Close Menu
BERNAS.id
    Berita Terbaru

    Enam Bulan Magang di Imigrasi Palu, Peserta Dapat Pengalaman Kerja Nyata

    May 20, 2026

    CV. Citra Sukses Abadi Salurkan CSR Melalui Program JKN

    May 20, 2026

    UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Mewisuda 590 Mahasiswa

    May 20, 2026

    Perkuat Sinergi, Corporate Communication Solusi Bangun Indonesia Kunjungi PWI DIY

    May 20, 2026

    Anak Magang Ciptakan Aplikasi SIKABAR untuk Imigrasi Palu

    May 20, 2026
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    • Google News BERNAS
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    BERNAS.id
    • Home
    • Regional
      • Internasional
      • Nasional
      • Daerah
        • DK Jakarta
        • DI Yogyakarta
        • Jawa Tengah
        • Jawa Timur
    • Finance

      Siswa SMAN 28 Jakarta Antusias Sambut Program KEJAR DKI

      May 19, 2026

      DIY Jadi Tuan Rumah Pembukaan Seleksi Calon Anggota Industri Kreatif Syariah (IKRA) Tahun 2026

      April 30, 2026

      Ninja Xpress Luncurkan Ninja Cross Border: Dari Indonesia ke Dunia

      April 26, 2026

      XPORIA 2026, Dorong Peran Bank Daerah sebagai Penggerak Ekonomi Ibu Kota

      April 22, 2026

      Bazar XPORIA 2026 Hidupkan Transaksi dan Dongkrak Omzet UMKM

      April 21, 2026
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Karir
    • Lifestyle
    • Politik
    • Hukum
    • Other
      • Travel
      • Entertainment
      • Opini
      • Tokoh
      • Budaya
      • Religi
      • Lingkungan
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Desa
      • Beragam
        • Bernas TV
        • Citizen Journalism
        • Editorial
        • Highlight
        • Inspirasi
        • Press Release
        • GlobeNewswire
    • Channel Jakarta
    BERNAS.id
    Home»Pendidikan»Ayah, Bunda, Ikuti Kata Hati Anak-Anakmu! Ini Alasannya
    Pendidikan

    Ayah, Bunda, Ikuti Kata Hati Anak-Anakmu! Ini Alasannya

    Erdittya Ekanovie NindhitasariBy Erdittya Ekanovie NindhitasariOctober 23, 2017No Comments
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email
    Share
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email

    Bernas.id – Ayah dan Bunda pasti sering menemukan anaknya yang berusia balita suka bermain tanah, pasir, batu, daun dan mainan-mainan unik lainnya. Padahal, mainan-mainan yang sudah dibelikan dengan harga mahal, menumpuk di kamarnya. Tahukah Ayah, Bunda, anak kita sedang mengikuti kemauan dan ketertarikannya?

    “Ikuti kemauan dan ketertarikan si kecil, dan jadikan kemauannya sebagai panduan untuk membimbing.”

    -Maria Montessori-

    Sejalan dengan pendapat tersebut, sebenarnya anak kita sedang menunjukkan ketertarikannya. Selama ini, para orangtua mengabaikan ketertarikan anaknya. Sebenarnya sejak bayi pun, anak kita sudah menunjukkannya, hanya kita yang kurang peka.

    Follow the child, ikuti kemauan dalam pernyataan Montessori bukan bermaksud memanjakan anak. Ditekankan di sini bahwa kita sebagai orang tua sekaligus pendidik perlu melakukan tugas dalam mengamati anak saat bermain. Dalam buku 'Rumah Main Anak', Julia Sarah menyatakan bahwa anak memiliki periode sensitif. Periode ini membimbing kita mengetahui apa saja ketertarikan anak saat bermain. Kabar baiknya, kita bisa memakai ketertarikan anak tersebut untuk menstimulasinya dengan aktivitas-aktivitas yang sesuai.

    Seorang Ibu membelikan anaknya mainan plastisin sepaket dengan perlengkapannya. Ada cetakan plastisin, alat giling, tweezer, dan kertas-kertas aktivitas menyortir. Saat bermain, Ibu tersebut membiarkan anaknya mengenal mainan itu tanpa menginterupsi. Sang anak ternyata mengacak-acak alat cetakan plastisin dan menumpuknya ke atas. Apakah anak tersebut salah? 'Tidak' jawabannya.

    Bagi Ibu tersebut, penting mengetahui ketertarikan anak. Setelah diamati, ternyata anak cenderung suka bermain metode susunan. Kemudian Ibu mencatat ketertarikan tersebut dan mulai merencanakan aktivitas yang sesuai. Misalnya menyusun balok warna setinggi mungkin. Nah, di sinilah maksud dari periode sensitif anak. Anak tersebut memasuki periode suka menyusun dan ibu dengan tepat menstimulasinya.

    Apakah mainan plastisin tadi menjadi mubazir? Tentu saja tidak. Mainan tersebut bisa dikeluarkan sewaktu-waktu saat aktivitas bebas. Mungkin saja anak memainkannya dengan cara yang berbeda dan ibunya akan memiliki catatan lain sesuai periodenya.

