Bernas.id ? Baru-baru ini tersiar kabar yang cukup ramai mengenai pelarangan transportasi umum berbasis online di kota kembang. Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat kemudian meralat, bahwa mereka hanya menghimbau para pengemudi aplikasi angkutan, agar berhenti beroperasi untuk sementara waktu. Meski demikian, perbincangan warganet terlanjur menghangat dan tak sedikit yang merasa kecewa atas keputusan ini. Pasalnya, masyarakat dianjurkan untuk menggunakan moda transportasi umum dan konvensional, salah satunya adalah angkot.
Sebetulnya, apa sih yang salah dengan angkot? Sampai-sampai banyak yang mengungkapkan kekesalannya gara-gara naik angkot?
Beberapa hal di bawah ini, bisa jadi alasannya. Yuk, simak siapa tahu Anda juga pernah mengalaminya.
1. Angkot Hobi Ngetem
Rasanya tabiat yang satu ini sudah mendarah daging pada kebanyakan sopir angkot, ya. Mereka biasa menunggu di pangkalan, sampai isi kendaraannya penuh, tanpa memperhatikan waktu. Padahal, banyak penumpang yang harus buru-buru berangkat menuju sekolah atau kantor. Tak jarang pula, sang sopir bertindak PHP (pemberi harapan palsu) dengan memaju-mundurkan angkotnya, agar penumpang tidak turun untuk berganti angkot yang lain.
2. Sopir Angkot Menyetir Ugal-ugalan
Demi menghindari antrean kemacetan kendaraan, sopir angkot tanpa ragu akan mengambil sisi jalan paling tepi untuk menyalip. Kadang tak jarang trotoar pun menjadi sasaran jalan pintas. Jika lalu lintas lengang, angkot akan melaju kencang seakan jalanan miliknya. Kemudian, saat melihat calon penumpang, sopir biasanya berhenti mendadak, membuat kendaraan lain yang berada di belakangnya kesulitan. Selain itu, angkot juga dikenal tak ramah bagi ibu hamil maupun penumpang lanjut usia, karena sopirnya tetap saja membawa kendaraan terlalu ngebut.
3. Penumpang Dipaksa Berdesak-desakan
Di Bandung, sopir angkot biasa meneriakkan istilah “tujuh-lima”, maksudnya bangku penumpang bagian kanan harus diisi tujuh orang dan bagian kiri untuk lima orang. Tapi para sopir dan kernet angkot tidak peduli, jika ada penumpang berbadan besar, ibu hamil, atau yang membawa bayi, sehingga ruang untuk duduk menjadi menyempit. Melihat keadaan ini, ?Si Mamang? seringkali tak acuh dan tetap saja memaksa penumpang naik, meski harus berjongkok karena space kursinya sejengkal pun tak sampai.
4. Hati-hati, Jangan Sampai Ongkos Kurang
Jika sampai seorang penumpang dianggap membayar dengan tak sesuai, sopir angkot tak segan-segan mengejarnya sampai jauh ke belokan. Setelah berhasil disusul, sontak penumpang tersebut kena semprotan amarah sang sopir. Maka mau tak mau penumpang harus menambahkan uang pembayarannya, daripada terjadi hal-hal yang tak diinginkan.
5. Sopir Merokok di Dalam Angkot
Hm, kebiasaan yang satu ini cukup sulit dihentikan bagi sebagian besar sopir angkot. Tanpa acuh pada kondisi di dalam kendaraan yang penuh sesak, belum lagi jika ada anak-anak. Memang kadang ada sopir yang bisa mengerti saat penumpang memberi kode kibasan tangan. Namun lebih banyak sopir yang cuek meski sudah ada stiker peringatan larangan merokok yang mereka tempel sendiri.
6. Penumpang Diturunkan di Tengah Jalan
Kejadian ini biasanya terjadi pada angkot dengan trayek yang cukup jauh dan memiliki sedikit penumpang. Alhasil demi kejar setoran, belum juga sampai di tujuan, penumpang yang hanya satu orang diminta untuk turun dan mengganti angkot lain. Setelah itu sang sopir memutar balik angkotnya ke pangkalan semula. Yang lebih mengesalkan, untuk setengah perjalanan, seringkali penumpang ditagih harga yang sama dengan seperti diantar sampai ke tempat tujuan.
7. Pencopetan dan Pelecehan Seksual
Kedua tindak kriminal ini sudah sepatutnya diberantas oleh aparat. Sayangnya, kejadian ini masih terus berulang. Penumpang sudah seharusnya menjaga keselamatan diri mereka masing-masing. Yang jadi masalah ialah, jika kejahatan tersebut merupakan kerjasama pelaku dan sang sopir itu sendiri. Sebaiknya Anda lebih berhati-hati. Hindari melamun dan naik angkot yang sepi, serta senantiasa berdoa untuk membentengi diri.
Dari sekian alasan di atas, sepertinya angkot memang tak layak lagi untuk dipilih sebagai transportasi umum ya?
Meski demikian, tentu kita tak bisa menampik bahwa masih ada sopir-sopir angkot yang santun dan taat aturan. Ada pula mobil angkot yang nyaman dan bersih, memiliki desain interior menarik, bahkan menyediakan buku-buku bacaan seperti perpustakaan berjalan. Dengan naik angkot pula, kita bisa bertemu banyak orang yang tak jarang mengajarkan kita warna-warni dan hikmah kehidupan.
Semoga saja pihak-pihak terkait dapat membenahi dan mereformasi sistem transportasi umum khususnya angkot. Bagaimanapun juga, banyak kepala yang menggantungkan nasib mereka lewat kehadiran sang angkutan kota.
