Bernas.id – Bagi sebagian orang, kasur bukan cuma sebatas perabot yang dihamparkan untuk tidur, melepas penat setelah melakukan kegiatan seharian. Bahkan ada yang menjadikan kasur-time sebagai waktu untuk bisa jujur, karena mengingat posisi kasur selalu di dalam kamar tidur, maka di atas kasurlah kita selalu merasa bisa menjadi diri sendiri, apa adanya, dan jujur. Tulisan ini bukan membahas tentang hubungan asmara ataupun seksual. Namun lebih kepada bagaimana memaksimalkan kasur-time, serta apa kriteria kasur yang baik.
Kasur yang baik, bukan dilihat dari mewahnya atau mahalnya. Buat apa punya kasur mahal kalau akhirnya kita lebih khawatir saat menggunakannya. Seperti cerita Goldilocks dan Tiga Beruang, dimana Goldilocks mencoba kasur dari ketiga beruang, kasur milik Ayah Beruang terlalu keras, milik Ibu Beruang terlalu empuk dan yang terakhir milik Teddy Beruang, empuknya pas. Setiap orang tentu punya kadar empuk masing-masing. Sehingga kasur yang baik adalah kasur yang pas, yang mengundang kita menghabiskan waktu di atasnya.
Kasur yang baik bukan juga dilihat dari bahannya. Kasur pegas ataupun kasur busa, setiap kasur yang baik akan membuat kita bisa jujur, menjadi diri sendiri. Itu sebabnya bila ingin memiliki hubungan yang dekat dengan sang buah hati, buat aktifitas mengobrol atau bercanda di atas kasur. Singkirkan sementara gawai-gawai, matikan televisi. Biasanya kasur yang baik akan membuat setiap orang di atasnya untuk bisa terbuka dan kita harus siap untuk ditembak pertanyaan tentang berbagai hal, termasuk yang berkaitan dengan pendidikan seks atau tentang pacaran dan pergaulan. Kasur-time adalah saat yang pas untuk bicara atau berpikir hal-hal sensitif. Kita bisa lepas tersenyum, tertawa dan juga menangis.
Kasur yang baik juga biasanya akan membuat tulang-tulang kita menghampar dengan nyaman, menjadikan kita lebih rileks dan akhirnya bisa melakukan kontemplasi dan refleksi atas segala kegiatan dan pencapaian hari ini. Bisa dibilang, kasur-time adalah waktu yang pas untuk kita bisa menghafal pelajaran, presentasi atau prosedur pekerjaan yang harus kita simpan dalam memori otak. Proses relaksasi biasanya akan membuat otak lebih mudah menyimpan dan kemudian nantinya mengingat kembali informasi yang tersimpan.
Selama ini belum ada penelitian yang menganjurkan berapa lama kasur-time. Pastinya, akan baik bila kita menyisihkan waktu untuk kasur-time walau sejenak sehingga bisa menyegarkan dan mengisi kembali energi serta semangat.