Bernas.id – Kehidupan berumah tangga yang harmonis adalah impian setiap pasangan. Kebahagian dan ketentraman itu tidak akan datang dengan sendirinya. Perlu ada usaha dari kedua belah pihak. Ketika kita membaca lembaran sejarah perjalanan hidup Rasulullah SAW dan keluarganya, maka kita terpesona bagaimana nama seorang Khadijah menjadi nama yang abadi dalam hati baginda. Bahkan nama itu sering membuat cemburu istri nabi yang lain karena sulitnya Rasululllah menghapus kenangan bersama beliau. Bahkan ia mendapatkan salam langsung dari Allah.
Sepertinya para istri saat ini, perlu berbenah diri agar nama dan keberadaannya sedekat detak jantung sang suami. Mari kita perhatikan 5 hal di bawah ini agar istri tetap menawan di hadapan suaminya:
1. Keteduhan wajah;
Pepatah 'dari mata turun ke hati' sering kita dengar sejak dahulu. Tapi, bukan hanya wajah dalam hal fisik. Akan tetapi raut wajah yang menenangkan hati di tengah kelelahan dan kecemasan sang suami, seraut wajah yang mengeluarkan senyuman khas yang ia dapati di belakang pintu ketika pulang dari aktivitas sepanjang hari.
2. Pandangan yang penuh kasih sayang;
Pandanglah ia dengan pandangan yang langsung menuju hatinya. Melalui matanya, engkau akan memahami persoalan yang sedang dihadapinya. Pandangan penuh kasih sayang yang membuat ia sulit berpaling kepada sesuatu yang bukan haknya. Sehingga melalui matanya, sang suami akan bercerita semua keluh kesah yang dirasakannya.
3. Kesyahduan suara;
Gunakan kalimat-kalimat yang lembut dan penuh kasih sayang, dan pelankanlah suara! Mendekatlah kepada sang suami tatkala berbicara dengannya. Maka suara seorang istri akan keluar dengan pengaruh yang luar biasa dari sela-sela kedua bibir yang indah dengan dihiasi kelembutan, kehidupan dan semangat.
4. Melindungi tangan dan jari dari sifat kasar;
Jika terjadi perselisihan apapun di antara suami istri, maka bersegeralah dan laksanakanlah nasehat Rasulullah!:
“Maukah kamu aku beritahukan tentang istri-istrimu di surga: semuanya lemah lembut dan banyak anak, jika dibuat marah atau disakiti atau berbuat salah kepada suaminya ia berkata, 'Ini kedua tanganku, di tanganmu aku tidak dapat tidur di malam hari dengan nyenyak sampai kamu ridha'.? (HR. Ad-Daru Quthni).
5. Tajamkan pendengaran.
Agar istri memiliki telinga yang baik, maka pergunakanlah kedua telinga untuk merespon panggilan dan mendengarkan hanya yang baik. Tulikan pendengaran terhadap hal-hal yang buruk. Belajarlah seni mendengar yang baik terhadap apa yang diucapkan suami dan perhatikanlah dengan baik ucapannya. Serta jadilah pendengar setia atas keluhannya, karena istri merupakan teman curhat yang akan pandai menyimpan rahasia sang suami. Apabila hal ini tidak didapati suami, bisa jadi ia akan mencari 'telinga' lain yang mau dan bisa mendengarkan perasaannya.
Wahai para istri, sadarilah bahwa seorang suami adalah manusia biasa dan bukan malaikat, terkadang salah dan terkadang benar. Juga bukan benda mati, terkadang bersedih dan kadang bergembira. Jadilah Khadijah di hatinya! Yang mampu menyelimuti tidur dan istirahatnya selama Allah masih berkenan menjadikannya pasangan terbaik di dunia yang fana ini.
