Bernas.id – Untuk Anda yang berprofesi sebagai guru. Bahwa apa yang Anda sampaikan, merupakan kebaikan yang tiada tara. Kebaikan yang ditanamkan tidak serta merta harus dibalas dengan kebaikan pula, artinya 'aku baik kalau kamu baik'. Kebaikan yang Anda disampaikan, betul-betul hanya untuk kebaikan pula, tanpa mengharapkan balasan apapun dari murid.
Kadang ketika seorang guru bertemu dengan muridnya, kemudian si murid diam tak bergeming tanpa seulas senyum, apalagi mencium tangan, apakah guru berhak marah? Harusnya tidak, namun terkadang sebagian guru ada yang mengharapkan ketika muridnya bertemu dengannya, segera mengucapkan salam dan mencium tangannya. Itu adalah syarat yang terselebung. Padahal, terlalu murah jika kebaikan Anda hanya meminta balasan, semisal ucapan salam dan cium tangan. Naifnya.
Kebaikan yang Anda berikan hendaknya lepaskanlah, lakukan karena Allah. Karena kebaikan bukan sesuatu yang diutangkan, yang suatu saat akan Anda tagih. Kebaikan akan kembali kepada Anda tanpa diminta, karena Allah Maha Tahu dan tidak pernah tidur. Yakinlah Allah pasti akan membalas semua kebaikan Anda. Jadi perlakukan anak didik Anda, ibarat ladang tempat menanam kebaikan. Yakinlah bahwa siapa menanam, pasti akan memanen walaupun belum tahu waktu menuai kebaikan tersebut.
Anda yang seorang guru, tentu akan merasa puas dengan ilmu yang ditebarkannya kepada seluruh peserta didiknya, terlebih ketika peserta didik tersebut mengamalkan ilmunya dan bahagia hidupnya karena amal yang Anda sampaikan. Anda jangan berharap kepada makhluk. Karena jika berharap kepada makhluk, maka Anda akan menuai kekecewaan. Alhasil, yang didapat bukannya kebahagiaan, justru kesedihan karena tidak mendapat balasan sesuai yang diinginkan.
Seorang guru akan senantiasa menabur kebaikan, bukan hanya di sekolah, saat di kelas dan diwaktu istirahat, bahkan sampai di luar sekolah pun, senantiasa berbuat kebaikan untuk para siswanya. Seperti mendoakannya, apalagi ketiika anak didiknya berperilaku menyimpang dari fungsinya sebagai seorang siswa. Permasalahan siswanya pasti akan terbawa ke rumah Anda baik sengaja maupun tidak.
Mengapa demikian? Karena seorang guru, dengan lapang dadanya terkadang mendapati anak-anak yang kurang terbuka dengan orang tua, bahkan cenderung hanya berdiam diri di kamar. Ternyata, di sekolah tidak lebih dari seorang murid yang tidak bisa diam. Jadi berbagai macam dan tipe kepribadian siswa, haruslah seorang guru bisa menjadi pendamping nyata, yang tak pernah sedikit pun meminta balasan.
Semoga bermanfaat sebagai pengingat untuk Anda para guru mulia.
