Bernas.id – Tubuh kita memang sudah didesain khusus oleh Yang Maha Kuasa, untuk bisa menoleransi racun-racun yang masuk. Untuk racun timbal sendiri masih dalam ambang batas wajar jika masuk ke dalam tubuh, yakni tidak lebih dari 100 ppm (parts per million). Senyawa timbal atau plumbum (Pb) dipakai dalam produk-produk masa kini, seperti mainan anak dan lipstik.
Beberapa merk lipstik ternyata masih memiliki kandungan timbal lebih dari 400 ppm. Kasus tersebut ditemukan oleh Badan Pengawas Pangan dan Obat-obatan di Amerika Serikat, atau Food and Drug Administration (FDA). Padahal timbal sudah dilarang penggunaannya dalam cat sejak tahun 1978.
Bahaya timbal dapat merusak koneksi saraf dan menyebabkan gangguan peredaran darah serta otak. Keracunan timbal yang parah memunculkan gejala lemah, lesu, sakit perut sembelit dan sakit kepala. Sedangkan paparan timbal dalam jangka panjang, dapat menyebabkan sakit perut dan gangguan pada ginjal.
Apabila senyawa-senyawa dalam lipstik tidak diterima oleh tubuh, dapat menyebabkan alergi. Selain timbal, kandungan merkuri juga terdapat pada beberapa merk lipstik tertentu atau merk palsu. Lebih berbahaya, kandungan merkuri dapat mengakibatkan kanker. Dan logam beracun lain yang ditemukan dalam lipstik antara lain aluminium, cadmium, kromium, mangan, triklosan dan flatat.
Maka untuk menghindari segala kerugian yang diakibatkan oleh penggunaan barang kosmetik, termasuk lipstik, konsumen harus cerdas dan teliti. Mulai dari saat membeli lipstik, penting untuk mengecek kemasan, apabila kemasan rusak jangan dibeli. Selanjutnya cek izin edar, apakah telah terdaftar dalam BPOM. Dan juga jangan lupa untuk mengecek tanggal kadaluarsa.
Kandungan lipstik merupakan bahan kimia dan senyawa yang tidak seharusnya masuk ke dalam tubuh dalam jumlah yang besar. Jika sampai keracunan oleh lipstik dan mengalami gejala-gejala di atas, pertolongan pertama dengan memberikan minum air putih sebanyak-banyaknya. Kemudian lakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter.
