Bernas.id – Sejak tahun 1950-an, kepercayaan orang-orang barat menyebutkan bahwa, musik klasik atau yang biasa disebut mozart, diyakini mampu meningkatkan kecerdasan otak. Pada sebuah studi penelitian di Universitas of California, menurut Dr. Gordon, skor IQ siswa yang menjadi objek penelitian, naik sekitar 8 poin akibat dirangsang oleh alunan musik mozart.
Namun seiring berjalannya waktu, orang-orang mulai ragu atas kebenaran ?mozart effect?, dan ada penelitian tandingan yang menghasilkan kesimpulan kontradiktif dengan penelitian di atas. Pietsching dan kawan-kawannya mengumpulkan pendapat dari para ahli, lalu membuat riset atas 3000 partisipator. Hasil penelitian tersebut sungguh mencengangkan, yakni menyatakan bahwa tidak ada sesuatu yang mendorong peningkatan kemampuan intelegensi seseorang setelah mendengarkan musik mozart.
Tim peneliti lain dari Jerman yang terdiri atas ilmuwan, psikolog, filsuf, pendidik dan ahli musik juga melakukan penelitian serupa. Hasilnya pun menyatakan, tidak mungkin musik mozart dapat membuat anak menjadi jenius. Dan banyak penelitian lain serupa yang menyebutkan bahwa musik klasik tidak bisa benar-benar mencerdaskan otak, atau hanya mitos tentang otak.
Dalam situs terkenal Howstuffwork, menunjukkan hasil penelitian bahwa musik klasik, tidak akan membuat seseorang lebih cerdas. Dalam situs tersebut mencantumkan pengaruh musik mozart untuk kecerdasan, sebagai salah satu poin artikel yang berjudul ?10 mitos tentang otak?.
Sedangkan, stimulan yang justru ditemukan dan diyakini dapat secara langsung meningkatkan kecerdasan adalah Al-Qur?an. Dan diyakini Al-Qur?an memang membawa pengaruh-pengaruh positif lain yang luar biasa. Sudah terbukti banyaknya kesaksian orang-orang yang merasakan pengaruh dari Al-Qur?an secara langsung maupun tidak langsung.
Di Malaysia juga sudah melakukan penelitian tentang Al-Qur?an terhadap kecerdasan bayi, dengan cara memperdengarkannya. Dokter yang melakukan penelitian tersebut adalah dr. Nurhayati. Beliau mengemukakan hasil penelitiannya tersebut dalam sebuah seminar konseling dan psikoterapi Islam. Dan menyatatakan bahwa Al-Qur?an mampu meningkatkan intelegensi kecerdasan bayi.
Keindahan suara dari sumber bunyi Al-Qur?an yang dibaca tartil, memiliki frekuensi dan panjang gelombang tertentu, sehingga mampu mempengaruhi otak secara positif dan mengembalikan keseimbangan tubuh. Fungsi lain dari bacaan Al-Qur?an yakni memberikan efek menenangkan, meningkatkan kreativitas, kekebalan tubuh, konsentrasi, menyembuhkan berbagai penyakit, meredakan saraf otak, meredakan kegelisahan, meningkatkan kemampuan berbahasa dan lain sebagainya.
Tentu saja efek Al-Qur?an dari beberapa penelitian di atas menunjukkan bahwa Al-Qur?an sangat baik jika dibandingkan dengan musik buatan manusia. Karena Al-Qur?an adalah kalamullah dari Sang Pencipta yang sudah pasti memiliki desain keindahan yang sempurna, sebagai obat, terapi dan stimulan terbaik.
