Bernas.id – Bahagia itu bukan berarti tidak pernah marah atau sedih, karena marah dan sedih adalah komponen yang membentuk kebahagiaan itu sendiri, selain rasa senang. Kebahagiaan adalah pemahaman tertinggi tentang rasa yang diwujudkan dalam bentuk nikmat yang disyukuri.
Tidak melulu marah dan sedih diartikan negatif, tapi bisa juga positif. Contohnya, marah karena melihat ketidakadilan merajalela, marah melihat si lemah ditindas oleh si kuat, marah melihat agama dipermainkan dan dinistakan. Marahnya sebagai wujud kepedulian akan sebuah kebenaran.
Contoh sedih yang positif, seperti sedih karena ketidakmampuan untuk berbuat lebih untuk keluarga atau orang lain, sedih karena lalai dalam melaksanakan perintah Allah, sedih karena telah melakukan perbuatan dosa. Sedih sebagai tanda penyesalan dan komitmen untuk berbuat lebih baik.
Marah dan sedih yang negatif terjadi karena dipicu oleh emosi negatif, seperti iri hati, dendam, posesif, dan sebagainya. Emosi negatif jika dibiarkan akan berkembang dan menumpuk dalam hati dan pikiran, lama kelamaan akan menggerogoti kesehatan kita dan menjadi penyakit.
Untuk itu, diperlukan pengontrolan diri serta pembersihan hati dan pikiran setiap waktu. Lalu, apa yang diperlukan untuk pemberisihan tersebut? Berikut pemaparannya.
1. Tempat Sampah
Emosi negatif sama juga seperti sampah. Kita perlu menciptakan tempat sampah dalam pikiran kita untuk menampung emosi negatif tersebut, sehingga saat pembuangan tidak ada yang tersisa. Emosi negatif jika tidak dikumpulkan akan menyebar, sehingga nantinya segala pikiran dan perbuatan akan tercemar oleh emosi negatif. Tempat sampah di sini diartikan sebagai pengontrolan diri.
Dengan pengontrolan diri, kita bisa memisahkan emosi-emosi negatif yang muncul dalam diri agar tidak muncul ke permukaan dalam bentuk tindakan. Contoh, saat sedang kesal dengan seseorang dan rasanya ingin marah, kita dapat mengontrol diri dan menyadari bahwa itu bukan tindakan yang benar, sehingga kita tidak jadi marah-marah.
Nah, emosi negatif jika dipendam atau dikumpulkan terus-menerus akan membebani pikiran dan hati, makanya perlu hal yang kedua.
2. Pembuangan
Pembuangan artinya membersihkan hati dan pikiran dari emosi negatif yang menumpuk. Caranya bisa bermacam-macam, ada yang diam merenung dan mengikhlaskan ketidakpuasan dalam diri, atau istilahnya berdamai dengan diri sendiri, ada juga yang harus meluapkannya dengan berteriak sekeras-kerasnya. Kita bisa pergi ke pantai atau laut lepas, lalu berteriak sekeras-kerasnya, untuk membersihkan emosi negatif dalam hati dan pikiran, hasilnya kita akan segar kembali.
Setelah membuang segala emosi negatif dalam diri, perlu menyiram hati dan pikiran kita dengan rasa syukur. Menyadari bahwa apa yang kita rasakan saat ini, tidak lain adalah nikmat dari yang Maha Kuasa. Kita bisa berjalan, tertawa, menangis, marah, dan bentuk rasa dan aktifitas lainnya, itu semua atas kehendak-Nya.