Bernas.id ? Gerak roda perekonomian membawa pada terbukanya berbagai peluang usaha, baik itu jenis usaha baru maupun jenis usaha yang telah ada sebelumnya. Efeknya banyak wirausaha-wirausaha baru bermunculan. Dari usaha skala besar hingga usaha kecil yang dikelola oleh para ibu rumah tangga. Hal ini membuat peta persaingan setiap jenis usaha begitu ketat.
Dalam dunia usaha, persaingan adalah suatu hal yang lumrah. Apalagi jika jenis usaha Anda adalah sesuatu yang dibutuhkan oleh banyak orang, seperti kebutuhan sandang dan pangan. Bisa dipastikan banyak pemain di sana.
Keberadaan para pesaing atau kompetitor bukan untuk ditakuti, tetapi justru untuk disikapi secara positif. Kompetitor bisa menjadi mitra usaha yang baik untuk Anda. Bagaimana caranya?
Berikut hal-hal yang dapat dilakukan agar kompetitor tidak menjatuhkan usaha Anda, tetapi justru membuat usaha Anda semakin berkembang:
1. Kenali kompetitor dengan baik
Cari informasi sebanyak-banyaknya tentang kompetitor-kompetitor Anda. Tujuannya adalah untuk mengetahui secara persis di mana posisi usaha Anda berada. Di atas, sejajar atau bahkan berada paling bawah dalam menguasai pangsa pasar. Hal ini berguna bagi Anda untuk menyusun strategi dalam rangka meningkatkan posisi produk Anda di pasaran.
2. Kenali kelebihan kompetitor
Mengapa kompetitor A dapat menguasai pasar? Apa strategi yang dilakukannya? Apa ciri khas atau keistimewaan produknya dibanding produk-produk serupa di pasaran? Bandingkan dengan produk Anda, sudahkah produk Anda juga memiliki kelebihan yang sama?
Kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh kompetitor, dapat menjadi pembanding bagi produk Anda. Jika ada kekurangan, Anda dapat memperbaikinya agar produk dapat bersaing di pasaran.
3. Kenali kelemahan kompetitor
Kompetitor bagai musuh dalam selimut, sama-sama menggarap di lahan yang sama tetapi dapat membahayakan kelangsungan usaha jika tidak disikapi dengan baik. Selain perlu mengetahui kelebihan yang dimiliki kompetitor, diperlukan juga informasi tentang kelemahan-kelemahannya. Tujuannya bukan untuk menjatuhkan tetapi untuk dijadikan pembelajaran.
Apa kekurangan kompetitor sehingga produknya tidak terlalu diminati oleh konsumen? Lihatlah produk Anda, apakah juga memiliki kekurangan yang sama?
Jangan pernah menganggap sepele kompetitor yang memiliki banyak kelemahan atau posisi pasarnya berada di bawah usaha Anda. Di balik setiap kelemahan ada kekuatan. Tidak ada seorang pun yang ingin usahanya tutup buku. Setiap kompetitor pasti terus melakukan inovasi dan perbaikan-perbaikan untuk kemajuan usahanya. Memerhatikan langkah-langkah yang dilakukan kompetitor dapat menjadi acuan, seberapa jauh usaha Anda mengikuti perkembangan pasar.
4. Mencontek yang baik
Memiliki idealisme dalam menjalankan usaha itu baik, tetapi jika dirasa belum menemukan formula yang tepat bagaimana menjalankannya, Anda dapat melihatnya dari kompetitor. Bagaimana cara atau sistem yang digunakannya. Jika itu baik untuk diterapkan pada usaha Anda, mengapa tidak? Tentu selama hal tersebut tidak bertentangan dengan etika dalam berbisnis.
Perlu diperhatikan bahwa tidak selalu kompetitor utama atau pemegang kue terbesar di pasaran, sistemnya cocok untuk digunakan. Pilihlah yang memang cocok dengan iklim usaha Anda.
5. Evaluasi
Evaluasi secara berkala usaha Anda, lihat segala aspek yang ada. Dari banyak hal yang telah dilakukan, dapat terlihat mana yang membawa kebaikan, mana yang dirasa kurang efektif. Carilah solusinya.
Lihat juga bagaimana kompetitor Anda, seberapa cepat mereka bergerak. Apakah usaha Anda juga bergerak dengan kecepatan yang sama? Atau jangan-jangan justru jalan di tempat dan kalah dalam persaingan.
Selamat mencoba!
