Bernas.id ? Teknologi saat ini semakin berkembang pesat. Tidak ada yang dirugikan dari adanya perkembangan teknologi ini. Terbukti perkerjaan kita dipermudah dengan adanya perkembangan teknologi. Siswa menjadi berprestasi karena adanya teknologi. Dan untuk Ujian Nasional pun sudah menggunakan komputer secara online dalam mengerjakan soal ujiannya. Kemudian berdampak mengurangi tingkat kecurangan siswa dalam mengerjakan ujian, mengurangi penggunaan kertas, serta mempercepat proses pengoreksian.
Semua menjadi mudah dengan teknologi yang berkembang saat ini. Lantas apakah dengan berkembangnya teknologi semua anak dalam segala usia wajib menggunakannya? Apa kabar dengan anak usia dini, anak balita? Sebegitu inginkah para orang tua agar anaknya tidak tertinggal zaman, sampai-sampai anak usia dini diberikan gadget?
Anak usia dini merupakan anak yang masih dalam tahap tumbuh kembang. Di usia inilah anak masih belajar mengenal dunia. Masa anak usia dini berlangsung pada umur 2 ? 6 tahun. Anak usia dini ini memiliki perkembangan yang harus diselesaikan. Perkembangan pada masa ini adalah :
1. Perkembangan Fisik dan Motorik
Pada perkembangan fisik anak yaitu berupa tinggi badan, berat badan, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan fisik manusia. Sedangkan pada motorik anak, terdapat motorik halus yang berupa meraba suatu benda, menggerak-gerakkan jarinya, dan menyusun benda-benda dan pada motorik kasar berupa merangkak, berlari, melompat, dan gerakan-gerakan otot besar lainnya.
2. Perkembangan Kognitif
Pada perkembangan ini, anak usia dini dalam melakukan sesuatu lebih kepada meniru tindakan yang dilihatnya dengan panca inderanya, menggunakan simbol-simbol dalam mengenal suatu benda/sesuatu hal.
3. Perkembangan Sosio-Emosional
Pada perkembangan ini anak harus berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya, bermain dengan teman sebayanya, dimana nantinya akan terciptanya proses empati terhadap orang lain, dan pada perkembangan ini moral anak dikembangkan. Pada fase ini juga adanya rasa marah, cemburu terhadap barang temannya, dan perasaan-perasaan lainnya. Oleh karena itu anak perlu dikenalkan dengan sosialnya, agar mengerti berbagi dan peduli kepada sesama.
Ada berbagai asumsi masyarakat khususnya para orang tua terkait masalah ini. Saat anak sedari kecil sudah diberikan gadget, kemungkinan besar mereka akan kecanduan. Karena anak usia dini belum mengerti apa manfaat dari teknologi gedget tersebut, yang mereka mengerti hanya barang ini adalah hal yang membuat dirinya nyaman, senang, dan akan terus mereka lakukan. Para orang tua perlu memahami hal ini, bahwa anak usia dini perlu asupan-asupan yang bergizi, berikanlah hal-hal yang membuat perkembangan anak menjadi berkembang.
Dan inilah pengaruh gadget bagi anak usia dini terhadap perkembangannya, yaitu :
1. Pada perkembangan fisiknya, anak yang serharusnya menggunakan kedua motoriknya dengan menjadi anak yang aktif, bergerak kesana kemari, dan menciptakan kreasi-kreasi. Namun dengan gadget-nya anak menjadi pasif, motorik kasarnya terhambat, seperti takut melompat, naik dan turun tangga takut, dan gerakan-gerakan lainnya yang menggunakan otot besar.
2. Pada perkembangan kognitifnya, anak tidak akan mengenal hal-hal baru, ilmu baru, karena anak hanya terpaku pada gadget.
3. Pada perkembangan sosio-emosionalnya, anak akan menjadi sulit berinteraksi dengan teman sebayanya, sulitnya berkomunikasi kepada orang lain, kurangnya empati, sulit dalam berbagi kepada sesama. Anak akan cuek kepada lingkungan sekitarnya, mementingkan dirinya sendiri. Anak pun menjadi agresif, karena anak dengan leluasa menyentuh layar gadget sesukanya tanpa pengawasan dari orang tua.
Para orang tua, temanilah anak-anak kita pada masa bertumbuh dan berkembang ini. Masa anak di usia dini adalah masa mengenal banyak hal tentang dunia barunya. Kenalkanlah anak dengan hal-hal yang baik, karena anak terlahir seperti bagaikan kertas putih, orangtualah yang pertama menggoreskan kertas tersebut dan pastikan goresan kertas tersebut berupa pengetahuan-pengetahuan baik.
Para ayah dan ibu, ingatlah bahwa anak adalah pemberian dari Allah Subhanahu wa ta?ala. Berikanlah asupan-asupan yang bergizi untuk anak, ciptakan generasi-generasi terbaik nanti, dan itu bermula sedari dini. Saat anak masih sedang bertumbuh. Ingat bahwa ada banyak para orangtua yang menginginkan memiliki anak. Jadi manfaatkan anak dengan baik sedari kecil.
Allah berfirman yang artinya:
“Kepunyaan Allah kerajaan langit dan bumi. Ia menciptakan apa-apa yang Ia kehendaki. Ia memberikan kepada siapa yang Ia kehendaki anak-anak perempuan dan Ia memberikan kepada siapa yang Ia kehendaki anak-anak laki-laki. Atau (Ia memberikan kepada siapa yang ia kehendaki) anak-anak laki-laki dan perempuan. Dan Ia jadikan siapa yang Ia kehendaki mandul (tidak dapat mempunyai anak). Sesungguhnya Ia Maha Mengetahui (dan) Maha Berkuasa? (Asy-Syuura: 49-50).
Masa anak usia dini adalah masa dimana anak memiliki kedekatan dengan orang tua dan lingkungan sekitarnya, serta bermain dengan teman sebayanya. Namun jika gadget digunakan untuk hal-hal yang mengedukasi anak, pastikan sedikit kuantitas anak menggunakan gadget tersebut dan para orang tua mendampingi saat anak menggunakannya. Agar anak tidak membuka hal-hal yang tidak-tidak.
Asosiasi Dokter Anak Amerika dan Kanada menyatakan bahwa anak usia 0-2 tahun tidak diperbolehkan terpapar oleh gadget, anak 3-5 tahun dibatasi satu jam per hari dalam penggunaan gadget, dan anak 6-18 tahun dibatasi dua jam per hari. Oleh karena itu untuk para orangtua yang luar biasa, jangan sia-siakan anak sejak dini, karena itu adalah masa tumbuh kembang mereka, dan jangan biarkan perkembangan anak menjadi terhambat.
Untuk para ayah ibu, ingatlah bahwa anak akan menjadi penolong nantinya di akhirat kelak. Dari Abu Hurairah, “sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ?alaihi wa sallam telah bersabda, apabila manusia itu telah mati maka terputuslah dari semua amalnya kecuali tiga perkara yaitu amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang saleh?. (HR. Muslim).
