Bernas.id – Belakangan, warganet dihebohkan dengan viralnya video beberapa anak SD yang tengah asyik menghisap vapor di sebuah gang. Dalam video tersebut nampak para siswa masih mengenakan seragam merah-putih lengkap dengan identitas sekolahnya. Diketahui dari seragam yang dikenakan beberapa anak SD tersebut berasal dari Kota Trenggalek.
Sejak diunggah akun FB berinisial ER 21 Oktober 2017 lalu, video itu dengan cepat menyebar dan sudah ditonton 4 juta kali lebih.
Atas video tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek mengakui bahwa video itu memang berasal dari salah satu sekolah dasar di wilayahnya.
“Jadi benar bahwa video siswa yang mengggunakan rokok elektrik itu adalah murid dari SDN 2 Surodakan. Yang jelas pihak sekolah menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut,” ungkap Kabag Protokol dan Rumah Tangga Pemkab Trenggalek, Triadi Atmono, Senin (23/10/2017).
Menurutn Triadi, aksi anak-anak SD tersebut telah terjadi pada 15 Agustus lalu. Saat itu salah seorang siswa membawa vapor milik kakaknya ke sekolah tanpa sepengetahuan orang tua maupun pihak sekolah.
Triadi menambahkan, pihak sekolah telah memanggil orang tua dan siswa yang bersangkutan dalam menangani kasus tersebut.
Sementara itu, Pemkab Trenggalek meminta agar masyarakat tidak memperpanjang persoalan tersebut. Pemkab khawatir jika terus diperpanjang justru dapat mengganggu psikologis maupun aktivitas belajar dari siswa yang terlibat di dalamnya.
“Mohon tidak menuding anak tersebut nakal dan lain sebagainya, mereka selama ini berperilaku baik dan saat ini seluruh siswa sudah kembali beraktifitas dengan normal,” tambahnya.
Keprihatinan juga datang dari Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular kementerian Kesehatan, dr Lily Sriwahyuni Sulistyowati, MM. Menurutnya, meski beberapa penelitian mengungkapkan rokok elektrik dapat mengurangi dampak buruk merokok pada orang dewasa, namun untuk anak-anak sangat tidak dianjurkan.
?Itu sangat memprihatinkan menurut saya. Mau bagaimanapun vape atau rokok elektronik tetap ada isi nikotinnya, akan ada adiksinya, dan bisa membuat anak-anak ini ketergantungan dan malah merokok,? tutur Lily, Senin (23/10).
