Menjalankan bisnis ternyata tidak hanya berlandaskan kekuatan modal saja, tetapi dituntut untuk menjadi seorang yang bisa bekerja keras dan cerdas. Banyak para pelaku bisnis yang sedang bersemangat membangun bisnis, tidak juga mendapat hasil yang memuaskan dan membuat mereka frustasi.
Apakah ada yang salah?
Mari kita coba renungkan, apakah ada pemikiran kita yang tidak benar dalam menjalankan bisnis hingga jalan di tempat? Mari simak satu per satu poin pemikiran berikut dan tanyakan kembali apakah Anda memilikinya.
1. Kurang bersyukur
Yang pertama harus ditelaah adalah apa kita kurang bersyukur atas nikmat yang ada. Bisa jadi kita telah berusaha tapi menjadi kufur nikmat, sehingga Tuhan belum mau menambah nikmat yang baru. Dan itu bisa terjadi juga dalam bisnis yang dijalani.
2. Kurang percaya diri
Percaya diri adalah salah satu jalan bagi kita untuk bergerak. Apabila percaya diri tinggi, maka bisnis akan berjalan cepat. Sebaliknya bila percaya diri rendah, maka bisnis akan stagnan. Berhenti di tempat.
3. Selalu memikirkan kesalahan.
Memang lebih enak jika kita memikirkan kesalahan di waktu lalu daripada harus memikirkan apa yang harus dikerjakan. Tapi jika kita berjalan maju karena tujuan ada di depan kita, bukannya mundur. Bertindaklah untuk menggapainya.
4. Target yang tidak jelas.
Ide yang brilian membuat kita sering cepat-cepat ingin melaksanakannya. Karena terburu-buru membuat kita ?terpeleset? ketika menentukan target pasar. Target pasar sangat penting karena merupakan ?jantung? perusahaan. Jadi, ketika kita salah memilih target, usaha akan berjalan tersendat.
5. Mudahnya pindah haluan.
Saat bertemu kegagalan, banyak pengusaha yang kemudian pindah haluan untuk memulai lagi bisnis yang baru. Kunci kesuksesan adalah fokus dan tekun dalam satu bidang. Ketika menemui kegagalan berarti kita harus lebih memperdalam ilmu dalam bisnis kita.
6. Kurang peka dalam memahami masalah.
Memahami masalah adalah poin dasar untuk berinovasi. Kepekaan melihat masalah membuat kita dapat menarik kesimpulan dari inti masalah. Sekaligus berpikir inovatif untuk memecahkannya.
7. Pelit menularkan ide baru.
Jangan pernah ragu menyempatkan diri berkumpul dengan tim untuk brainstorming. Siapa tahu ada ide-ide segar dan inovatif yang bisa membuat pergerakan dalam bisnis. Brainstorming bisa membuat perbaikan demi meraih keberhasilan.
8. Kurang action.
Jangan hanya sebatas bicara ide-ide segar saja. Action! segera aplikasikan dengan tindakan nyata. Lingkungan ingin melihat bukti, bukan janji.
