Bernas.Id – Kamu pasti pernah kan merasakan galau di hati? Bawaannya mau marah, kesal, kalau perempuan biasanya langsung menangis sepuas-puasnya.
Kenapa sih kita bisa galau?
Ini 5 hal yang sering membuat kita galau. Kalau kamu merasakan salah satunya, simak cara mengatasinya:
1. Keinginan yang tidak tercapai
Kita pasti punya banyak keinginan dalam hidup, ingin ini ingin itu bahkan sesuatu yang tidak kita butuhkan juga kita inginkan. Itulah nafsu. Nafsu, jika dituruti tidak akan pernah habis, akan selalu muncul keinginan-keinginan baru.
Seperti anak kecil, lihat es krim minta dibelikan. Setelah dibelikan es krim, minta permen karena melihat temannya makan permen, begitu seterusnya. Nah, yang susah kan kalau menginginkan sesuatu yang menjadi hak orang lain dan tidak dijual, contoh pasangan hidup.
Cara mengatasinya, kita harus menetapkan skala prioritas dalam hidup. Keinginan bisa dipenuhi setelah kebutuhan tercukupi, itupun juga harus diukur. Apakah keinginan yang muncul bisa terjangkau dengan kapasitas diri kita atau tidak.
Contoh, sanggupnya beli motor tapi keinginannya punya mobil. Itu bisa sih terpenuhi, cuma jangka waktunya dipanjangkan bukan dalam waktu dekat. Jadikan itu sebuah target atau impian untuk memotivasi kita bekerja lebih giat lagi.
2. Kenyataan yang tidak sesuai harapan
Hampir mirip dengan kondisi yang pertama, bedanya adalah sesuatu yang kita inginkan itu terwujud cuma tidak sesuai harapan.
Contoh, bos menjanjikan akan menaikkan gaji bulan depan. Lalu kita berhitung, biasanya kenaikan gaji itu dihitung misalnya 20% dari gaji awal, tapi yang terjadi kenaikan gaji tidak sampai 20% hanya 5%, akhirnya jadi galau dan uring-uringan. Bosnya dibilang pelit lah, dan kerja jadi tidak semangat.
Seharusnya kita bersyukur ada kenaikan gaji. Kalaupun tidak seperti harapan kita, itu bisa menjadi bahan introspeksi diri. Berarti, peningkatan diri kita menurut penilaian bos hanya 5%, harus ditingkatkan lagi performa kerja kita. Berlaku juga untuk hal lainnya, banyak-banyaklah bersyukur atas segala hal yang kita terima.
3. Kesenangan yang hilang
Ibarat anak kecil yang kehilangan mainannya, pasti menangis dan ngambek sampai mainannya kembali atau paling tidak tergantikan dengan mainan yang lain. Atau para jomblo yang baru saja diputusin pacarnya, galaunya bisa berbulan-bulan, bahasa anak gaul sekarang “Gagal move on”.
Kita harus sadari, tidak ada yang abadi di dunia ini kecuali Allah. Sesuatu yang kita miliki, suatu saat akan hilang atau pergi meninggalkan kita. Jadi, jangan terlalu mencintai seseorang atau suatu barang tapi cukuplah cintanya kita kepada Sang Pemberi Kehidupan, Allah.
4. Kesenangan yang tertunda
Saat mau liburan, sudah terbayang kesenangan apa yang akan kita rasakan dan ternyata karena satu dan lain hal, liburannya tertunda.
Sudah dijanjikan diberikan hadiah dari sang kekasih ternyata tidak jadi atau tertunda.
Dalam hidup harus banyak bersabar, tidak melulu sesuatu yang ada dalam pikiran kita bisa terwujud. Tidak semua doa kita bisa langsung terkabul seketika. Dengan kesabaran, kita.bisa mengontrol diri kita.
5. Harga diri yang terluka
Harga diri perlu kita punya tapi jangan sampai membuat kita menjadi sombong. Kesombongan membuat kita menjadi lupa diri. Merasa paling hebat sendiri, paling pintar, punya kekuasaan atau dekat dengan.kekuasaan.
Hal-hal tersebut membuat kita menutup diri, tidak menerima kritik atau saran dari orang lain. Akhirnya jadi cepat tersinggung.
Kita harus menyadari bahwa kita hidup bersosial, kita butuh orang lain. Jadi, pandai-pandailah menempatkan diri kita di masyarakat
Agar terhindar dari kegalauan, kita perbanyak rasa syukur, sabar dan mawas diri.
