Bernas.id – Hidup tanpa cinta ibarat masakan tanpa garam. Sebegitu seriuskah garam diperlukan oleh manusia? Sampai-sampai cinta juga perlu garam? Siapa yang tidak kenal dengan benda yang satu ini berwarna putih, butiran halus dan lembut serta rasa yang semua orang pasti hapal di rasanya di luar kepala. Asin.
Beberapa waktu yang lalu sempat heboh Indonesia akan mengimpor garam dari negara tetangga. Padahal Indonesia adalah negara kepulauan yang dikelilingi lautan sehingga kalau negeri ini kekurangan garam, kompak kita akan jawab “Masa sih? Emang laut di Indonesia udah sudah berubah rasa!” Sehingga garam saja harus minta dikirim dari luar.
Itulah garam semua membutuhkannya dari urusan masakan, kecantikan, garmen, ilmu medis sampai non medis. Maka, beberapa hal yang harus diketahui dari garam adalah:
1. Ilmu Medis
Bahasa kimia garam adalah NaCl (natrium clorida) di beberapa kasus penanganan kesehatan, garam diperlukan untuk penyeimbang asupan cairan di dalam tubuh. Saidina Ali mengatakan ada 70 penyakit yang bisa disembuhkan dengan garam. Dianjurkan sebelum dan sesudah makan untuk menjilat garam.
Salah satunya yang sudah sering kita ketahui yakni diare. Misalnya, jika kita diare yang menyebabkan kekurangan cairan maka campuran garam dan gula mampu mengatasinya. Dengan komposisi 1 sendok garam : 2 sendok gula yang biasa dikenal dengan oralit.
2. Kecantikan
Orang -orang Romawi kuno terutama kaum wanitanya sering menggunakan garam sebagai pelembut kulit. Caranya mudah dengan ambil sedikit garam lalu gosokkan ke tubuh seperti lulur kemudian bilas dengan air bersih. Lihat dan rasakan sendiri kulit Anda menjadi halus.
3. Relaksasi
Jika Anda merasa lelah setelah beraktivitas seharian, ingin rasanya menikmati relaksasi atau spa. Tapi kegiatan itu tidak bisa dilakukan di rumah. Ada resep mudah dan murah warisan leluhur kita. Caranya rendam kaki Anda dengan air hangat yang sudah diberi garam. Diamkan beberapa saat dan nikmati sensasinya. Kandungan natriumnya mampu melemaskan otot-otot syaraf. Anda bisa istirahat dengan nyaman.
4. Menghilangkan racun atau kuman
Saat ini, sayuran yang kita beli tidak semua bersih dari pestisida. Walaupun kita sudah bersihkan, tetapi tetap saja ada kandungan yang tertinggal. Salah satu cara mudah adalah sayuran yang sudah disiangi, kemudian direndam dengan air garam selama 15 -30 menit tergantung dari jenis sayurannya. Brokoli dan sejenisnya butuh waktu 30 menit untuk melepaskan kandungan pestisidanya.
5. Menghambat pertumbuhan rumput.
Rumah yang lapang dengan halaman ditumbuhi rumput hijau memang membuat mata terasa sejuk. Tetapi, apabila rumput tumbuh subur sehingga kita harus ekstra memotong rumput tentunya akan menambah kegiatan dan juga dana. Ada tips agar rumput di halaman rumah Anda tidak cepat tumbuh. Sebarkan garam secukupnya di atas rumput rumah Anda. Lakukan 2 minggu sekali karena jika terlalu banyak rumput akan mati.
6. Mengawetkan makanan
Jika kita melintas di daerah pantai, pastilah ada beberapa nelayan yang sedang menjemur ikan. Terkadang kelebihan ikan membuat mereka harus kreatif, bagaimana hasil tangkapannya bisa menghasilkan uang dan tidak terbuang percuma. Cara sederhana mengawetkannya adalah setelah ikan dibersihkan sisik dan isi perutnya kemudian ditaburi garam dan dijemur beberapa hari sampai kering. Jadilah yang kita kenal sebagai ikan asin.
7. Sarana barter
Di zaman Romawi, garam sebagai alat barter atau alat tukar. Karena garam dianggap sebagai barang berharga yang banyak dibutuhkan orang. Malah lebih berharga dibanding nyawa prajurit berperang pada saat itu.
Walaupun harganya murah dan letaknya selalu di dapur atau paling mewah di meja makan, jangan remehkan benda yang satu itu. Garam selalu dicari di mana pun ia berada. So, masih mau meremehkan benda tersebut? Silakan Anda jawab sendiri.
