Bernas.id – Terkadang bila melihat pengusaha sukses, langsung kepikiran ingin melakukan usaha yang sama dengan pengusaha tersebut. Saat itu mungkin yang muncul dalam pikiran kita adalah “kalau dia bisa kenapa saya tidak bisa. Dan usaha yang dilakukannya kan nggak susah. Masa sih saya tidak bisa.”
Saat mempunyai kesempatan baik mempunyai uang dan waktu untuk menjalankan usaha, ternyata bertahan dalam bisnis tersebut paling lama hanya 2-3 bulan. Setelah itu, pikiran kita berbicara, ternyata usaha itu sudah dan lelah. Apalagi saat penjualan yang kita lakukan ternyata tidak seindah yang kita bayangkan.
Ternyata untuk usaha itu, membutuhkan kegigihan yang totalitas. Tidak bisa setengah setengah. Dan orang yang dapat menajlani hal ini tidak banyak. Karena orang tersebut harus mempunyai mental dan keinginan yang kuat untuk berhasil.
Seperti contoh perjuangan seorang Thomas Alva Edison penemu lampu listrik. Saat melakukan percobaan tidak cukup satu dua tiga kali. Ia melakukan ujicoba hingga ratusan bahkan ribuan kali. Pengorbanan waktu, tenaga dan dana yang dibutuhkan untuk pencapaian tersebut tidaklah sedikit. Bahkan waktu itu, muncul rasa keputusasaan bagi seorang Thomas setelah beberapa kali percobaannya tidak berhasil. Namun dengan semangat serta keinginan yang kuatlah, sehingga ia berhasil menggapai cita-citanya.
Ada seorang pedagang sukses bidang kuliner di bogor yang tidak perlu disebutkan namanya di sini. Mampu mengambil peluang, walaupun hal ini tanpa disadari olehnya. Ia membuka pelatihan gratis pembuatan kue. Pikiran yang Out of the box dan jenius. Karena pada umumnya orang tidak mau membuka rahasianya dan takut tersaingi bila bumbu formula diketahui oleh orang lain atau pesaingnya.
Tanpa disadari olehnya melalui pelatihan gratis, banyak peserta pelatihan membeli kuenya sebagai oleh oleh untuk keluarganya. Nama pedagang pun menjadi harum namanya, karena kemurahan hatinya tersebut.
Selain itu, dagangan kue tersebut semakin meningkat dengan semakin banyaknya relasi dimana sebagian besar relasi tersebut adalah peserta pelatihan tersebut. Pada umumnya peserta pelatihan tersebut, berpikiran dari pada membuat kue susah sudah lebih baik menjualnya. Tanpa memikirkan pembuatannya, ia sudah bisa menjual dan memperoleh uang.
Dari sisi saya sebagai penulis, pedagang itu memperoleh barokah. Karena membagi ilmu kepada orang lain tanpa meminta imbalan. Bagaimana dengan Anda, apakah sudah berbagi ilmu kepada orang lain. Semakin banyak ilmu yang kita tebarkan maka semakin besar ilmu lain yang akan kita peroleh.
Salam berbagi ilmu!
