Bernas.id – Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Purwakarta, Kota Bandung, Kota Bekasi, Kota Bogor, Kota Cirebon, Kota Sukabumi, Kabupaten Sleman, Kota Semarang, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Gresik, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Badung, Kota Singkawang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Pelalawan, Kota Jambi, Kabupaten Siak, Kabupaten Banyuasin, Kota Samarinda, Kota Makassar, Kota Tomohon dan Kabupaten Mimika, merupakan 25 kabupaten/kota yang mengikuti program Gerakan Menuju 100 Smart City.
Pencanangan gerakan tersebut telah di-launching pada tanggal 22 Mei 2017 di hotel Sheraton, Makassar. Dengan ditandatanganinya MoU antara Kemenkominfo dengan pimpinan daerah tersebut di atas.
Kalau kalian tinggal di kabupaten atau kota tersebut di atas, siap-siap ya jadi warga kota cerdas alias smart city. Apakah kalian sudah paham mengenai Smart City atau yang dikenal juga dengan istilah kota cerdas? Dan, apa manfaatnya jadi warga kota cerdas?
Smart city adalah kabupaten/kota yang dapat memberikan informasi yang relevan kepada masyarakat dan lembaga atau badan dalam rangka untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada di kabupaten/kota tersebut. Juga untuk mengantisipasi kejadian yang dapat merugikan.
Agar kota cerdas ini terealisasikan, tentunya harus ada peran dari pemerintah dan rakyatnya, di mana keduanya harus bersinergi. Pemerintah mempunyai komitmen untuk menyejahterakan rakyatnya, menyediakan fasilitas teknologi dan komunikasi. Selanjutnya, pemerintah juga harus siap menerima keluh kesah dengan jiwa besar.
Di samping itu, kota cerdas tidak akan berjalan lancar bila warganya tidak berpartisipasi untuk memberikan masukan maupun melaporkan baik berupa fasilitas umum yang sudah tidak memadai lagi, layanan aparat yang lambat dan tidak sesuai dengan aturan serta hal lainnya yang berdampak kepada kemajuan kabupaten atau kota.
Adapun fasilitas pendukung agar smart city dapat berlangsung dibutuhkan seperti aplikasi cctv, teknologi komunikasi dan peralatan IT lainnya serta sumber daya manusia yang kompeten. Kemudian, prosesnya mulai dari penerimaan atau penginputan data masukan, pengolahan serta keluaran berupa informasi yang dibutuhkan oleh instansi yang berwenang serta warga masayarakat kota tersebut harus berjalan secara online. Sehingga, informasi yang diterimanya betul-betul tepat waktu, akurat dan relevan.
Keren, kan.
Nah kalau sudah begitu, manfaat yang diperoleh oleh warga adalah sebagai berikut :
1. Kontrol Kinerja Aparat Pemerintah
Aparat pemerintah dalam melayani kebutuhan masyarakat dengan hati yang sungguh-sungguh dan demi kebaikan publik. Bila ada situasi di mana rakyat dirugikan, maka hal ini dapat segera dilaporkan secara online dan real information.
2. Menghindari Terjadinya Bencana Alam
Informasi kemungkinan terjadinya banjir bandang atau angin topan di kota tertentu dapat diketahui lebih awal oleh masyarakat kota tersebut. Distribusi informasi disampaikan oleh instansi yang berwenang dan diterima melalui gawai anggota masyarakat kota tersebut. Sehingga, mereka dapat mempersiapkan segalanya dalam rangka menghindari bencana tersebut lebih awal.
3. Peningkatan Ekonomi
Melalui informasi pertanian yang merata maka para petani di suatu kabupaten dapat merencanakan pertanian secara menyeluruh. Sehingga, pemerintah pun dapat melakukan perencanaan panen secara berkesinambungan. Hal ini akan menyebabkan harga produk pertanian akan lebih stabil dan sekaligus pengaturan dalam peningkatan produktivitas suatu produk hasil pertanian.
Selain itu, melalui kota cerdas ini akan mempertemukan antara petani dengan end user langsung. Sehingga harga yang diperoleh petani akan lebih baik. Otomatis kesejahteraan petani pun akan semakin meningkat.
4. Kemudahan Yang Berlipat
Informasi yang terintegrasi di dalam suatu kota, maka akan memunculkan kemudahan-kemudahan bagi warganya. Sebagai contoh, bila seseorang membutuhkan rawat inap. Ia tinggal klik data rumah sakit yang berada di kota tersebut dan mencari ruang kamar sakit yang masih tersedia. Pemesanannya pun dapat langsung dilakukan dengan segera. Mudah dan praktis, bukan?
Dan, banyak lagi kemudahan-kemudahan yang akan diperoleh warga. Kalau sudah begini, warga tak sungkan untuk memberikan pajaknya demi berjalannya kemudahan ini.
5. Sistem Transportasi yang Lebih Efisien
Sistem internet terintegrasi dalam kota atau kabupaten, memudahkan warga untuk berkomunikasi dari rumah. Sehingga tidak perlu ke kantor ataupun ke sekolah setiap hari. Hanya waktu tertentu saja yang diwajibkan untuk hadir. Tentunya hal ini menyebabkan efisiensi penggunaan bahan bakar sekaligus pengaturan transportasi.
So, asyik kan ya, guys. Banyak manfaatnya bagi kita. Doakan saja agar realisasi smart city dapat berjalan dengan lancar dan cepat.
