Bernas.id – Ada pernyataan yang menarik dari sebuah skripsi yang disusun oleh seorang mahasiswa lulusan Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung
???terdapat karyawan yang sering datang terlambat pada saat kegiatan ?Semangat Pagi? (briefing awal/pagi sebelum bekerja). Tidak hanya terlambat, bahkan ada diantaranya yang sengaja untuk tidak mengikuti kegiatan ?Semangat Pagi? itu? (Pernyataan diatas dinyatakan oleh seorang manager dari suatu perusahaan garment yang berlokasi di Bandung)
Menilik pernyataan diatas, maka bisa ditarik kesimpulan bahwa kegiatan briefing seolah menjadi beban tersendiri bagi karyawan sehingga kegiatan tersebut berusaha dihindari. Memangnya apa sih briefing pagi? Bagaimana bentuknya? Acaranya apa aja?
Mungkin sebagian dari Anda sudah ada yang mengenai istilah briefing pagi, tetapi sebagian lain belum tahu. Menurut saya yang akan segera me-release buku mengenai briefing pagi (judulnya masih rahasia yah) bahwa, briefing pagi adalah pertemuan rutin yang dilakukan di pagi hari oleh perusahaan dalam rangka menyatukan target kerja untuk 8 jam ke depan. Waktu pertemuan pada umumnya sekitar 10-30 menit.
Tujuan utamanya adalah menyatukan target 8 jam ke depan. Artinya pimpinan suatu unit kerja menginginkan bawahan atau pasukan nya selama 8 jam ke depan menyelesaikan tugas yang sudah disampaikan pada briefing tersebut.
Secara umum isi isi briefing pagi meliputi hal-hal sebagai berikut :
- Status pencapaian target dan cara tindak lanjutnya
- Mengingat kembali prosedur yang harus dijalankan
- Penyampaian visi dan isi perusahaan
- Penyampaian masalah dan tindaklanjutnya
- Berdoa bersama
Apabila menu diatas tidak divariasikan lagi, tentunya akan membosankan bagi pimpinan maupun bawahannya. Maka hal yang wajar, bila karyawan mencoba menghindari briefing pagi ini.
Perlu dicari jalan keluarnya agar briefing pagi mengasyikan. Sehingga pimpinan dan peserta briefing, akan lebih semangat menjalani briefing pagi.
Ada beberapa terobosan sehingga briefing ini menjadi asyik dilakoni. Contohnya dengan :
- Cerita lucu atau inspiratif (cerita antara kelinci dan kura-kura, atau cerita inspirasi yang disampaikan oleh Jamil Azzaini, dll)
- Permainan (ambil permainan untuk ice breaking. Anda bisa cari di google search)
- Menyanyi Bersama (Lagu-lagu karya Gombloh seperti ?Kebyar, Kebyar?; Karya Yovie ? Wae Wa E O (Kita Bisa)?. Bila dinyanyikan bersama di pagi hari akan menambah semangat untuk bekerja)
- Menari Bersama (menari Poco Poco)
- Olah Raga Bersama (melakukan senam Pagi Indonesia atau Taiso, yang akan menyegarkan badan pada saat akan mulai bekerja)
Untuk memimpin kegiatan briefing pagi pun harus dibuatkan terjadwal. Dalam jadwal tersebut ditentukan, siapa yang memimpin pembukaan, siapa yang berdoa dan peran lainnya. Dengan demikian, kegiatan briefing selain akan mengasyikan. Dan pastinya juga akan melatih bawahan untuk berani berkomunikasi di depan umum.
Sumber :
(*) http://a-research.upi.edu/operator/upload/s_l0351_0608233_chapter1.pdf