    Apakah saat bermain dengan anak, orang tua harus terus mengawasi tanpa melakukan pekerjaan rumah? Tak harus. Orang tua bisa melibatkan anak dalam kegiatan sehari-hari. Tidak hanya soal bermain mainan sang anak, mencuci pun bisa jadi aktivitas asik. Metode pembelajaran lewat cara yang konkret, memungkinkan anak usia dini berinteraksi langsung dengan dunianya (Santrock, 2004). Melalui kegiatan mencuci, anak mengenal air, memegangnya, mengetahui bentuknya, merasakan bahwa air membuat tangannya basah dan sebagainya. Jadi, tak usah bingung-bingung mencari alternatif mainan anak saat kita sedang sibuk-sibuknya mencuci. Biarlah ia 'membantu' sesuai kemampuannya.

    Ketertarikan anak pun berbeda sesuai gendernya, laki-laki dan perempuan. Anak lelaki lebih suka permainan menantang. Dalam suatu penelitian, para ibu yang memiliki anak laki-laki dan perempuan dikumpulkan. Anak-anak mereka masing-masing diberikan satu meja tinggi dan terdapat mainan menarik di atasnya. Masing-masing ibu mencoba memberi larangan terhadap anaknya dengan ekspresi wajah yang mengindikasikan bahwa anaknya tidak boleh mengambil mainan di atas meja. Para anak perempuan mematuhi perintah ibunya, tetapi anak laki-laki tampak tidak peduli. Mereka bertindak seolah-olah mereka tertarik oleh 'magnet' mainan tersebut. Ya, mereka mengambilnya setelah ibunya memancarkan ekspresi takut dan bahaya. Penelitian lain menyebutkan hasil bahwa anak laki-laki usia 12 bulan, membangun 'pertahanan' terhadap ekspresi ibu dan mudah mengabaikannya (Brizendine, 2010).

    Sebagai orang tua, kita jangan terlarut dalam kebingungan akan permainan anak. Anak-anak memiliki masa bermainnya sendiri. Kita boleh saja membelikannya mainan untuk merangsang anak mencapai milestone-nya. Namun perlu diingat, anak sudah, memiliki keunikannya sendiri sejak lahir. Setiap anak punya kecenderungan ketertarikan. Bisa dari lingkungan, usia dan jenis kelaminnya. Tidak usah terburu-buru mengajarkan anak calistung, misalnya, saat anak belum memasuki periode sensitive menghitung.

    Yuk, Ayah Bunda lebih peka lagi ya! Selamat bermain!

     

    Share. Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email
    Erdittya Ekanovie Nindhitasari

      Related Posts

      UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Mewisuda 590 Mahasiswa

      May 20, 2026

      Prof Laksanto Ungkap Konsep ODR Penyelesaian Sengketa dalam PKPA KAI-Unbor

      May 20, 2026

      UMY Hadirkan E-Learning Berbasis AI, Bekali PKBM Wijaya Kusuma Persiapkan Siswa Hadapi Ujian Nasional

      May 19, 2026

      Asosiasi Dosen Indonesia Komitmen Memperjuangkan Gaji Dosen Minimal 2 Kali UMP

      May 18, 2026

      STEM SMP LABSCHOOL UNY Menarik Perhatian PSKP Kemendikdasmen

      May 18, 2026

      MOTIVASI 2026 AKPY-STIPER Mendunia, Diikuti Peserta dari Lima Negara

      May 12, 2026
      Leave A Reply Cancel Reply

      Berita Internasional Terbaru

      Pembiayaan UMKM oleh Jenfi Tembus US$100 Juta di Asia Tenggara

      May 20, 2026

      Muhammadiyah Kecam Penahanan Jurnalis Indonesia oleh Israel, Serukan Perdamaian Dunia

      May 20, 2026
      Berita Nasional Terbaru

      Janabadra Club Dorong Sinergisitas Alumni Nasional untuk Kontribusi Almamater dan Bangsa

      April 13, 2026

      Era Yuldi, Imigrasi Raup PNBP Rp10,4 Triliun

      April 2, 2026
      Berita Daerah Terbaru

      Enam Bulan Magang di Imigrasi Palu, Peserta Dapat Pengalaman Kerja Nyata

      May 20, 2026

      CV. Citra Sukses Abadi Salurkan CSR Melalui Program JKN

      May 20, 2026
      BERNAS.id

      Office Address :
      Jakarta
      Menara Cakrawala 12th Floor Unit 05A
      Jl. MH Tamrin Kav. 9 Menteng, Jakarta Pusat, 10340

      Yogyakarta
      Kawasan Kampus Universitas Mahakarya Asia,
      Jl. Magelang KM 8, Sendangadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 55281

      Email :
      info@bernas.id
      redaksi@bernas.id

      Advertisement & Placement :
      +62 812-1523-4545

      Link
      • Google News BERNAS.id
      • Tentang BERNAS
      • Redaksi BERNAS
      • Pedoman Media Siber
      • Kode Etik
      • Verifikasi Dewan Pers BERNAS.id
      BERNAS.id
      Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
      • Google News BERNAS
      • Tentang BERNAS
      • Redaksi BERNAS
      • Pedoman Media Siber
      © 2015 - 2026 BERNAS.id All Rights Reserved.

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.