Bernas.id – Apa yang ada di benak Anda tentang sekolah? Tempat menuntut ilmu, tempat bertemu teman, ataukah tempat tongkrong? Hanya kalian yang bisa mendefinisikan makna sekolah. Pendidikan itu penting. Mengapa harus berpendidikan? Sebagaian dari kalian pasti pernah mendengar untuk apa berpendidikan tinggi kalau akhirnya penggangguran juga. Percuma berpendidikan tinggi kalau akhirnya jadi ibu rumah tangga. Orang berpendidikan rendah bahkan tanpa pendidikan tinggi pun orang bisa sukses. Pendidikan tinggi hanya untuk orang-orang yang punya uang. Benarkah?
Kurang lebih jutaan dari ratusan juta penduduk Indonesia tidak mengenyam pendidikan dasar. Ada beberapa yang memang tidak sekolah dan sebagian yang lain putus sekolah dimulai dari SD hingga SMA. Terjadinya hal tersebut karena berbagai faktor. Bisa karena faktor internal maupun eksternal. Faktor-faktor penyebab anak tidak sekolah atau putus sekolah perlu segera diatasi. Tidak sekolah atau tidak melanjutkan karena alasan ekonomi, atau memang individu tersebut yang tidak menginginkannya. Pemerintah memiliki program wajib belajar 12 tahun. Seharusnya masalah biaya atau ekonomi bukan menjadi persoalan lagi. Berarti terdapat faktor lain tidak berminatnya dengan pendidikan. Hal tersebut perlu digarisbawahi.
Sedangkan pendidikan sendiri bisa diartikan sebagai suatu proses atau cara untuk menjadi manusia yang berkualitas dan berkarakter. Dengan pendidikan akan mengubah pola pikir atau mindset menjadi lebih terbuka dan luas. Termotivasi untuk menjadi lebih baik. Memiliki pandangan luas ke depan untuk mencapai cita-cita dan harapan yang mungkin saja bisa terwujud dengan jembatan pendidikan. Menjadi manusia yang kritis.
Memang pendidikan bukan ukuran seseorang untuk sukses. Pendidikan tidak menjamin masa depan seindah bayangan kalian. Pendidikan tidak menjamin kalian tidak pengangguran. Pendidikan juga tidak memudahkan kalian mendapat pekerjaan sesuai keinginan. Seseorang yang sukses tanpa pendidikan banyak, salah satunya menteri Susi. Tapi bukan lantas kalian meninggalkan pendidikan dan menganggap pendidikan tidak penting. Adanya pendidikan menjadikan kalian tahu yang tidak kalian tahu sebelumnya. Sebagai sarana pengembangan skill atau ketrampilan. Sebagai salah satu tempat meraih prestasi sebanyak dan setinggi-tingginya. Menjadi manusia dan anak bangsa yang cerdas.
Orang berpendidikan bukan hanya laki-laki. Laki-laki ataupun perempuan punya hak yang sama dalam pendidikan dan pencapaian karier. Buang pemikiran bahwa perempuan yang berpendidikan tinggi nantinya akan sia-sia karena kodratnya perempuan di rumah. Wanita juga berhak menyalurkan pemikirannya, jiwa dan raganya untuk sebuah pekerjaan tanpa meninggalkan kodratnya sebagai perempuan. Seandainyapun memilih menjadi ibu rumah tangga pendidikanpun juga penting. Tahukah kalian bahwa pendidikan yang pertama adalah pendidikan di lingkungan keluarga. Tahukah kalian bahwa perempuan merupakan madrasah utama untuk anak-anaknya. Tidaklah sia-sia perempuan berpendidikan tinggi. Ilmunya akan terus bermanfaat walaupun menjadi ibu rumah tangga. Kecerdasan anak dipengaruhi kecerdasan seorang ibu. Ibu yang cerdas akan melahirkan anak-anak yang cerdas pula.
Ubahlah pola pikir dan sudut pandang kalian tentang pendidikan. Buanglah anggapan-anggapan yang justru tidak membuat kalian berkembang. Anggapan yang tidak akan membuat kalian maju. Berkaryalah dengan pendidikan. menjadi anak bangsa yang memajukan Indonesia dengan pendidikan. Karena pendidikan itu tidak hanya formal di sekolah atau perguruan tinggi saja, tetapi juga meliputi pendidikan non formal melalui kursus-kursus, serta pendidikan informal yang diperoleh dari ajaran orang tua.
