanggupan hambanya. Percaya deh.
Sebagai istri yang salehah, tentulah Allah akan sayang kepada kita. Allah akan memberi kita sinyal-sinyal penyimpangan suami kita. Awalnya mungkin kita tidak menghiraukan sinyal itu dengan berkeyakinan tidak mungkinlah suamiku selingkuh. Tapi sinyal tersebut akan semakin kuat untuk menunjukkan kita bahwa suami kita mulai simpati dengan wanita lain. Duh sakit banget jika tahu bahwa cinta suami harus dibagi dengan wanita lain. Haruskah aku mati karenamu? Seperti lagunya Ada band aja. Tentu jangan dong, jika kamu mendapati kejadian itu menimpa kamu. Yuk coba bangkit dengan beberapa tips berikut ini :
1. Lebih dekat Allah
Sebaik-baik tempat untuk mengadu adalah kepada Allah. Karena Allah selalu ada buat hambaNya. Dengan ujian itulah Allah rindu dengan tangisan dan keluh kesah kita. Yuk lebih dekatkan diri kita dengan lebih banyak sholat malam, tadarus Alquran sehingga kita bisa semakin dekat denganNya.
2. Tunjukkan bahwa kita adalah perhiasan dunia
Sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita salehah. Wanita salehah akan selalu berusaha untuk sabar. Maafkanlah suami yang telah menyakiti hatimu. Mungkin saja dia khilaf melakukan hal itu dan jika ada itikad baik dari suami untuk memperbaiki kembali hubungan anda maka sambutlah itu meskipun sakitnya tuh di sini (hati). Tetaplah menjadi perhiasan dunia dengan melayani suami dengan lebih baik lagi, tingkatkan kedekatan dan komunikasi dengan suami sehingga terjalin kembali keharmonisan. Ajak suami untuk kembali ke jalan yang benar dan bantulah suami untuk melupakan teman dekatnya itu.
3. Memperbaiki diri dan meminimalkan kekurangan
Intropeksi diri kita sebagai istri, apa saja yang kita lakukan kurang sesuai dengan suami. Seringkali kita melakukan sesuatu itu adalah untuk membuat suami bahagia namun terkadang itu bukan kebahagiaan yang diinginkan suami. So, cari tahu apa yang membuat suami kita bahagia versi suami dan lakukanlah itu sesuai dengan kemampuan. Setiap orang tercipta dengan kelebihandan kekurangan, maka minimalkan kekurangan diri dengan lebih meningkatkan kelebihan kita.
4. Berkaryalah sesuai dengan kemampuan
Dunia terasa hancur saat kita tahu suami terbagi cintanya. Tapi tetaplah menjadi wanita yang tangguh dalam menghadapinya. Hilangkan amarah dan kesedihan dengan mencari kesibukan yang bermanfaat sesuai dengan bidang yang anda sukai. Misalnya dengan memasak lalu dijual tentu akan menjadi masukan tambahan juga hiburan untuk anda. Lakukan hobi yang anda sukai tapi jangan sampai lupa dengan kewajiban kita sebagai istri juga ibu.
5. Berpisahlah dengan cara yang bijaksana.
Jika Anda dan suami tidak bisa berkomunikasi yang baik untuk mencari jalan keluar yang baik untuk kelangsungan rumah tangga, maka mintalah nasihat kepada orang yang lebih kompeten daripada kita, semisal orang tua kedua belah pihak, guru ngaji, ataupun saudara yang bisa dipercaya. Terapkan nasihat-nasihat yang diperoleh dalam mediasi itu untuk mendapat kebaikan. Namun jika segala upaya untuk mempertahankan keutuhan rumah tangga maka berpisahlah dengan cara yang bijak. Sesungguhnya perbuatan halal namun dibenci oleh Allah adalah perceraian. Jika perceraian itu adalah jalan terakhir yang harus diambil untuk semua pihak maka lakukanlah dengan cara yang ma'ruf. Tetaplah jalin komunikasi yang baik dengan mantan suami dan jagalah buah hati agar tidak terluka lebih dalam. Korban yang terberat perceraian adalah sang buah hati. Jadi tetaplah ber-partner dalam urusan buah hati meski tidak satu atap lagi.
