Bernas.id – Era digital dan automasi di abad 21 ini membuat perubahan cukup masif di lapangan pekerjaan. Saat ini pun kita baru saja mengalami automasi pembayaran tol dengan kartu e-money. Petugas yang dulu menyambut di pintu tol, digantikan oleh mesin e-money. Begitu juga dengan fasilitas internet dan mobile banking yang pada akhirnya nanti bank tidak akan lagi membutuhkan teller.
Menurut Josh Zumbrun, seorang ekonom dan penulis untuk Wall Street, bila saat ini jenis pekerjaan kita termasuk pekerjaan fisik dan rutin dengan prosedur atau aturan tetap, maka kita akan mudah digantikan oleh mesin. Jadi, seperti apakah jenis pekerjaan yang bertahan di Abad 21 ini?
Yang pasti, jenis pekerjaan yang akan bertahan adalah yang memiliki sifat non-routine abstract yaitu tidak prosedural dan bisa segera menyesuaikan dengan perubahan. Pekerjaan non-routine abstract membutuhkan kemampuan dan insting untuk berani membuat terobosan dan tren baru yang memadukan lima komponen: perangkat keras, perangkat lunak, basis data, jaringan, dan sumber daya manusia. Biasanya, pekerjaan ini berupa jasa yang mengharuskan bersikap persuasif dalam menyesuaikan dengan pelanggan dan kreatif dalam menyelesaikan berbagai macam kasus. Seperti konsultan psikologi dan konsultan hukum.
Selain itu, jenis pekerjaan yang pasti bertahan adalah non-routine analysis, dimana secara kontinu melakukan proses penguraian elemen-elemen dan penyelesaian masalah dengan prosedur yang berbeda. Pekerjaan non-routine analysis menuntut kemampuan berpikir kritikal secara sistem, yang menggunakan semua sumber daya sebagai input, memproses informasi, serta memberi umpan balik dan kontrol atas permasalahan. Contohnya adalah pekerjaan dalam bidang sains dan teknologi, analis finansial, dan analis sistem.
Jenis pekerjaan yang juga bertahan adalah non-routine interpersonal, dimana secara berkelanjutan membangun hubungan dan kolaborasi dengan berbagai pihak, yang bidang dengan pekerjaan atau keahliannya berbeda. Pekerjaan non-routine interpersonal membutuhkan seseorang yang visioner, persuasif dengan kreatifitas tinggi. Hal ini karena membutuhkan proses mengasimilasi dua bidang yang biasanya belum pernah bekerjasama sebelumnya. Contoh pekerjaannya adalah bagian pengembangan dan pemutakhiran produk, manajemen rekayasa dan manajemen rancang bangun.
Jenis pekerjaan lain yang bertahan adalah non-routine interactive, dimana pekerjaan tersebut menuntut komunikasi dua arah, transfer ilmu dan penggunaan bahasa lintas negara dan budaya. Hal ini karena robot belum bisa melakukan penafsiran terhadap kalimat-kalimat abstrak dan bermakna ganda. Contoh pekerjaannya adalah pendakwah, pendidik, profesi relasi publik dan pekerjaan lain yang berhubungan dengan komunikasi.
Sehingga, kata kuncinya untuk tetap bertahan tidak harus berkompetisi dengan mesin adalah kita harus siap dengan mencari dan belajar pekerjaan jenis non-routine. Bagaimanapun dunia digital terus menggeliat menelurkan inovasi-inovasi baru yang bisa menggantikan pekerjaan kita. Sekarang, siapkah kita?
